<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787</id><updated>2011-09-20T01:27:43.264+07:00</updated><title type='text'>Vihara Surya Adhi Guna, Perahu Dhamma</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8147423976784356255</id><published>2010-01-15T11:13:00.003+07:00</published><updated>2010-01-15T11:19:08.727+07:00</updated><title type='text'>Air Parita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0_rstRFkFI/AAAAAAAAAj4/p4K6VVnQUDg/s1600-h/water.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0_rstRFkFI/AAAAAAAAAj4/p4K6VVnQUDg/s200/water.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426815229302771794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian umum JUmat, 08-01-2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol: Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Penyalahan lilin altar: Bpk Aen&lt;br /&gt;Penceramah : Bhante dari Vihara Dhammacakka Jaya.&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt; Yessica F.S. &lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&amp;amp; &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari jumat tgl 8 januari 2010. saya &amp;amp; Nanda diberi tugas oleh ci Grace untuk merangkum ceramah  pada kebaktian umum yang akan di isi oleh Bhante dari Vihara Dhammacaka Jaya Jakarta. Yang akan dimuat untuk blog ini. Ci&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;  menugaskan kami berdua karena ci Grace sedang kurang sehat.&lt;br /&gt;Pada malam hari ini Bhante sangat senang dapat mengisi dhammadesana di Vihara surya Adhi Guna ini. Ini terlihat dari keinginan Bhante untuk masuk ke ruangan Dhammasala sebelum dipersilahkan masuk. Saat umat sedang bermeditasi Bhante ingin segera masuk, ini karena sebelumnya Bhante bertanya kepada saya berapa umat yang hadir, lalu saya menjawab ya kira-kira ada lah 150 orang. Lalu Bhante menjadi segera ingin melihat dan masuk ke dalam ruang dhammasala lebih cepat dari rencana. Karena itu malam hari ini tidak ada pembacaan dhamapada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dhammadesana Bhante menjelaskan tentang air parita.&lt;br /&gt;mungkin banyak dari kita yang bertanya tentang khasiat atau manfaat dari air parita.&lt;br /&gt;Adakah manfaatnya???.&lt;br /&gt;Pertaanyaan ini dapat dijawab melalui 2 tinjauan yaitu tinjauan dari sutta dan tinjauan ilmiah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam dhammadesana Bhante kali ini, Bhante menerangkan tentang sejarah kenapa ada air parita dan apa tujuannya.&lt;br /&gt;Bhante bercerita 10 tahun yang lalu saat bahte masih menjadi umat awam Bhante belum mengerti tentang air parita. Orang-orang yang pergi ke vihara selalu meminta para bhikku yang hadir untuk memberikan air parita, mungkin tujuannya agar hidupnya berhasil dan sukses, jika pelajar mungkin agar mendapat nilai yang bagus.&lt;br /&gt;Tetepi setelah Bhante memasuki sangha, beliau tinggal di Vihara mendut menjadi samanera dan harus belajar selama 1 tahun saat beliau belajar tidak ada guru yang mengajar atau menjelaskan tentang air parita tetapi bhante dengan semangatnya mencari tau sendiri dengan membaca-baca buku. Lalu beliau menemukan salah satu buku tipitaka yang menjelaskan tentang sejarah dari air parita yaitu khuddakapatha.&lt;br /&gt;Didalam khuddakapatha dijelaskan bahwa Buddha memberikan intruksi kepada Ananda untuk menghafalkan dan mempelajari suta permata  (parita Ratana sutta), setelah paham Ananda diperintahkan untuk mengajarkan kepada para Bhikku dan para umat.&lt;br /&gt;Pada saat itu di kota Vesali terjadi sebuah bencana, awalnya terjadi kekeringan yang panjang mengakibatkan kelaparan lalu banyak berjatuhan korban karena bencana ini. Karena terlalu banyak yang meninggal, mayat-mayat itu pun tidak dimakamkan, tetapi hanya didiamkan begitu saja. Lama kelamaan mayat-mayat itu pun membusuk akibatnya banyak makhluk-makhluk yang berdatangan ketempat itu yang mencium aroma bau busuk mayat, makhluk-makluk itu adalah raksasa asura dan makhluk peta kunapasa. Selain itu juga banyak menyebar penyakit.&lt;br /&gt;Setelah Buddha mendengar berita ini lalu Buddha datang ke kota Vesali pada saat Buddha datang banyak keajaiban yang yang ikut datang juga yaitu salah satunya turunnya hujan lebat tiada henti-hentinya. Hujan ini disebut hujan teratai, hujan ini aneh. Mereka yang ingin basah terkena hujan maka akan basah tetapi mereka yang tidak ingin basah maka tidak akan basah dan akan tetap kering.&lt;br /&gt;Karena hujan ini tidak kunjung berhenti hingga berhari-hari maka terjadi banjir, kira-kira setinggi pinggang orang dewasa, karena banjir ini mayat-mayat yang berserakan menjadi hanyut terbawa airkesungai gangga lalu menuju ke laut. Setelah itu kota Vesali menjadi bersih dari mayat-mayat, raksasa pun pergi tetapi makhluk-makhluk peta bersembunyi di balik kandang-kandang ternak. Lalu Buddha beserta rombongan 500 Bhikku dan para umat berbaris lalu membacakan sutta permata (parita Ratana sutta). Ini lah pertama kalinya Ratana sutta dibacakan bersama-sama dan menggema di seluruh negri.&lt;br /&gt;Buddha dibaris paling depan sambil membawa mangkok yang  berisi air lalu memercikan air itu keseluruh penjuru, setelah pemercikan air itu makhluk-makhluk peta tersebut yang sebelumnya bersembunyi di belakang kandang ternak menjadi lari dan kabur.&lt;br /&gt;Setelah itu Sang Buddha membabarkan Ratana sutta lalu 84000 mkhluk yang hadir baik manusia  atau pun dewa mencapai kesucian sottapana.&lt;br /&gt;Dari cerita tadi dapat disimpulkan bahwa manfaat air parita adalah untuk membersihkan tempat dari makhluk-makhluk seperti raksasa dan makhluk peta.&lt;br /&gt;Itu tadi menurut tinjauan sutta.&lt;br /&gt;Sekarang jika menurut tinjauan ilmiah, para pemikir ilmiah selalu menuntut bukti dan fakta. Ada suatu penelitian yang meneliti air.&lt;br /&gt;Menurut penelitian ilmiah air dapat merekam apa yang kita pikirkan.&lt;br /&gt;Ada 2 jenis air. air yang pertama diberi kata-kata, oh sungguh indah, kata2 yang halus dan lembut, sedangkan yang satunya diberi kata-kata ari kau sungguh jelek dan bau. Setelah itu air itu di bekukan lalu saat mencair dilihat dengan menggunakan alat,  air yang di beri pujian menghasilkan molekul-molekul yang baik dengan bentuk seperti kristalbernentuk segi enam, sedangkan yang di jelek-jelekan mendapatkan hasil yang buruk air menjadi berwarna coklat seperti lumpur. Dari sini dapat mebuktiak kata- kata yang baik akan berdampak sesuatu yang baik pula.&lt;br /&gt;Ucapan itu bersumber dari pikiran jadi jika kita senantiasa berfikir positif dan berbicara yang baik maka apa yang kita lakukan akan baik pula dan kita akan selalu sehat dan bahagia.&lt;br /&gt;Ingatlah dhammapada gatha 1 dan 2. yang berbunyi&lt;br /&gt;pikiran adalah pelopor dari segala seuatu.&lt;br /&gt;Pikiran adalah pemimpin&lt;br /&gt;Pikiran adalah pembentuk&lt;br /&gt;Jika seseorang melakukan perbuatan baik maka&lt;br /&gt;Kebahagiaan akan mengikutinya.&lt;br /&gt;Bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat....&lt;br /&gt;Semoga semua makhul berbahagia.....&lt;br /&gt;Be Happy...&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8147423976784356255?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8147423976784356255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/air-parita.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8147423976784356255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8147423976784356255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/air-parita.html' title='Air Parita'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0_rstRFkFI/AAAAAAAAAj4/p4K6VVnQUDg/s72-c/water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-1248766415170772214</id><published>2010-01-11T12:22:00.005+07:00</published><updated>2010-01-13T14:03:49.234+07:00</updated><title type='text'>Yessica F.S. : Timang-timang Mama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q19l4f41I/AAAAAAAAAjw/6APzR4IKr6w/s1600-h/mothers-day1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q19l4f41I/AAAAAAAAAjw/6APzR4IKr6w/s200/mothers-day1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425348770866914130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 9 Januari 2010&lt;br /&gt;Protokol : Ratnasari&lt;br /&gt;Dhammapada : Sidhi &amp;amp; Dwi&lt;br /&gt;Pembimbing Diskusi : &lt;a href=http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858 target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt; &amp; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061"target="_blank"&gt; Yessica F.S. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, sudah setahun saya dan teman-teman dari Vihara Surya Adhi Guna menulis blog ini. Meringkas setiap kegiatan rutinitas yang dilakukan para umat Vihara Surya Adhi Guna Rengasdengklok agar teman-teman kami yang berada jauh diluar kota, atau teman-teman yang berhalang hadir ke Vihara, tetap bisa mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh umat Buddha di Vihara Kami. Suka, Duka, kadang juga dihantui rasa malas, kadang semangat, juga rasa bangga menemani saya dan teman-teman dalam menulis blog selama setahun ini. Dengan segala kekurangan dalam hal deadline, kelengkapan ringkasan atau pun isi yang kurang berkenan, saya berharap blog ini terus semakin lebih baik, lebih bermanfaat dan semakin banyak umat Buddha khususnya umat Buddha Vihara Surya Adhi Guna yang peduli dan bersedia untuk menjadi penulis dan perawat blog ini di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kebaktian malam hari ini, Yessi &amp;amp; Nanda menyiapkan bahan diskusi yang sangat bermanfaat untuk para remaja. Pada awal sesi ini, Yesi mengarahkan para umat untuk mendengar cerita sebagai pengantar dan bahan diskusi. Cerita mengenai perjalanan seorang ibu yang merawat anaknya dari masih kecil hingga besar. Setiap orang tua pasti lah merawat anaknya dengan kasih sayang tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan cerita tersebut, anak-anak remaja yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok diberi pertanyaan untuk bahan diskusi seputar kasih sayang orang tua khususnya Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para remaja sangat antusias dalam memberikan pendapat mereka. Salah satunya &lt;a href=http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975 target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt; : " Kalo mama kalian gak cerewet, berarti mama kalian gak sayang sama kalian. "&lt;br /&gt;Dari ungkapan ini, mungkin semua anak remaja berpikir bahwa orang tua mereka cerewet, banyak hal yang tidak boleh dilakukan. Tapi itu semua justru ungkapan rasa sayang orang tua kita yang peduli. Kenapa orang tua kita begitu cerewet dalam banyak hal? yang pasti karena orang tua kita menginginkan sesuatu apapun berjalan baik untuk anak-anaknya.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-1248766415170772214?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/1248766415170772214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/yessica-fs-timang-timang-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/1248766415170772214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/1248766415170772214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/yessica-fs-timang-timang-mama.html' title='Yessica F.S. : Timang-timang Mama'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q19l4f41I/AAAAAAAAAjw/6APzR4IKr6w/s72-c/mothers-day1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5795354544345904576</id><published>2010-01-11T12:18:00.001+07:00</published><updated>2010-01-11T12:20:18.172+07:00</updated><title type='text'>Awal Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q04PkmH4I/AAAAAAAAAjo/7fGWqdrDQk0/s1600-h/400_F_13239048_wPZNcB7lciqbT3lS1cXCuwU1JwRwIKk4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q04PkmH4I/AAAAAAAAAjo/7fGWqdrDQk0/s200/400_F_13239048_wPZNcB7lciqbT3lS1cXCuwU1JwRwIKk4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425347579466882946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian Umum, 01 Januari 2009&lt;br /&gt;Protokol   : Sdri. Grace Chandra&lt;br /&gt;Penyalaan lilin altar  : Ibu Empang&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Empang (Gatha 1 dan 2)&lt;br /&gt;Penulis :&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy New Year teman-teman sedhamma, semoga di tahun 2010 kita semakin bermanfaat, semakin bijaksana dan semakin bersemangat dalam memperbaiki diri sehingga menjadi manusia-manusaia yang lebih mulia.&lt;br /&gt;Walaupun dalam suasana tahun baru tapi umat VSAG yang datang cukup banyak (kurang lebih ada 40 orang). Malam ini kebhaktian umum di mulai sekitar 18.45 wib. Dengan dipimpin oleh protokol, para umat membacakan paritta dengan hidmat.&lt;br /&gt;Kebhaktian malam ini tidak diisi dengan Dhammadesana karena jam 8 malam kami akan berangkat ke rumah Alm. Bpk. Ationg untuk membacakan paritta. Malam ini merupakan malam kembang dan malam tutup peti Alm. Bpk. Ationg.&lt;br /&gt;Disaat sampai di rumah duka, saya merenung bahwa kematian memang pasti dan kedatangannya tak pasti kapan. Hal ini memacu saya agar lebih baik mengisi hari-hari di tahun 2010. Pada tahun 2010 saya harus melakukan perubahan dalam kualitas hidup, harus semakin bersemangat melaksanakan dhamma dan selalu memupuk kebaikan. Saya sangat bersyukur di awal tahun baru ini saya diingatkan oleh kematian. Dengan teringat kematian membuat saya untuk selalu waspada dalam menjalani hidup ini. Semoga saja teman-teman sedhamma juga semua selalu mengingat kesunyataan akan kematian. Semoga anda semua semakin waspada dalam menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian umum, 1 januari 2009. Semoga bermanfaat. Sadhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5795354544345904576?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5795354544345904576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/awal-tahun-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5795354544345904576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5795354544345904576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/awal-tahun-2010.html' title='Awal Tahun 2010'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q04PkmH4I/AAAAAAAAAjo/7fGWqdrDQk0/s72-c/400_F_13239048_wPZNcB7lciqbT3lS1cXCuwU1JwRwIKk4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6712330016487680080</id><published>2010-01-11T12:09:00.003+07:00</published><updated>2010-01-11T12:17:50.110+07:00</updated><title type='text'>Bapak Hemarta : Pentingnya Konsentrasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q0OOyB7mI/AAAAAAAAAjg/7tmC7dqGFwc/s1600-h/concentration.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q0OOyB7mI/AAAAAAAAAjg/7tmC7dqGFwc/s200/concentration.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425346857700290146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian Umum, 25 Desember 2009&lt;br /&gt;Protokol   : Ibu Soan Karuna Susanto&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar   : Ibu Lilayani&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Empang (Gatha 252 dan 253)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Bpk. Hemartha Virya Jaya&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dhammadesananya malam ini Bpk. Hemartha memberitahukan tentang betapa pentingnya konsentrasi. Dengan memiliki konsentrasi yang baik maka kita akan menjalani segala aktifitas dengan baik. Contoh saja seorang pimpinan jika tidak mempunyai konsentrasi yang baik jika bawahannya sedang menjelaskan suatu masalah maka ia tidak akan mampu berkonsentrasi untuk mendengarkan permasalahan yang ada. Tentu saja jika hal ini terjadi maka atasan tersebut tidak dapat memecahkan masalah dengan baik pula.&lt;br /&gt;Konsentrasi dapat dilatih dengan melatih meditasi. Selain bermeditasi kita juga melatih konsentrasi dengan jalan melakukan segala kegiatan dengan selalu berkesadaran. Misalnya makan dengan sadar, berjalan dengan sadar, bernapas dengan sadar.&lt;br /&gt;Bapak Hemartha kemudian menceritakan suatu cerita yang menceritakan akibat fatal dari ketidak konsentasiannya seseorang. Diceritakan di suatu desa terdapat keluarga miskin yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan anak. Sang ayah seorang kuli tani, sang ibu seorang tukang cuci dan seorang anak berumur 7 tahun yang bernama Ruri.&lt;br /&gt;Ruri merupakan anak yang hemat. Setiap Ruri mendapatkan uang dari orang tuanya pasti ia tabung semuanya. Akhirnya celengannya penuh dan kemudian ia pecahkan celengannya itu. Setelah dihitung-hitung ternyata uang tabungannya cukup banyak sehingga mampu membeli 2 potong pakaian untuknya, 2 potong pakaian untuk ayahnya dan 2 potong pakaian untuk ibunya.&lt;br /&gt;Ruri pun ke pasar untuk membeli pakaian dari yang tabungan. Setiba di toko pakaian, Ruri dengan segera memilih masing-masing 2 potong pakaian untuknya, Ayah dan Ibu. Setelah memilih dan membeli pakaian, Ruri melihat kerumunan orang di seberang toko. Ternyata di seberang toko ada sebuah Vihara yang penuh dengan umat.&lt;br /&gt;Ruri lalu menyeberang untuk melihat kerumunan lebih dekat untuk mengetahui sebenarnya ada acara apa di Vihara sehingga begitu banyak umat berkumpul. Ruri bertanya kepada seorang umat yang berada dekatnya, “Paman, sedang ada acara  apa memangnya??, mengapa begitu banyak umat berkumpul?.”  Paman itu berkata, “De.., hari ini adalah Hari Kathina, hari dimana umat Buddha memberikan persembahan Jubah dan perlengkapannya kepada anggota Sangha.”&lt;br /&gt;Ruri pun melihat seorang umat sedang mempersembahkan jubah kepada anggota Sangha dan ia pun ingin melakukan hal yang sama. Akhirnya Ruri memutuskan untuk mengembalikan sebagian pakaian yang telah ia beli. Ia pun memutuskan hanya membeli 1 potong pakaian untuknya, 1 potong pakaian untuk ayahnya dan 1 potong pakaian untuk ibunya. Hal ini ia lakukan karena sebagian uang tabungannya akan ia gunakan untuk membeli jubah yang akan ia persembahkan kepada anggota Sangha.&lt;br /&gt;Setelah membeli jubah, maka Ruri pun berjalan maju menuju anggota Sangha. Ruri bersujud dan menyerahkan dananya dengan tulus dan ikhlas. Dana tersebut pun diterima oleh seorang Maha Thera. Ruri merasa senang dan suka cita karena telah melakukan suatu perbuatan baik. Setelah itu dari tahun ke tahun, Ruri selalu melakukan berdana jubah kepada anggota Sangha dan Maha Thera yang menerimanya.&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun dan Ruri kecil saat ini telah dewasa menjadi pemuda yang sukses. Keluarganya yang dulu miskin sekarang sudah menjadi jutawan. Ketika sudah menjadi jutawan, Ruri merasa enggan bila berdana harus ke Vihara. Maka ia memutuskan untung mengundang Maha Thera untuk datang ke rumahnya untuk menerima pesembahan dari dirinya.&lt;br /&gt;Maha Thera yang menerima undangan tersebut memutuskan untuk mengutus samanera muda ke rumah Ruri. Ruri yang mengetahui hal ini, sangatlah marah dan ia berkata kepada samanera bahwa ia hanya akan memberikan dananya untuk Maha Thera jadi Ruri pun menyuruh samanera itu pulang tanpa membawa dana.&lt;br /&gt;Samanera pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada Maha Thera. Walaupun sudah diceritakan bahwa dana tersebut hanya akan diberikan kepada Maha Thera, tapi Maha Thera tetap tidak pergi ke rumah Tuan Muda Ruri. Pada akhirnya karena Maha Thera tak kunjung datang maka makanan dan berbagai perlengkapan yang sudah disediakan oleh Ruri pun dibagi-bagikan kepada kenalan dan tetangganya.&lt;br /&gt;Suatu hari karena usia Ruri yang sudah tua maka Ruri pun meninggal. Sesampai di akhirat, Ruri disambut dengan ramah oleh hakim akhirat. Hakim akhirat berkata, “Tuan karena tuan semasa hidup banyak melakukan kebajikan maka tuan diberi hak istimewa untuk memilih untuk tinggal di surga atau neraka.” Ruri pun menjawab bahwa sebelum memutuskan tinggal dimana ia ingin melihat seperti apa surga dan neraka itu.&lt;br /&gt;Akhirnya Ruri diajak tur ke surga oleh hakim akhirat ternyata disurga orang-orang yang berada di surga melakukan aktifitas meditasi, mendengarkan dhamma, membaca paritta dan berdana. Melihat hal tersebut, Ruri merasa bahwa surga sangatlah membosankan. Ia pun berkata, “Huuhhh.., surga sungguh membosankan. Kegiatan yang dilakukan di surga sudah sering aku lakukan di dunia. Sekarang saya mau lihat keadaan di neraka saja.”&lt;br /&gt;Ruri pun tiba di neraka, ternyata di neraka penuh dengan keramaian. Orang-orang yang berada di neraka sedang bergembira dan tertawa. Aktifitas di neraka hanyalah mabuk-mabukan, berjudi dan foya-foya. Ruri merasa senang dan menyukai aktifitas tersebut. Oleh karena itu tanpa berpikir panjang Ruri memutuskan untuk tinggal di neraka saja. Ruri berkata. “Nah.., ini baru tidak membosankan. Neraka penuh dengan aktifitas menyenangkan yang belum pernah aku lakukan di dunia.”&lt;br /&gt;Setelah Ruri berkata seperti itu maka gerbang neraka pun terbuka untuk Ruri. Akan tetapi ketika Ruri berada di neraka pemandangan menyenangkan yang tadi ia lihat sudah hilang, berubah menjadi jeritan dan pemandangan orang-orang yang sedang disiksa. Melihat tersebut, Ruri pun kaget dan dengan ketakutan ia pun bertanya, “Hahhh.., Mengapa pemandangan neraka seperti ini.., mana orang-orang yang sedang berjudi, mabuk-mabukan dan foya-foya??.” Hakim akhirat pun menjawab’ “Ohh.., Neraka sebenarnya pemandangannya seperti ini. Yang tadi anda lihat pertama kali adalah saat-saat neraka sedang melakukan diskon. Dan saat ini diskon neraka telah usai maka orang-orang yang di neraka pun kembali akan disiksa seperti biasanya.” Ruri pun semakin kaget akan jawaban dari hakim akhirat.&lt;br /&gt;Dari cerita yang walaupun hanya dongeng belaka, tapi sebenarnya kita dapat ambil hikmahnya. Ruri yang tidak berkonsentrasi tidak dapat melihat sesungguhnya neraka dan surga. Kecerobohan Ruri dalam memutuskan sesuatu membuat dirinya harus menderita walaupun sebenarnya ia mempunyai kesempatan untuk berbahagia. Oleh sebab itu bapak/ibu, saudara/i sedhamma kita harus berkonsentrasi dan berkesadaran selalu sehingga tidak akan ada kata sesal nantinya.&lt;br /&gt;Renungkanlah hal ini dan semoga bermanfaat. Sadhu…! Sadhu..! Sadhu…!&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6712330016487680080?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6712330016487680080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/bapak-hemarta-pentingnya-konsentrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6712330016487680080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6712330016487680080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/bapak-hemarta-pentingnya-konsentrasi.html' title='Bapak Hemarta : Pentingnya Konsentrasi'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0q0OOyB7mI/AAAAAAAAAjg/7tmC7dqGFwc/s72-c/concentration.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6697384387525413232</id><published>2010-01-11T12:05:00.002+07:00</published><updated>2010-01-11T12:08:59.671+07:00</updated><title type='text'>Janganlah pernah merasa takut jika mengingat akan kematian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0qyHDHUKWI/AAAAAAAAAjY/zvrh7qQBWlk/s1600-h/cof_vampire_coffin_box_lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0qyHDHUKWI/AAAAAAAAAjY/zvrh7qQBWlk/s200/cof_vampire_coffin_box_lg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425344535285999970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian Umum, 11 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol dan Penyalaan Lilin Altar : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Dhammadesana   : Anggota Sangha&lt;br /&gt;penulis : &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Baghavato Arahato Samma Sambuddhasa… (3 X)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebhaktian malam ini diisi dengan acara persembahyangan untuk memperingati 3 tahun meninggalnya Alm. Romo Pandita Karuna Atmaja dan memperingati 49 hari meninggalnya Alm. Bpk. Surya Pangadi. Dalam acara ini keluarga almarhum melakukan patidana guna melimpahkan jasa-jasa kepada Alm. Romo Pandita Karuna Atmaja dan Alm. Bpk. Surya Pangadi. Semoga dengan jasa-jasa kebajikan yang dilimpahkan almarhum dapat terlahir dialam yang berbahagia. Bebas dari segala penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah-tengah proses acara persembahyangan, Yang Mulia anggota Sangha memberikan dhammadesana tentang “Kematian”. Y.M. Bhante mengatakan bahwa kematian adalah sunyata (suatu kebenaran). Oleh karena itu jika kita menyadari kematian berarti kitad apat dikatakan berbahagia karena mengenali dharma (kebenaran). Dengan begitu maka dapat dikatakan orang-orang yang berada dalam ruangan ini adalah orang-orang yang berbahagia. Berbahagialah karena sudah mengenal dan mengingat dharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah pernah merasa takut jika mengingat akan kematian. Orang yang merasa takut bila mengingat kematian maka ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Sebenarnya terdapat berbagai manfaat jika kita mengingat kematian. Manfaat jika kita mengingat kematian adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Sesibuk apapun diri kita dengan mengingat kematian kita telah mempraktekkan dhamma. Dhamma adalah suatu kebenaran dengan menyadari kematian adalah hal yang pasti dan sunyata maka kita telah mempraktekkan dhamma.&lt;br /&gt;- Mengingat kematian akan menyadarkan kita akan kesunyataan&lt;br /&gt;- Mengingat kematian akan menguatkan kita dalam mempraktekkan dhamma&lt;br /&gt;- Mengingat kematian akan memotivasi kita dalam dhamma&lt;br /&gt;- Mengingat kematian membuat aktifitas semakin baik dan berkualitas&lt;br /&gt;- Mengingat kematian membuat kita akan selalu waspada. Seseorang yang ingat kematian, walaupun pekrjaanya sudah selesai dia akan tetap eling dan waspada sehingga membuat dirinya untuk selalu rendah hati.&lt;br /&gt;- Dengan begitu mengingat kematian akan membuat diri kita tidak akan menyesal ketika kematian menghampiri diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimanakah mengingat kematian dengan cara yang baik. Sebenarnya ada 3 jalan untuk mengingat kematian dengan cara yang baik yaitu dengan jalan:&lt;br /&gt;1. Yakinkanlah diri kita pasti mati&lt;br /&gt;2. Kapan ku mati pasti ku tak tau&lt;br /&gt;3. Bahwa setelah ku mati yang ku bawa hanyalah praktik dhamma, praktek tisarana kita lah yang akan menemani diri kita nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah acara patidana pada kebhaktian umum 18 Desember 2009. Semoga ringkasan ini dapat membawa manfaat bagi bapak/ibu serta saudara/i sedhamma.&lt;br /&gt;Sadhu..! Sadhu.,..! Sadhu..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6697384387525413232?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6697384387525413232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/janganlah-pernah-merasa-takut-jika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6697384387525413232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6697384387525413232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/janganlah-pernah-merasa-takut-jika.html' title='Janganlah pernah merasa takut jika mengingat akan kematian'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0qyHDHUKWI/AAAAAAAAAjY/zvrh7qQBWlk/s72-c/cof_vampire_coffin_box_lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8140978492146427776</id><published>2010-01-03T14:49:00.001+07:00</published><updated>2010-01-03T14:52:47.504+07:00</updated><title type='text'>Tahun baru 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BMo_cUxGI/AAAAAAAAAjQ/zzqjEDlbUhc/s1600-h/ist2_9805657-new-year-2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BMo_cUxGI/AAAAAAAAAjQ/zzqjEDlbUhc/s200/ist2_9805657-new-year-2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422418218462790754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini PMV SAG melaksanakan, tahun baru bersama, pertama- tama acara di buka dengan games, yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Gamas yang pertama adalah over ganti baju dalam games ini di perlukan kecepatan untuk memakai baju dan memberikannya ke teman yang lain unuk di pakai, dan teman yang memakai harus memilih lagi salah satu items-items yna disediakan panitia, dan games ini di ikuti oleh tiga kelompok, dan yang memenangkan games ini dalah kelompok kelompok ke tiga dendan waktu 7menit,37detik.&lt;br /&gt;Dan yang juara ke dua adalah kelompok dua dengan waktu, 7menit,56detik..&lt;br /&gt;Dan yang juara terakhir adalah kelompok ketiga dengan waktu 8menit, 9detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lalu kami melakukan games yang terakhir yaitu balon berjalan, sama serpeti games yang pertama,games ini di bagi menjadi 3kelompk, semua kelompok harus meniup balon dan balon tersebut di apit depan belakan oleh dua orang dan dua oang tersebut harus berbaris supaya balo tersebut tidak jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selain games kami juga melakukan peryukaan kado, seperti pada perrayaan natal.&lt;br /&gt;Dan mulailah seksi yang paling menegangkan yaitu pengumuman pemenang pelombaan mading&lt;br /&gt;.dan atas pertimbangan para juri-juri yang memenangkan pelombaan mading adalah kelompok 1.&lt;br /&gt;Dan juara ke duanya adalah kelompok dua.&lt;br /&gt;Dan juara ke tiganya siapa lagi kalua bukan kelompk tiga.&lt;br /&gt;Dan setelah pengumuman pemenang, di mulai pembagian hadiah.&lt;br /&gt;Setelah acara pembagian hadiah, inilah acara yang paling di tunggu-tunggu, yaitu makan-makan .&lt;br /&gt;Meskipun makanannya sederhana tapi rasanya luar biasa (tidak bisa di ungkapankan dengan kata-kata).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8140978492146427776?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8140978492146427776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/tahun-baru-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8140978492146427776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8140978492146427776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/tahun-baru-2009.html' title='Tahun baru 2009'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BMo_cUxGI/AAAAAAAAAjQ/zzqjEDlbUhc/s72-c/ist2_9805657-new-year-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6878549987634412427</id><published>2010-01-03T14:18:00.002+07:00</published><updated>2010-01-03T14:29:16.681+07:00</updated><title type='text'>Bpk Supriatno  Penyuluh agama Buddha dari DEPAG KARAWANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BF4RmtYDI/AAAAAAAAAjI/NKpd5TEZ4bY/s1600-h/main_mcdf13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BF4RmtYDI/AAAAAAAAAjI/NKpd5TEZ4bY/s200/main_mcdf13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422410784454828082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kebhaktian Umum, 13 November 2009&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Bpk Supriatno&lt;br /&gt;                 Penyuluh agama Buddha dari DEPAG KARAWANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema   : Kerukunan Umat Beragama&lt;br /&gt;Penulis   : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya…!&lt;br /&gt;Bapak Supriatno dalam Dhammadessananya menguraikan beberapa poin yaitu:&lt;br /&gt;- Di Depag Karawang, Bapak Supriatno selaku penyuluh agama Buddha diterima baik oleh pegawai yang lainnya. Mereka semua bersikap ramah dan baik karena umat Buddha di Karawang tidak pernah mebuat masalah/merugikan orang lain.&lt;br /&gt;- Kita selaku umat Buddha perlu menunjukkan indentitas diri sebagai agama Buddha di dalam KTP. Hal ini dikarenakan seberapa besar jumlah umat dapat dijadikan sebagai patokan pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan anggaran bantuan keagamaan.&lt;br /&gt;- Kehidupan toleransi beragama di Karawng cukup bagus dan umat Buddha di mana-mana diterima oleh umat lain. Hal ini dikarenaka dari jaman para Buddha dulu, agama Buddha tidak pernah melakukan kekerasan pada penganut agama dan kepercayaan lain.&lt;br /&gt;- Sang Buddha sendiri pernah menekankan kepada siswanya untuk selalu menghormati guru/ajaran yang lain atau ajaran yang lama.&lt;br /&gt;- Orang yang dapat menciptakan kerukunan adalah orang yang dapat memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat (lingkungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian umum tanggal 13 November 2009, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6878549987634412427?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6878549987634412427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/bpk-supriatno-penyuluh-agama-buddha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6878549987634412427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6878549987634412427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/bpk-supriatno-penyuluh-agama-buddha.html' title='Bpk Supriatno  Penyuluh agama Buddha dari DEPAG KARAWANG'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BF4RmtYDI/AAAAAAAAAjI/NKpd5TEZ4bY/s72-c/main_mcdf13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-7814485006779366671</id><published>2010-01-03T13:44:00.003+07:00</published><updated>2010-01-03T14:18:43.664+07:00</updated><title type='text'>Samanera Abhasaro : Dari terang menuju terang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BB-3GJ6-I/AAAAAAAAAjA/QknlN6DprCU/s1600-h/406394-7-candles-will-light-your-way.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BB-3GJ6-I/AAAAAAAAAjA/QknlN6DprCU/s200/406394-7-candles-will-light-your-way.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422406499551538146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Remaja,  28 November 2009&lt;br /&gt;Protokol     : Meylianawati Dewi&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar   :&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada   : Mira dan Nira&lt;br /&gt;Penulis     :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa …. (3 X)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Dhammadesana kebhaktian remaja di Vihara SURYA ADI GUNA diisi oleh Samanera Abhassaro. Beliau membabarkan Dhamma dessana tentang pandangan salah. Pandangan salah terdiri atas tiga macam yaitu:&lt;br /&gt;1. Pandangan yang menganggap semua perbuatan tidak ada akibatnya&lt;br /&gt;Contoh: ketika kita digigit nyamuk kemudian kita memukul si nyamuk, dan nyamuk itu pun mati. Apabila kita beranggapan bahwa perbuatan tersebut tidak ada akibatnya adalah salah. Perbuatan membunuh seekor nyamuk tetap membuat kita akan menanggung karma buruk dari perbuatan yang telah kita lakukan tersebut.&lt;br /&gt;2. Pandangan yang menganggap semua perbuatan tidak ada sebabnya atau menganggap suatu kejadian adalah tiba-tiba terjadi, atau telah ada yang mengatur.&lt;br /&gt;Pandangan ini adalah salah, karena sebenarnyas semua hal yang terjadi ada sebab-seba yang mendukungnya. Contohnya, pada hari ini kita dapat Vihara antara lain karena kita mempunyai waktu luang, karena ingin berbuat baik, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;3. Pandangan yang menganggap semua perbuatan itu tidak ada sebab dan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menguraikan tentang pandangan salah, kemudian samanera Abhassaro membahas tentang EMPAT MACAM KEBAHAGIAAN yang terdiri atas:&lt;br /&gt;1. Kebahagiaan yang timbul  karena kita memiliki sesuatu.&lt;br /&gt;Contohnya ketika kita memiliki HP baru atau kita mempunyai pacar baru maka kita akan merasakan kebahagiaan.&lt;br /&gt;2. Kebahagiaan yang timbul karena kita dapat menikmati sesuatu yang kita miliki.&lt;br /&gt;Contohnya ketila  kita dapat menikmati aplikasi-aplikasi yang ada di Hp baru kita.&lt;br /&gt;3. Kebahagian yang timbul karena kita tidak memiliki hutang.&lt;br /&gt;Contohnya ketika kita membeli Hp baru, dan kita membelinya dengan kontan bukan dengan utang. Dengan membeli kontan (tanpa utanag) maka kita tidak akan merasa malu dan pusing-&lt;br /&gt;4. Kebahagiaan tanpa cela.&lt;br /&gt;Contohnya kebahagiaan yang timbul karena kita jalankan sila dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir dhammadesana-Nya, Samanera memberika suatu empat perumpaan tentang alur kehidupan yang kita jalani, yaitu :&lt;br /&gt;1. Dari gelap menuju gelap, maksudnya adalah seseorang yang memiliki kehidupan yang sudah buruk akan tetapi dalam kehidupannya ia malah melakukan perbuatan buruk. Akibat dari perbuatan buruknya ini maka dia akan menjauh dari terang dan menuju ke arah semakin gelap.&lt;br /&gt;2. Dari gelap menuju terang, maksudnya adalah kehidupan seseorang yang memiliki kehidupan yang sudah buruk akan tetapi dalam kehidupannya ia melakukan perbuatan baik. Akibat dari perbuatan baiknya ini maka dia akan berjalandari arah gelap ke arah yang terang.&lt;br /&gt;3. Dari terang  menuju gelap, maksudnya adalah kehidupan seseorang yang memiliki kehidupan yang sangat baik akan tetapi dalam kehidupannya ia malah melakukan perbuatan buruk. Akibat dari perbuatan buruknya ini maka dia akan berjalan dari arah terang menuju ke arah yang gelap.&lt;br /&gt;4. Dari terang menuju terang, maksudnya adalah kehidupan seseorang yang memiliki kehidupan yang sangat baik dan dalam kehidupannya ia pun melakukan perbuatan baik. Akibat dari perbuatan baiknya ini maka membuat dia akan berjalan dari arah terang menuju ke arah yang terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samanera pun berpesan agar kami semua termasuk golongan manusia yang harus berjalan menuju ke arah terang. Lakukan perbuatan baik dan hindari perbuatan yang jahat. Demikianlah uraian ringkasan kebhaktian remaja, 28 November 2009. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu...! Sadhu...! Sadhu...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-7814485006779366671?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/7814485006779366671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/samanera-abhasaro-dari-terang-menuju.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7814485006779366671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7814485006779366671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2010/01/samanera-abhasaro-dari-terang-menuju.html' title='Samanera Abhasaro : Dari terang menuju terang'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/S0BB-3GJ6-I/AAAAAAAAAjA/QknlN6DprCU/s72-c/406394-7-candles-will-light-your-way.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-972285526082137901</id><published>2009-12-21T08:20:00.008+07:00</published><updated>2009-12-21T10:36:06.182+07:00</updated><title type='text'>Latih diri - studi meditasi aksi 2009</title><content type='html'>Kebaktian remaja, sabtu 19 Desember 2009&lt;br /&gt;Protokol : Dwi Yunantara &amp;amp; Try Atmaja&lt;br /&gt;Dhammapada : Meylianawati Dewi&lt;br /&gt;Pembicara : Grace&lt;br /&gt;Pembimbing Meditasi : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa 3 tahun telah berlalu sejak diadakannya Bina Widya ( Kegiatan pelatihan rutin Buddhis yang diselenggarakan oleh SEKBER-PMVBI Jawa Barat dalam belajar Dhamma dan meditasi ) tahun 2006 silam yang diadakan di Vihara Surya Adhi Guna Rengasdengklok. Di tahun 2009 ini, Bina Widya kembali diadakan di &lt;a href="http://bodhi-diepa.com/buddhis/"&gt;Vihara Bodhi Diepa&lt;/a&gt; Cikampek dengan nama &lt;a href="http://bodhi-diepa.com/buddhis/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=81:ld-sma-jawa-barat&amp;amp;catid=35:info&amp;amp;Itemid=82"&gt;LD-SMA&lt;/a&gt; ( latih diri - studi meditasi aksi ). Program pelatihan tahun ini, lebih menitik beratkan pada pelatihan diri dengan bermeditasi dan aksi pada waktu pelatihannya. Peserta yang hadir berasal dari remaja dan pemuda-pemudi Vihara-vihara yang tergabung dalam SEKBER PMVBI Jawa Barat. Sekitar 20 orang remaja dari Vihara Surya Adhi Guna sudah mendaftar sebagai peserta kegiatan ini, untuk itu pada malam hari ini Sdri. Grace Chandra meminta kepada Romo Pannajayo membimbing para calon peserta LD-SMA untuk berlatih meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi penjelasan meditasi, Romo menjelaskan bermacam-macam posisi duduk saat bermeditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teratai penuh ( full lotus / golden Buddha )&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7fU83CiJI/AAAAAAAAAiQ/jYOHwQQm6FM/s1600-h/posisi-lotus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7fU83CiJI/AAAAAAAAAiQ/jYOHwQQm6FM/s200/posisi-lotus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417512952800643218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teratai separuh ( half lotus )&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7jd1mzuqI/AAAAAAAAAig/pG6jflOwR9g/s1600-h/45023620.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7jd1mzuqI/AAAAAAAAAig/pG6jflOwR9g/s200/45023620.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417517503518849698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7kIXH59-I/AAAAAAAAAio/fviNz_Ih_ns/s1600-h/sukhasana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7kIXH59-I/AAAAAAAAAio/fviNz_Ih_ns/s200/sukhasana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417518234070546402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7kfdtUVHI/AAAAAAAAAiw/8-OMnwQADEU/s1600-h/cara_melakukan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7kfdtUVHI/AAAAAAAAAiw/8-OMnwQADEU/s200/cara_melakukan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417518630975067250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bermeditasi sambil diberi pengarahan oleh romo Pannajayo. Objek meditasi yang Romo anjurkan adalah keluar masuknya pernafasan. Sekitar 15 menit Dhammasala Vihara menjadi sangat hening, padahal pada kebaktian malam hari ini umat remaja yang hadir cukup banyak.&lt;br /&gt;Mungkin karena rasa keingin tahuan para umat untuk mencoba melatih meditasi.&lt;br /&gt;Saya sendiri pun sebenarnya sudah sangat lama tidak bermeditasi, padahal latihan konsentrasi adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Guru Agung kita. Pikiran kacau terus menemani saya sewaktu bermeditasi kali ini. Sampai pada akhirnya meditasi pun selesai.&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-972285526082137901?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/972285526082137901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/latih-diri-studi-meditasi-aksi-2009.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/972285526082137901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/972285526082137901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/latih-diri-studi-meditasi-aksi-2009.html' title='Latih diri - studi meditasi aksi 2009'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7fU83CiJI/AAAAAAAAAiQ/jYOHwQQm6FM/s72-c/posisi-lotus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4382414415218783312</id><published>2009-12-21T08:09:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T08:17:54.154+07:00</updated><title type='text'>Romo Rajiman : Persatuan dalam kelompok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7MdJs0oyI/AAAAAAAAAiI/uje9w8lIYn8/s1600-h/tangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7MdJs0oyI/AAAAAAAAAiI/uje9w8lIYn8/s200/tangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417492202965476130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian umum, 11 Desember 2009&lt;br /&gt;Protokol : Ibu Lilayani&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Ibu Uwat&lt;br /&gt;Pembaca Dhammapada : Ibu Soan Encom (Gatha 223 dan 224)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Bpk. Rajiman&lt;br /&gt;Tema : Persatuan Dalam Kelompok&lt;br /&gt;penulis : &lt;a href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa (3x)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh seorang pedagang pupuk membutuhkan petani dan petani membutuhkan tengkulak untuk menjual padinya.. dst.. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita wajib saling menghormati dan menghargai dengan tetangga atau orang yang ada di sekitar dengan kita. Jika kita melakukan hal tersebut maka persatuan dalam kelompok akan tercipta.&lt;br /&gt;Umumnya disaat kesulitan atau membutuhkan bantuan biasanya diri kita pastilah akan meminta bantuan yang paling terdekat yaitu tetangga kita. Sebagai contoh saat anak kita sakit parah dan membutuhkan bantuan pastilah bantuan dari tetangga diperlukan. Oleh karena itu perlakukanlah setiap tetangga anda seperti saudara anda. Sesuai dengan peribahasa yang mengatakan bahwa tetangga adalah saudara yang terdekat. Kehidupan harmonis di antara tetangga akan mendukung persatuan tetap terjaga.&lt;br /&gt;Persatuan tidak terjaga jika kita selalu bersikap membeda-bedakan antara sesama. Sebenarnya sikap perbedaan ini sangatlah tidak perlu dilakukan karena sebenarnya sama. Saat kita lahir kita sama-sama tidak membawa sesuatu, tidak membawa pangkat.Buddha, guru kita pun menghendaki kesejajaran antara umat manusia. Beliau menghapus sistem kasta.&lt;br /&gt;Pembantu dan tuannya sebenarnya sama hanya tugas dan pangkat saja yang membedakannya. Oleh karena itu jika kita memiliki pemabantu di rumah, perlakukanlah pembantu dengan baik. Janganlah menghina dan memperlakukan pembantu dengan kasar. Malah alangkah baiknya jika di moment tertentu kita mengumpulkan pembantu kita dan mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah mereka lakukan pada kita. Jika kita melakukan hal ini maka persatuan dan kerukunan pasti terjaga.&lt;br /&gt;Di akhir Dhammadesananya, Bapak Rajiman juga mengatakan bahwa kita menilai orang janganlah dari penampilan luarnya. Sebagai contoh jika ada 4 orang cewek yang terdiri dari cewek yang kaya dan cantik, cewek yang kaya dan baik, cewek yang miskin cantik dan cewek miskin kaya. Seharusnya kita memilih cewek yang baik. Hati lebih baik dibandingkan penampilan atau pembungkusnya saja.&lt;br /&gt;Demikianlah Dhammadesana tanggal 11 Desember 2009. Semoga bermanfaat. Sadhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4382414415218783312?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4382414415218783312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/romo-rajiman-persatuan-dalam-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4382414415218783312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4382414415218783312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/romo-rajiman-persatuan-dalam-kelompok.html' title='Romo Rajiman : Persatuan dalam kelompok'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7MdJs0oyI/AAAAAAAAAiI/uje9w8lIYn8/s72-c/tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3478353144549335566</id><published>2009-12-21T07:45:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T07:55:40.689+07:00</updated><title type='text'>4 hal untuk merubah pola hidup kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7G5L_InOI/AAAAAAAAAiA/OzhJXd9f3OY/s1600-h/st-michaels-mount-500.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7G5L_InOI/AAAAAAAAAiA/OzhJXd9f3OY/s200/st-michaels-mount-500.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417486087545724130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian umum, 04 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembaca Dhammapada : Ibu Encun Sukanta (Gatha 176 dan 177)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Y. M. Bhante Suddhasano&lt;br /&gt;penulis: &lt;a href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa (3x)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini orang sibuk membicarakan masalah kiamat 2012. Isu seperti ini sebenarnya mengingatkan kita untuk segera mungkin memupuk kebajikan. Kita harus semakin bersemangat memanfaatkan apa yang kita miliki untuk berbuat baik.&lt;br /&gt;Hidup dengan selalu membina diri agar selalu menjadi manusia yang lebih mulia sangatlah sulit. Malam ini Y. M. Bhante memberikan dhammadesana tentang empat hal yang harus kita lakukan untuk merubah pola hidup kita. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mencegah hal-hal buruk yang belum ada diri kita&lt;br /&gt;Contohnya yaitu jika diri kita yang bukan tipe suka marah-marah jangan sampai berubah menjadi suka marah-marah. Kita harus menjauhkan diri hal-hal yang buruk. Hal ini dapat dicapai dengan meditasi dan fangshen. Meditasi membuat diri kita selalu sadar dan mawas diri sehingga jika ada hal-hal buruk yang mendatangi diri kita maka kita akan tersadar untuk segera menjauhinya, Sedangkan fangshen membuat diri kita akan dipenuhi oleh cinta kasih sehingga kita dapat terbebas dari rasa memmbenci. Fangshen juga membuat diri kita selalu terlindung oleh kebajikan yang kita perbuat. Semakin banyak kita menolong orang maka akan semakin banyak kita terlindung oleh kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghilangkan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan&lt;br /&gt;Contoh: jika kita memiliki kebiasaan buruk yaitu mudah mengantuk maka kikis dan hilangkanlah kebiasaan buruk ini. Mengantuk berarti kesadaran kita lemah dan orang yang memiliki kesadaran lemah akan membuat diri kita cepat mati. Contohnya saja jika kita kesadaran lemah mungkin ketika menyebrang jalan kita akan mati tertabrak oleh kendaran yang lalu lalang. Kesadaran lemah membuat kita kurang berhati-hati dalam melakukan suatu kegiatan.&lt;br /&gt;Sesuai dengan Buddha katakana, “Orang yang sadar adalah orang yang hidup sedangkan orang yang tidak sadar dapat dikatakan tidak hidup walaupun sebenarnya dia hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menambah kebajikan yang belum pernah dilakukan&lt;br /&gt;Contohnya orang yang tidak suka meditasi menjadi suka meditasi. Hidup sebagai manusia adalah sangat sulit. Oleh karena itu lakukan kebajikan saat ini juga karena siapa tahu esok hari kematian menjemput kita!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan kebajikan yang sudah ada&lt;br /&gt;Bagi orang yang sudah sering bermeditasi sebaiknya lebih baik lebih ditingkatkan lagi. Kita haruslah meningkatkan kebajikan yang ada didalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita sering dengar bahwa: “Oleh diri sendiri kita berbuat kebajikan, oleh diri sendiri kita ternoda, oleh diri sendiri kita berbuat kebajikan dan oleh diri sendiri kita mecapai kesucian. Semua hal yang terjadi adalah karena oleh diri kita sendiri. Diri kitalah yang menentukan apakah diri kita akan menjadi orang yang baik atau tidak.&lt;br /&gt;Dewa kematian tidak mungkin datang mengetuk pintu untuk memberitahukan kematian kita. Oleh karena itu jangan menunda-nunda kebajikan sebelum kematian menjemput kita. Apabila seseorang mencintai diri sendiri maka mulai sekarang dia akan menjaga diri sebaik-baiknya. Menjaga diri dengan selalu menghindari segala perbuatan jahat dan selalu mendekatkan diri dengan kebajikan. Oleh karena itu jika sayang dan mencintai diri kita sendiri maka perbanyak dan kembangkan kebajikan dalam diri kita.&lt;br /&gt;Y. M. Bhante juga bercerita tentang “Cacing dan Kotorannya”. Pada cerita ini dikisahkan ada seekor cacing yang sangat menyukai tinggal di dalam kotoran. Walaupun kotoran sangat bau dan kotor tetapi sang cacing sangat menyukai makan dan hidup di dalam kotoran tersebut. Diri kita janganlah seperti cacing ini. Janganlah menjadi manusia yang apabila sudah diberitahu/diceramahin untuk meninggalkan kebiasaan buruk (kotoran) tapi tetap tidak mau!. Kita selaku manusia yang mulia seharusnya menjauhi kebiasan buruk (kotoran) dan merasa jijik dengan kebiasaan buruk (kotoran).&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhkatian umum, 04 Desember 2009. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu...! Sadhu…! Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3478353144549335566?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3478353144549335566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/4-hal-untuk-merubah-pola-hidup-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3478353144549335566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3478353144549335566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/12/4-hal-untuk-merubah-pola-hidup-kita.html' title='4 hal untuk merubah pola hidup kita'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sy7G5L_InOI/AAAAAAAAAiA/OzhJXd9f3OY/s72-c/st-michaels-mount-500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2447414350045262694</id><published>2009-11-09T19:40:00.004+07:00</published><updated>2009-11-09T19:42:30.432+07:00</updated><title type='text'>Bhante Upasammo : Sunguh sulit untuk mendengarkan ajaran  kebenaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgN4EsvD5I/AAAAAAAAAh4/flX3cmGsBcQ/s1600-h/11_12_52---Electric-Light-Bulb_web.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgN4EsvD5I/AAAAAAAAAh4/flX3cmGsBcQ/s200/11_12_52---Electric-Light-Bulb_web.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402083010016120722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Umum, 06 November 2009&lt;br /&gt;Protokol                : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar         : Bpk.Aen&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada    : Ibu Vina (gatha 152 dan 153)&lt;br /&gt;Dhammadesana            : Y. M. Bhante Upasamo&lt;br /&gt;                    dari Vihara Dhammacakkha Jaya, Sunter&lt;br /&gt;Tema                : Kiccham saddhammasavanam&lt;br /&gt;                                              (Sungguh sulit untuk mendengarkan ajaran&lt;br /&gt;                                              kebenaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Malam ini untuk kedua kalinya Y. M. Bhante Upasamo mengisi Dhammadesana di Vihara Surya Adhi Guna, Rengasdengklok. Pada kesempatan ini Bhante membahas tentang bait Dhammapada gatha 182 baris ketiga yang berbunyi "Kiccham saddhammasavanam", yang berarti sungguh sulit untuk mendengarkan ajaran kebenaran (Dhamma).&lt;br /&gt;  Dalam Anguttara Nikaya disebutkan bahwa suatu ajaran dapat dikatakan sebagai ajaran kebenaran apabila ajaran tersebut memenuhi 8 kriteria. Sang Buddha berkata, "Itu adalah Dhamma, itu adalah Vinaya, dan itu adalah ajaran Sang Guru jika ajaran tersebut:&lt;br /&gt;1. Ajaran itu mengajarkan tanpa nafsu&lt;br /&gt;2. Ajaran itu bebas dari kemelekatan&lt;br /&gt;3. Ajaran itu menuju pada pelepasan&lt;br /&gt;4. Ajaran itu menuju pada sedikit keinginan&lt;br /&gt;5. Ajaran itu mengajarkan pada kepuasan&lt;br /&gt;6. Ajaran itu mengajarkan pada kesendirian&lt;br /&gt;7. Ajaran itu mengajarkan pada membangkitkan semangat, bukan pada&lt;br /&gt;  kelembaman&lt;br /&gt;8. Ajaran itu mengajarkan pada kesederhanaan bukan pada kemewahan&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Untuk mendengarkan dhamma tidaklah mudah dan perlu prose yang panjang, Sebagai contoh Bhante Upasamo dapat datang ke Vihara Surya Adhi Guna untuk membabarkan Dhamma karena Bhante sudah menjalani kehidupan samanera selama dua tahun dan ada umat yang bersedia antar jemput Beliau Jakarta-Rengasdengklok. Oleh karena itu kita harus menghargai dan mendengarkan Dhamma karena sungguh sulit untuk melakukan pembabaran Dhamma. Walaupun yang membabarkan Dhamma kurang mahir dan ajarannya sederhana kita patut mendengarkan dan mengambil manfaat dari pembabaran Dhammanya.&lt;br /&gt;  Kita patut menghargai pembabar Dhamma karena menjadi pembabar Dhamma tidaklah mudah dan agak riskan. Terkadang apabila seorang pembabar Dhamma mempunyai perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran yang dia babarkan maka hal ini akan dipertanyakan oleh orang yang mendengarnya. Sebenarnya jika kita mendengarkan Dhamma dari seseorang yang perbuatannya tidak ideal dengan ajarannya bukan berarti kita tidak perlu mendengarkannya. Kita tetap masih dapat memperoleh manfaat jika kita tetap mendengarkan dan mempraktekkan ajarannya.&lt;br /&gt;  Begitu pula jika ada seorang Dhammaduta memberikan ajaran yang sederhana, kita pun harus tetap mendengarkan. Ada sebuah cerita seorang guru yang selalu mengajarkan ajaran yang sederhana, semua ajarannya hampir sama dan diulang-ulang. Suatu hari sang Murid bertanya pada Gurunya, "Guru.., mengapa Guru selalu mengajarkan ajaran yang sederhana, hampir sama dan selalu diulang-ulang." Lalu sang Guru menjawab, "Memang betul ajaranku sederhana dan seringkali diulang-ulang. Akan tetapi apakah kamu sudah dapat melakukan dengan baik ajaranku yang sederhana tersebut?." Sang murid pun tersentak dan tersadar. Ia menyadari walaupun sungguh sederhana ajaran Gurunya tetapi ia belum dapat mempraktekkannya dengan baik.&lt;br /&gt;  Dalam Anguttara Nikaya dikatakan ada 5 manfaat yang dapat kita peroleh dari mendengarkan Dhamma yaitu:&lt;br /&gt;1. Mendengar sesuatu yang belum pernah di dengar&lt;br /&gt;2. Memantapkan atau mengingat kembali apa yang sudah didengarkan&lt;br /&gt;3. Keragu-raguannya hilang&lt;br /&gt;4. Meluruskan pandangan&lt;br /&gt;5. Batin menjadi  tenang dan damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kita umat Buddha berangkat ke Vihara dengan berbagai alasan yaitu: merasa akab dengan pembicaranya sehingga merasa perlu mendengarkan dhammadesananya; merasa pergi ke Vihara dapat mengisi waktu luangnya; datang karena takut dikatakan malas; atau untuk menguji dengar bagaimana kemampuan Dhammaduta yang mengisi kebhaktian pada saat itu. Walaupun datang ke Vihara dengan berbagai alasan yang tidak sama tetapi sungguh beruntung kita dapat datang ke Vihara dan mendengarkan Dhamma. Dapat kita bayangkan kalau kita tidak mendengarkan Dhamma maka diri kita tak kan sebaik sekarang ini. Dahulu kita menganggap perbuatan amoral adalah baik akan tetapi setelah mendengarkan Dhamma pastilah kita tidak mau melakukan perbuatan amoral lagi.&lt;br /&gt;  Saat ini untuk bertemu dengan Dhamma semakin mudah karena buku-buku Dhamma semakin banyak dan Vihara semakin banyak. Hal ini sangatlah bagus. Oleh sebab itu janganlah disia-siakan.&lt;br /&gt;  Sebelum menutup Dhammadesananya. Bhante menganjurkan kami agar tidak melihat siapa yang membabarkan Dhamma tetapi lihatlah ke dalam, lihat apa yang dapat kita praktekkan. Dengan jalan ini maka kita mendapatkan manfaat untuk berubah dari tidak baik menjadi baik.&lt;br /&gt;  Demikian Dhammadesana dari Bhante Upasamo, Semoga Bermanfaat. Sadhu...! Sadhu...! Sadhu...!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2447414350045262694?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2447414350045262694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/11/bhante-upasammo-sunguh-sulit-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2447414350045262694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2447414350045262694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/11/bhante-upasammo-sunguh-sulit-untuk.html' title='Bhante Upasammo : Sunguh sulit untuk mendengarkan ajaran  kebenaran'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgN4EsvD5I/AAAAAAAAAh4/flX3cmGsBcQ/s72-c/11_12_52---Electric-Light-Bulb_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5502874514599731645</id><published>2009-11-09T19:29:00.004+07:00</published><updated>2009-11-09T19:37:35.120+07:00</updated><title type='text'>Grace Chandra : English Buddhism</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgL3RM6UgI/AAAAAAAAAhw/ZqWteGOoF9g/s1600-h/sangharakshita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgL3RM6UgI/AAAAAAAAAhw/ZqWteGOoF9g/s200/sangharakshita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402080797169177090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Remaja, 31 Oktober 2009&lt;br /&gt;Protokol            : Ratna Sari&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar    : Tasya&lt;br /&gt;Dhammapada        : Mira dan Nanda&lt;br /&gt;Dhammadesana        : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya..,&lt;br /&gt;Dua hari sebelum kebhaktian remaja saya sudah merencanakan untuk mengisi kebhaktian remaja 31 Oktober dengan suatu artikel singkat berbahasa Inggris yang saya peroleh dari Samanera Abhassaro, Artikel ini berjudul "Buddhism" yang mengulas tentang perkembangan agama Buddha dahulu pada jaman Buddha hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal acara saya meminta anak-anak remaja untuk duduk melingkar. Lalu saya memberi waktu sekitar 10 menit kepada masing-masing anak remaja untuk membaca artikel itu. Dengan anusias dan penuh perhatian mereka semuanya membaca artikel tersebut. Akhirnya waktu pun sudah menunjukkan jam 19.40 lalu saya pun meminta para remaja untuk membaca artikel secara bergiliran dan menerjemahkannya. Setelah selesai membaca kemudian 10 soal yang ada di artikel pun dijawab secara bergiliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kemudian saya lanjutkan dengan TTS agar suasana menjadi lebih rileks. TTS Buddhis ini pun merupakan kiriman dari Samanera Abhassaro. Para remaja dengan gembira dan bersemangat mengisi TTS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara malam ini merupakan salah satu variasi pengisian acara kebhaktian di Vihara agar lebih variatif dan tak jenuh. Dengan acara ini kami dapat belajar bahasa inggris tapi kami juga belajar Dhamma. Selain itu suasana keakraban pun jadi semakin tercipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhism&lt;br /&gt;Buddhism come from the word Buddha. Buddha was a person. He lived more than two thousand five hundred years ago in India. His family was rich. He lived in a beautiful house with many servants One day when he went out of his house, he saw many poor and unhappy people. He looked out at them. Hea sked himself these questions, "Why are people so unhappy? How can people be happy"&lt;br /&gt;When he was twenty nine years old, he left his family and his beautiful home. He went out into the world to find the answers. He tried many ways. He studied with teachers but they did not answers his questions  After this he tried another way. He lived in the forest  He hurt his body. He did not eat for many days. He tried to get away from his body. But thid did not give him the answers to his questions.&lt;br /&gt;Then he sat down under a Bodhi tree and he thought. He sat for forty-nine days. After this time he learned something from himself. He became at the Buddha. His questions were answered. People are unhappy because they wants things. They are always looking for food, money and other things. When a man does not want things, he is free. He does not think about himself. He dos not think about tomorrow. He is kind to others.&lt;br /&gt;Buddha died when he was eighty years old. During his life he travelled to many places. He taught many people. He had many students. A follower of Buddha is called a Buddhist. Some Buddhist become monks. Monks do not work. They do nor have money. They are given their food by other people. They wear a long yelloy piece of cloth. They cut off their hair. They usually do not wear anything on their feet. They pray and think. Early in the morning the monk wals along the street. He carries a bowl. People stop him and give him food. He can not ask for food. A monk's life is not easy. He tries to get away froem the world. He tries to follow the teachings of Buddha.&lt;br /&gt;In Thailand any man can be a monk. Many people become monks for a short time, usually three months. This happens during the wet season in Thailand. This time as a monk is very important for Thai men. They do not llive with their family then. They go to live and study in a monk's house. After three  months they go back to their own life. Some are monks for a longer time. They study the teachings of Buddha. These are his teachings. Life is not happy. It is like this because people always want things. When people do not want things, they will be happy. You can learn to do this when you study Buddha's teachings. Buddha teachings were not written down until two or three hundred years after he died. Before this people just remembered them and told them to others.&lt;br /&gt;There is more than one kind of Buddhism. All Buddhis follow the teachings of Buddha but they are not always the same. Buddhism in Japan is a little different from Thai Buddhism. People understand the teachings of Buddha in different ways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qustion Buddhism:&lt;br /&gt;1. Buddha lived&lt;br /&gt;a. five hundred years ago&lt;br /&gt;b.one thousand years ago&lt;br /&gt;c. two thousand years ago&lt;br /&gt;d. more than two thousand years ago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. When he was a child, Buddha was&lt;br /&gt;a. Very poor&lt;br /&gt;b. rich&lt;br /&gt;c. happy&lt;br /&gt;d. very ill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buddha left his home because&lt;br /&gt;a. he did not like his parents&lt;br /&gt;b. he wanted answers for his questions&lt;br /&gt;c. he wanted to travel&lt;br /&gt;d. he wanted to meet people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. After Buddha left home, he first&lt;br /&gt;a. went to Thailand&lt;br /&gt;b. lived in the forest&lt;br /&gt;c. studied with teachers&lt;br /&gt;d. sat and thought&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buddha did not eat and he hurt himselft because&lt;br /&gt;a. he wanted die&lt;br /&gt;b. he was very unhappy&lt;br /&gt;c. he wanted to learn something&lt;br /&gt;d. he was angry at himself&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buddha learned this. Man is unhappy because&lt;br /&gt;a. he wants things&lt;br /&gt;b. he is poor&lt;br /&gt;c. he does not believe in God&lt;br /&gt;d. he does not think about tomorrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. A Buddhist monk&lt;br /&gt;a. Works&lt;br /&gt;b. asks for his food&lt;br /&gt;c. has long hair&lt;br /&gt;d. does not have money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. The clothes of the monk are&lt;br /&gt;a. grey&lt;br /&gt;b. white&lt;br /&gt;c. yellow&lt;br /&gt;d. many colours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. In Thailand most men become monks for&lt;br /&gt;a. one month&lt;br /&gt;b. three months&lt;br /&gt;c. a year&lt;br /&gt;d. two years&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. We still know Buddha's teachings because&lt;br /&gt;  a. people always told them to each other&lt;br /&gt;  b. Buddha wrote them in three books&lt;br /&gt;  c. they were written in stone before Buddha died&lt;br /&gt;  d. Buddha still teaches them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the answers:&lt;br /&gt;1. d; 2. b; 3. b; 4. c; 5. c; 6. a; 7. d; 8. c; 9. b; 10. a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian remaja tanggal 31 Oktober 2009. Semoga ringkasan ini bermanfaat. Selain itu saya juga ucapkan terima kasih kepada Samanera Abhassaro yang telah mengrimkan suatu artikel dan TTS untuk digunakan dalam kebhaktian kami. Selamat berjuang Samanera dan Semoga Samanera segera mencapai pencerahan. Sadhu...! Sadhu...! Sadhu...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5502874514599731645?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5502874514599731645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/11/grace-chandra-english-buddhism.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5502874514599731645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5502874514599731645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/11/grace-chandra-english-buddhism.html' title='Grace Chandra : English Buddhism'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SvgL3RM6UgI/AAAAAAAAAhw/ZqWteGOoF9g/s72-c/sangharakshita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4456158093045554239</id><published>2009-10-30T21:06:00.006+07:00</published><updated>2009-10-30T22:15:29.272+07:00</updated><title type='text'>Sidhi : Kalyanamitta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sur_4jewy1I/AAAAAAAAAho/8T7QqcTTbvs/s1600-h/friendship.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sur_4jewy1I/AAAAAAAAAho/8T7QqcTTbvs/s200/friendship.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398408450418985810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 24 Oktober 2009&lt;br /&gt;Dhammadesana : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dhammapada : Tommy&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang hari yang cukup istimewa pada kebaktian remaja kali ini. Kenapa? karena pada kebaktian kali ini, Sidhi A.T. yang merupakan Ketua dari PMV SAG 2009-2010 bersedia untuk mengisi Dhammadesana kali ini. Saya sendiri mengenal sosok Sidhi belum lama. Sekilas, Sidhi terlihat pendiam, malu-malu dan grogian. Tapi hari ini, pandangan saya tentang ketua PMV yang baru ini berubah. Walau cara berbicara yang dibawakannya tidak sebagus penceramah lainnya karena aksen pembicaraanya yang belum terbiasa, tapi saya sungguh kagum dengan sosok ketua PMV yang satu ini. Sama seperti halnya &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Yessica F.S.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; yang sebelum menjadi ketua PMV 2008-2009 agak pendiam, setelah menjadi ketua PMV, menjadi lebih aktif. Saya yakin, apabila terus dilatih, Sidhi pun akan bisa menjadi pembicara yang baik.&lt;br /&gt;Isi dari Dhammadesana yang Sidhi bawakan sangat bagus, seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalyanamitta berasal dari kata Kalyana yang artinya teman dan Mitta yang artinya baik atau bagus. Jadi Kalyanamitta berarti teman yang baik atau bagus yang dapat menjadikan diri kita selalu waspada dalam menempuh kehidupan dunia dan setelah meninggal. Terdapat empat macam sahabat yang dipandang berhati tulus ( suhada ) : yaitu sahabat penolong ( upakaro mitto ), sahabat pada waktu senang dan susah ( samanasukha dukkhomitto ), sahabat yang memberi nasehat baik ( atthakhayamitto), dan sahabat yang bersimpati ( anukampakamitto ).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri sahabat yang suka menolong ( Upakaromitto ) adalah :&lt;br /&gt;     1. Ia yang menjaga dirimu sewaktu lengah;&lt;br /&gt;     2. Ia yang menjaga dirimu sewaktu engkau lengah;&lt;br /&gt;     3. Ia yang menjaga dirimu sewaktu dalam ketakutan;&lt;br /&gt;     4. Ia memberi bantuan dua kali daripada yang engkau perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ciri-ciri sahabat pada waktu senang dan susah ( Samanasukha dukhomitto )&lt;br /&gt;     1. Ia menceritakan rahasia-rahasia dirinya kepadamu;&lt;br /&gt;     2. Ia menjaga rahasia-rahasia dirimu;&lt;br /&gt;     3. Ia tidak meninggalkan dirimu sewaktu engkau berada dalam kesulitan;&lt;br /&gt;     4. Ia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya demi kepentinganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ciri-ciri sahabat yang memberi nasehat baik ( Atthakhayamitto ) yaitu:&lt;br /&gt;     1. Ia mencegah dirimu berbuat jahat;&lt;br /&gt;     2. Ia menganjurkan dirimu untuk berbuat benar;&lt;br /&gt;     3. Ia memberitahukan apa yang belum pernah engkau dengar;&lt;br /&gt;     4. Ia menunjukan jalan ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ciri-ciri sahabat yang bersimpati ( Anukampakamitto )&lt;br /&gt;     1. Ia tidak merasa gembira terhadap kesengsaraanmu;&lt;br /&gt;     2. Ia merasa senang atas kesejahteraanmu;&lt;br /&gt;     3. Ia mencegah orang lain berbicara jelek tentang dirimu;&lt;br /&gt;     4. Ia membenarkan orang lain memujimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akalyanamitta ( Teman yang tidak baik )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akalyanamitta artinya teman atau kawan yang tidak baik atau jahat yang berkeinginan untuk menjerumuskan diri kita sehingga mengalami penderitaan ( dukkha ). Terdapat empat orang yang harus dipandang sebagai musuh yang berpura-pura sebagai sahabat (amittamittapatirupapaka) yaitu : orang yang tamak ( Annadathuro ), orang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat sesuatu ( Vaci paramo ), penjilat ( Annuppiyabhani ) dan kawan pemboros ( Apayasahayo ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri orang yang berpura-pura sebagai sahabat ( Annadathuharo ) yaitu:&lt;br /&gt;     1. Ia yang tamak;&lt;br /&gt;     2. Ia memberi sedikit dan meminta banyak;&lt;br /&gt;     3. Ia melakukan kewajibannya karena takut;&lt;br /&gt;     4. Ia hanya ingat akan kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ciri-ciri seorang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat sesuatu ( Vaci paramo ) yaitu:&lt;br /&gt;     1. Ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal yang lampau;&lt;br /&gt;     2. Ia yang menyatakan persahabatan berkenaan dengan hal-hal yang mendatang;&lt;br /&gt;     3. Ia berusaha untuk mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong;&lt;br /&gt;     4. Bila ada kesempatan untuk membantu, ia menyatakan tidak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ciri-ciri seorang penjilat ( Annupiyabhani ) yang berpura-pura sebagai sahabat yaitu:&lt;br /&gt;     1. Ia menyetujui hal-hal yang salah;&lt;br /&gt;     2. Ia tidak menganjurkan hal-hal yang benar;&lt;br /&gt;     3. Ia akan memuji dihadapanmu;&lt;br /&gt;     4. Ia berbicara jelek tentang dirimu dihadapan orang-orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ciri-ciri seorang pemboros ( Apayasahayo ) yang berpura-pura sebagai sahabat yaitu:&lt;br /&gt;     1. Ia menjadi kawanmu apabila enkau gemar minum minuman keras;&lt;br /&gt;     2. Ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar berkeliaran di jalan-jalan pada waktu yang tidak pantas;&lt;br /&gt;     3. Ia menjadi kawanmu apabila engkau mengejar tempat-tempat hiburan;&lt;br /&gt;     4. Ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar berjudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4456158093045554239?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4456158093045554239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/sidhi-kalyanamitta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4456158093045554239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4456158093045554239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/sidhi-kalyanamitta.html' title='Sidhi : Kalyanamitta'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sur_4jewy1I/AAAAAAAAAho/8T7QqcTTbvs/s72-c/friendship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6129303840147306046</id><published>2009-10-23T21:36:00.002+07:00</published><updated>2009-10-23T21:38:50.661+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo : Hiri &amp; Ottapa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG_ieFFvYI/AAAAAAAAAhg/q4MlOZs6xbo/s1600-h/ShyBear+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG_ieFFvYI/AAAAAAAAAhg/q4MlOZs6xbo/s200/ShyBear+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395804427477433730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Umum, Jumat 23 Oktober 2009&lt;br /&gt;Pemimpin kebaktian : Uu Dharmawan&lt;br /&gt;Dhammadesana : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah minggu ke 4 kebaktian umum bulan Oktober. Suasana Hari Raya Kathina masih terasa begitu pekat tatkala setiap Vihara di Kabupaten Karawang dan sekitarnya masing-masing mengadakan perayaan Kathina. Pada kebaktian malam hari ini Romo Pannajayo membahas mengenai Hiri dan Ottapa. Yakni malu dan takut untuk berbuat jahat. Pada prinsipnya Hiri dan Ottapa ini bisa timbul pada bathin masing-masing orang dengan dilandasi pengetahuan yang benar tentang sebab dan akibat perbuatan yang kita lakukan. Setelah kita mempunyai pengetahuan tentang sebab dan akibat dari perbuatan yang kita lakukan, akan timbul pemikiran untuk malu berbuat yang tidak baik dan juga akan takut akan akibat dari perbuatan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui sebab dan akibat perbuatan yang kita lakukan, kita pastilah akan berpikir dua kali untuk melakukan perbuatan yang kurang sesuai menurut Dhamma. Dengan mengalami sendiri sebab dan akibat perbuatan yang tidak baik, kita sudah tentu akan memahami maksud dari Hiri dan Ottapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiri dan Ottapa bisa juga timbul dari lingkungan sekitar kita yang mendorong kita untuk malu dan takut berbuat jahat.  Apabila orang tua kita adalah orang yang mempunyai nama baik, kita dengan sendirinya akan berusaha untuk menghindari perbuatan yang dapat merusak nama baik orang tua kita. Apabila sanak saudara kita rajin menolong orang lain, dengan sendirinya pula, kita akan memiliki kebiasaan menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hal ini perlu kira terus ingat, Hiri dan Ottapa. Malu untuk berbuat jahat, takut akan hasil dari perbuatan yang kita lakukan. Demikian ringkasan Dhammadesana Romo Pannajayo yang disampaikan, Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6129303840147306046?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6129303840147306046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/romo-pannajayo-hiri-ottapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6129303840147306046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6129303840147306046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/romo-pannajayo-hiri-ottapa.html' title='Romo Pannajayo : Hiri &amp; Ottapa'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG_ieFFvYI/AAAAAAAAAhg/q4MlOZs6xbo/s72-c/ShyBear+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3351501479846407942</id><published>2009-10-19T19:19:00.004+07:00</published><updated>2009-10-19T19:26:47.381+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Hari Kathina 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/StxZgf2lQkI/AAAAAAAAAhI/6ZTqD7h-2zM/s1600-h/kathina+Vihara+Surya+Adhi+Guna+2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/StxZgf2lQkI/AAAAAAAAAhI/6ZTqD7h-2zM/s200/kathina+Vihara+Surya+Adhi+Guna+2009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394284868524130882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembawa acara : Ibu Lilayani&lt;br /&gt;Pemimpin kebaktian : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Bhikkhu Sangha dari Sangha Agung Indonesia&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam yang berbahagia ini, adalah hari yang kesekian kalinya saya merayakan hari Raya Kathina. Waktu terasa begitu cepat, rasa-rasanya baru beberapa hari yang lalu saya merayakan hari Kathina tahun 2008 di Vihara Surya Adhi Guna. Antusias para umat Buddha Rengasdengklok dan sekitarnya terlihat begitu besar pada hari raya ini. Hal ini terbukti dari banyaknya para umat yang biasanya absen datang ke vihara, pada hari ini terlihat hadir. Khusus untuk berdana kepada Sangha. Terlihat juga Bpk. Natala Sumeda ( Ketua Vihara Buddha Dhamma Karawang,) Bpk. Ian Alexander ( Ketua yayasan Sanghamitta Karawang ), juga Ibu Padumawati bersama umat Vihara Bodhi Diepa Cikampek turut hadir untuk mengikuti Sangha Dana di Vihara Surya Adhi Guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang agak telat hari ini. Sesampai di Vihara, Ryan, &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000026053858" target="_blank"&gt;Dwi Yunantara&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt; Meylianawati Dewi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sedang berlatih membacakan Nidhikanda Sutta ( Sutta tentang berkah ) yang dibimbing oleh Sdri. Grace Chandra. Setelah memasuki Dhammasala, terlihat ada 9 anggota Sangha yang hadir pada Kathina tahun ini. Salah satunya adalah YM Bhikkhu Dharmavimala Thera yang tepat pada minggu lalu merayakan Vassa ke 18. 9 anggota Sangha duduk di depan altar vihara, bukanlah pemandangan yang biasa. Mungkin tidak setahun sekali, vihara kami kadatangan Anggota Sangha sampai sebanyak ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembacaan paritta selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan Nidhikanda Sutta. Sutta tentang berkah yang kerap kali dibacakan saat perayaan Kathina. Lalu acara dilanjutkan dengan Dhammadesana dari Anggota Sangha. Dari 9 anggota Sangha yang hadir pada kebaktian kali ini, Saya tidak tahu nama Bhikkhu yang berceramah pada kesempatan kali ini. Bhante membabarkan Dhamma mengenai hari Kathina yang tidak dimulai dari 10 atau 20 tahun belakangan ini. Hari Kathina ada sejak jaman Buddha Gaotama masih hidup. Inti dari hari Kathina adalah Bakti umat kepada Sangha dan memberi. Kita sebagai manusia patut memberi sebagai tabungan kamma baik yang paling mudah dilakukan. Bhante juga bercerita tentang seseorang yang sangat pelit semasa hidupnya. Walaupun kaya tapi ia tidak pernah berdana sedikitpun untuk para pertapa atau pun orang-orang sekelilingnya yang kesusahan. Orang tersebut sangat melekat pada rumah dan harta kekayaan yang dimilikinya. Suatu hari, disaat tabungan kamma baiknya telah habis, ia meninggal dunia secara mendadak. Ia terlahir kembali menjadi anjing di rumahnya sendiri. Suatu ketika, Guru Buddha bersama murid-muridnya berpindapatta melewati rumah dimana anjing tersebut tinggal. Melihat Guru Buddha sedang berpindapatta bersama murid-muridnya, anjing tersebut mengggong-gong. Lalu Guru Buddha berkata pada anjing tersebut dengan memanggil namanya ketika ia masih terlahir sebagai pemilik rumah tersebut. Mendengar apa yang diucapkan Guru Buddha, anak sipemilik rumah, Shuba, menjadi marah dan berniat untuk menegur Guru Buddha. “Guru kenapa anda memanggil nama anjing ini, dengan nama ayah saya?.. ” tanya Subha. Lalu Guru Buddha menjawab, “ Subha, dia memang ayahmu sebelum kelahirannya manjadi anjing. ”  “ Tidak mungkin ayah saya terlahir menjadi anjing. Kami adalah keluarga bangsawan, setelah meninggal, keluarga kami akan terlahir di surga. ” Subha menyangkal pertanyaan Guru Buddha. Lalu Guru Buddha menjawab, “ Subha, apakah warisan yang diberikan oleh ayahmu sudah diwariskan semuanya kepadamu?”.. “ Kayanya belum semua Guru. ” Lalu Guru Buddha melanjutkan, “ untuk mendapatkan warisan tersebut, sesampai dirumah, kamu buatkan susu &amp;amp; bubur untuk anjing itu. Lalu setelah anjing itu makan, kamu berbisiklah padanya, “ Ayah, dimanakah harta yang belum kau berikan padaku? ” ”. Lalu Bhante menanyakan hal tersebut para umat, jika anda diminta bertanya hal seperti itu kepada seekor anjing, apakah anda akan melakukannya?..&lt;br /&gt;Subha berpikir, apabila apa yang dikatakan Guru Buddha salah, ia akan berkeliling kampung untuk memberitahukan bahwa apa Guru Buddha adalah pembohong besar. Tapi apabila apa yang dikatakan Guru Buddha benar adanya, maka ia akan mendapatkan keuntungan, yakni harta warisan yang belum diberikan oleh ayahnya. Subha mengikuti apa yang Buddha sarankan kepadanya, ia memberi bubur &amp;amp; susu kepada anjing yang dulunya adalah ayahnya sendiri. Setelah kenyang, akhirnya Subha berbisik kepada anjing tersebut,  “ Ayah, dimana kau simpan hartamu, yang belum kau berikan padaku?.. ” mendengar bisikan tersebut, anjing tersebut lalu berjalan ke sudut rumah dan mulai menggali tanah. Tidak berapa lama kemudian, terlihatlah kepingan emas yang disimpan oleh ayahnya yang masih hidup. Lalu anjing tersebut berjalan kembali ke sudut yang satunya, ditemukan lagi kepingan emas. Dan keseluruhan ada 3 titik, masing-masing 100 ribu keping emas. Apa yang dikatakan Guru Buddha memang terbukti. Kekikiran membuat orang menjadi lebih sulit untuk menjalani kehidupan. Hasil langsung dari berdana adalah, mendapatkan kebahagian untuk diri kita sendiri. Setelah berbuat bajik, kita menjadi lebih happy, lebih damai. Lalu dengan berdana, kita akan disenangi oleh banyak orang. Dan dengan berdana, kita akan terlahir di alam yang berbahagia. Salah satu contohnya adalah Dhamika. Dhamika adalah murid Buddha yang sangat gemar berdana. Ia sering kali mengajak teman-temannya untuk berdana. Suatu ketika, YA Bhante Mogalana berjalan-jalan ke surga. Beliau melihat banyak istana yang sangat indah, di istana tersebut, beliau melihat dewa dan dewi yang tinggal. Lalu Bhante bertanya kepada salah seorang dewi, “ Dewi, apa yang telah kamu perbuat, hingga kamu bisa terlahir di alam dewa ini dengan istana yang begitu besar? ”  Lalu dewi tersebut menjawab “ Tidak banyak yang saya lakukan Bhante, semasa hidup, saya hanya tidak pernah marah terhadap suami saya.” Lalu Bhante bertanya kapada para umat yang hadir, apa ibu-ibu bisa tidak marah kepada suami anda masing-masing?.. Ibu-ibu tertawa mendengar pertanyaan tersebut. Lalu Bhante meneruskan ceritanya mengenai perjalanan YA Bhante Mogalana ke surga. Setelah berbicara dengan dewi tersebut, Bhante Mogalana melihat sebuah istana yang sangat besar, tapi masih kosong penghuninya. Lalu Bhante Mogalana bertanya kepada para dewa yang istananya tidak jauh dari istana tersebut, “ Istana siapakah yang kosong ini? ” Lalu sesosok dewa menjawab, “ Itu adalah istana milik Dhamika, pemiliknya masih hidup, jadi istananya di alam dewa ini masih kosong. ” Mendengar pertanyaan tersebut, Bhante Mogalana segera kembali ke Dunia manusia lalu menceritakan apa yang ditemukannya dan bertanya kepada Guru Buddha, “ Bhante apakah betul, orang yang masih hidup bisa menimbun jasa kebajikan di alam surga? ” Lalu Guru Buddha menjawab, “ Betul, Orang yang belum meninggal pun bisa menimbun jasa kebajikannya di alam surga. ” Jadi kita sebagai umat awam harus terus berbuat baik untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Setelah Dhammadesana selesai, acara dilanjutkan dengan Sangha Dana. Umat berbaris untuk berdana Sangha. Karena begitu banyak umat yang hadir pada kebaktian malam hari ini, barisan menjadi sangat panjang dan antrian pun memakan waktu hampir setengah jam. Setelah berdana, kebaktian ditutup dan umat dipersilahkan untuk makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3351501479846407942?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3351501479846407942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/perayaan-hari-kathina-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3351501479846407942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3351501479846407942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/perayaan-hari-kathina-2009.html' title='Perayaan Hari Kathina 2009'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/StxZgf2lQkI/AAAAAAAAAhI/6ZTqD7h-2zM/s72-c/kathina+Vihara+Surya+Adhi+Guna+2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-879863282311563157</id><published>2009-10-19T19:18:00.003+07:00</published><updated>2009-10-23T21:31:17.513+07:00</updated><title type='text'>Yessica F.S. : Di Balik Kepribadian Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG9x666_0I/AAAAAAAAAhY/tsqIhFZM95U/s1600-h/personality.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG9x666_0I/AAAAAAAAAhY/tsqIhFZM95U/s200/personality.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395802493894197058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;Kebhaktian Remaja, 17 Oktober 2009&lt;br /&gt;Protokol               : Nadila Kho dan Anastasya Natalie&lt;br /&gt;Penyalaan lilin altar      : Yessica F. Sutiono&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Dewi dan Melisa&lt;br /&gt;Dhammadesana          :&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061"target="_blank"&gt; Yessica F.S. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                        (Tema Dibalik Kepribadian Kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya...,&lt;br /&gt;  Sdri. Yesi memulai dhammadesana dengan membagikan kertas dan pulpen. Ternyata ia meminta kami untuk mengisi sebuah kuosioner yang hasilnya nanti akan memberikan gambaran seperti apakah kepribadian kita. Memang ada sebagian remaja SAG yang sedah pernah mengisi kuosioner seperti ini akan tetapi itu tidak membuat kami tak bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini  Kami merasa Dhamma yang dilakukan berulang-ulang lebih baik dan pasti akan semakin membuat diri kita smakin mengerti.&lt;br /&gt;  Sdri. Yesi memberi waktu sekitar setengah jam kepada kami untuk menyelesaikan kuosioner. Akhirnya tepat jam 8 malam kami semua mengetahui kepribadian diri kami masing-masing. Ternyata kepribadian semua orang berbeda-beda&lt;br /&gt;  Secara garis besar umumnya kepribadian dibagi menjadi empat yaitu tipe sanguinis, melankolis, plegmatis dan koleris. Setiap tipe kepribadian ini pastilah memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebagai contoh koleris sangat pandai memimpin tapi dia tidak mempunyai perasaan yang toleran seperti melankolis.&lt;br /&gt;  Sdri. Yesi berkata semoga dengan mengetahui baik seperti apa kepribadian diri kita dapat membuat kita membangun diri yang lebih baik. Semoga kita dapat meningkatkan dan memanfaatkan segi kelebihan yang ada dalam pribadi diri kita. Dan semoga kita dapat mengeliminir kelemahan kepribadian diri kita.&lt;br /&gt;  Demikianlah ringkasan kebhaktian remaja, 17 Oktober 2009. Semoga bermanfaat. Sadhu...! Sadhu...! Sadhu...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-879863282311563157?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/879863282311563157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/yessica-fs-di-balik-kepribadian-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/879863282311563157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/879863282311563157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/yessica-fs-di-balik-kepribadian-kita.html' title='Yessica F.S. : Di Balik Kepribadian Kita'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG9x666_0I/AAAAAAAAAhY/tsqIhFZM95U/s72-c/personality.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6849501028606160835</id><published>2009-10-12T19:29:00.007+07:00</published><updated>2009-10-23T21:27:03.975+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo :  Cara menjadi Agung dan Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG8816eNrI/AAAAAAAAAhQ/7ej9D8U9GL8/s1600-h/BN2140_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG8816eNrI/AAAAAAAAAhQ/7ej9D8U9GL8/s200/BN2140_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395801582017066674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian umum, 09 Oktober 2009&lt;br /&gt;Protokol                : Bpk. Hasan&lt;br /&gt;Penyalaan lilin Altar : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Dhammapada      : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;  (Gatha 99)&lt;br /&gt;Dhammadesana      : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;              (Tema : Cara agar kita menjadi agung dan baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya..,&lt;br /&gt;  Malam kebhaktian tanggal 9 Oktober lain dari biasanya, suasananya sepi dan hening. Pertama kali saya memasuki Dhammasala dapat terlihat bantalan duduk hanya memenuhi setengan dari ruangan Dhammasala. Umat yang hadir kurang lebih hanya sekitar 40 orang saja. Hal ini terjadi karena sebagian besar Umat SAG berangkat ke Blitar-Suramadu untuk mengikuti kegiatan "Kathina Tour". Walaupun sepi.., tetapi tetap terlihat semangat dari para umat untuk mengikuti kebhaktian.&lt;br /&gt;  Dhammadesana pada malam ini diisi oleh Romo Pannajayo. Romo mengupas tentang bagaimana caranya agar kita menjadi agung dan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai makhluk sosial pastilah selalu berhubungan dengan makhluk lain. Lalu bagaimanakah caranya agar kita dapat saling mengisi dengan makhluk lain dengan penuh keharmonisan???&lt;br /&gt;  Hubungan saling mengisi dan saling menolong dapat terjadi hanya jika ada unsur cinta kasih. Kita dapat dikasihi dan dicintai oleh orang lain hanya jika kita baik. Orang lain pasti baik dan mencintai diri kita apabila diri kita ini baik dalam ucapan, perbuatan dan pikiran.&lt;br /&gt;  Sekarang mari kita simak dan pelajari bagaimanakah caranya agar kita menjadi agung dan baik sehingga semua orang mencintai kita. Penampilan baik dapat dikategorikan menjadi tiga hal yaitu penampilan baik dalam jasmani, penampilan baik dalam perbuatan dan penampilan baik dalam batin.&lt;br /&gt;  Seseorang yang penampilan baik dalam jasmani yaitu orang yang dapat menjaga jasmani contohnya dengan berpakaian rapih dan sopan. Orang yang berpenampilan baik dalam jasmani bukan berarti ia harus berpakaian perlente dan memakai aksesoris mewah. Perlente bukanlah tanda bahwa ia adalah orang baik. Banyak orang berpakaian perlente dan mewah ternyata adalah seorang penipu.&lt;br /&gt;  Setelah mejaga penampilan jasmani terlihat baik, alangkah baiknya orang juga menjaga penampilan perbuatannya. Seseorang yang selalu berbuat baik, ramah tamah dan suka menolong pastilah sangat disukai semua orang. Banyak di kehidupan nyata, seorang wanita biasa-biasa saja dapat memperoleh pria tampan dan kaya. Setelah ditelusuri ternyata wanita ini merupakan wanita yang berpenampilan baik dalam sgala perbuatannya.&lt;br /&gt;  Selain kedua penampilan yang telah disebutkan diatas, ada satu penampilan lagi yang sangat penting untuk kita jaga. Apakah itu???. Yach.., itu adalah penampilan batin. Penampilan batin sangat perlu kita jaga dan kita tingkatkan untuk mejadi lebih baik lagi. Hal ini dikarenakan apabila batin tenang maka akan membuat perbuatan, perkataan pun mejadi tenang pula. Sebagai umat awam kita dapat meningkatkan batin kita dengan jalan selalu mempraktekkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;  Demikianlah uraian tentang beberapa cara agar kita berpenampilan baik. Smoga uraian ini dapat bermanfaar dan membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Sadhu...! Sadhu...! Sadhu...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6849501028606160835?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6849501028606160835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/romo-pannajayo-cara-menjadi-agung-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6849501028606160835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6849501028606160835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/romo-pannajayo-cara-menjadi-agung-dan.html' title='Romo Pannajayo :  Cara menjadi Agung dan Baik'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SuG8816eNrI/AAAAAAAAAhQ/7ej9D8U9GL8/s72-c/BN2140_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8696184277723556728</id><published>2009-10-02T20:31:00.008+07:00</published><updated>2009-10-07T18:51:51.240+07:00</updated><title type='text'>Y. M. Bhante Adhiratano : Bekal yang kita tabung agar kita bahagia.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Ssx-2gs_coI/AAAAAAAAAhA/co8PLSV1nLA/s1600-h/tunas_tabung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Ssx-2gs_coI/AAAAAAAAAhA/co8PLSV1nLA/s200/tunas_tabung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389822329012318850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Umum, 02 Oktober 2009&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar   : Bapak Aen&lt;br /&gt;Protokol    : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Empang (Gatha 320 dan 321)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Y. M. Bhante Adhiratano&lt;br /&gt;penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhasa.. (3X)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya.. !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu saat Y. M. Bhante Adhiratano masih Samanera, Beliau pernah mengunjungi Vihara Surya Adhi Guna. Saat ini untuk kunjungan yang kedua kalinya Beliau memberikan Dhammadesana tentang bekal sejati yang harus kita tabung guna menghadapi kehidupan kita yang akan datang.&lt;br /&gt;Pada awal Dhammadesananya Y. M. Bhante Adhiratano mengulas tentang bencana gempa di Sumatera Barat. Bhante mengatakan bencana ini menunjukkan ketidak kekalan (Anicca) hidup ini. Segala sesuatu yang terjadi sangatlah tidak pasti, yang pasti hanyalah kematian yang suatu saat akan menjemput kita. Dalam mengarungi kehidupan yang tidak kekal ini sangatlah dibutuhkan suatu “Bekal” yang dapat menjamin diri kita akan bahagia.&lt;br /&gt;Lalu “Bekal” apakah yang harus kita tabung dan miliki agar kita bahagia???. Sebagian orang berpikir jika mereka mempunyai bekal kekayaan duniawi yang melimpah ruah maka ia akan bahagia. Persepsi ini timbul karena mereka merasa bahagia setiap memiliki sesuatu. Akhirnya mereka merasa harus memiliki…, memiliki dan memiliki terus agar hidupnya berbahagia.&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang sejati bukanlah yang seperti itu. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang dapat diperoleh bukan hanya dengan memiliki tetapi juga dengan melepaskan sesuatu. Jika kita mempunyai sifat yang dapat merelakan barang kita untuk membantu orang lain (berdana) maka kita juga akan merasakan suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;Dana merupakan salah satu bekal kebajikan yang akan menuntun kita ke kehidupan yang lebih baik lagi. Dana merupakan pintu gerbang kebajikan yang sangat mudah dilakukan oleh siapa pun juga. Berdanalah maka kebajikan-kebajikan yang lain akan datang menghampiri kita.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain berdana diri kita juga harus membekali diri dengan sila yang baik. Untuk umat awam terdapat lima sila yang harus dipatuhi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Kelima sila itu yaitu: tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbohong atau berbicara yang tidak benar dan tidak minum-minuman yang membuat lemahnya kesadaran.&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai sila yang baik maka hidupnya akan nyaman dan tentram. Sebagai contoh jika kita hidupnya suka mencuri dan membunuh ketika kita melihat polisi maka diri kita pastilah akan merasa gelisah. Kita merasa ketakutan karena berpikir kemungkinan polisi menangkap kita. Tetapi jika kita selalu menjaga sila (tidak pernah mencuri dan membunuh) maka walaupun disekitar kita ada satu truk polisi tiba-tiba datang ke daerah kita, kita tidak akan merasa gelisah dan ketakutan. Kita hanya berpikir mungkin polisi datang karena ada penjahat di sekitar kita.&lt;br /&gt;Setelah melakukan dana dan sila, alangkah baiknya umat Buddha juga menjalankan meditasi dalam kehidupan sehari-hari. Meditasi merupakan langkah untuk mensucikan pikiran. Meditasi merupakan keunggulan ajaran agama Buddha dibandingkan agama dan kepercayaan lain. Semua agama sama mengajarkan untuk selalu berbuat baik akan tetapi yang mengajarkan untuk memurnikan pikiran hanyalah agama Buddha. Oleh sebab itu seorang umat Buddha yang tidak pernah melakukan latihan meditasi setiap hari belum dapat dikatakan sebagai umat Buddha 100 %.&lt;br /&gt;Pada akhir Dhammadesananya, Bhante berharap Dhammadesana yang beliau berikan pada malam ini membuat kami semua bersemangat menjalankan meditasi. Semoga kami semua dapat semakin maju dalam dhamma.&lt;br /&gt;Pada kebaktian kali ini pula, diakhiri dengan pemberian penghargaan pada umat Buddha di Rengasdengklok yang telah mendonorkan darahnya untuk PMI ( Palang Merah Indonesia ) dalam misi kemanusian. Antara lain, di Anugerahkan kepada Ibu Lisa ( 25 kali donor ) dan kepada Bapak Uu Dharmawan sebanyak ( 10 kali donor ).&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian umum, 02 oktober 2009. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8696184277723556728?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8696184277723556728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/y-m-bhante-adhiratano-bekal-yang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8696184277723556728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8696184277723556728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/10/y-m-bhante-adhiratano-bekal-yang-kita.html' title='Y. M. Bhante Adhiratano : Bekal yang kita tabung agar kita bahagia.'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Ssx-2gs_coI/AAAAAAAAAhA/co8PLSV1nLA/s72-c/tunas_tabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3923391203585172512</id><published>2009-09-25T21:36:00.005+07:00</published><updated>2009-09-25T21:42:03.415+07:00</updated><title type='text'>Bpk. Hemartha : Kasih orang tua sepanjang Jaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzVhqUj9lI/AAAAAAAAAgY/mE7bc7WgNDU/s1600-h/krishnendu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzVhqUj9lI/AAAAAAAAAgY/mE7bc7WgNDU/s200/krishnendu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385414028701202002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Umum Jumat, 25 September 2009&lt;br /&gt;Protokol : Wawah S.&lt;br /&gt;Lilin Altar : Ibu Empang&lt;br /&gt;Dhammapada : Ibu Lilayani ( Gatha 159 &amp;amp; 160 )&lt;br /&gt;Dhammadesana : Bpk. Hemartha Viryajaya&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jumat ini adalah hari pertama kebaktian umum setelah libur panjang libur lebaran 1430 H / 2009. Umat yang datang ke Vihara Surya Adhi Guna pun menjadi lebih sedikit dari biasanya. Banyak alas duduk yang terlihat kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kali ini, Bpk Hemartha yang merupakan Ketua MBI Rengasdengklok bersedia untuk memberikan Dhammadesana pada kebaktian kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pada kesempatan Dhammadesana kali ini saya akan memberikan Dhamma dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Yang tidak melulu terpaku pada text book. Karena penyampaian Dhamma dengan bahasa sehari-hari pastilah akan lebih mudah dimengerti ketimbang teori-teori yang menggunakan kata-kata mutiara. ” Ucap Bpk. Hemartha pada awal Dhammadesananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bpk. Hemartha mengutip kata-kata Dhammapada yang disampaikan oleh Ibu Lilayani yakni disampaikan sebelum Dhammadesananya dimulai,&lt;br /&gt;“ Diri kita adalah pelindung diri kita sendiri, tapi diri kita sungguh sulit untuk dikendalikan. ” Dari kata-kata yang dikutip oleh Dhammapada tersebut memang seperti itulah yang terjadi pada kenyataan hidup. Banyak orang sepertinya lebih mudah untuk mengendalikan orang lain, tapi sungguh sangat sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pengendalian diri, sebagai anak dan orang tua saja mungkin akan sangat sering terjadi bentrokan pendapat, pola pikir dan tindakan. Tapi yang namanya orang tua, kasih sayangnya tidak terbatas pada anak-anaknya. Apapun yang diperbuat oleh anak-anaknya, pastilah orang tua tetap menyayangi anak-anaknya.  Seperti kata pepatah: &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“ Kasih orang tua sepanjang jaman, kasih saudara sepanjang galah ”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Dari ungkapan tersebut, sungguh besar kasih orang tua kepada anak-anaknya. Dan sebaliknya, anak-anak sudah seharusnya berbakti pada orang tuanya. Banyak orang mencari tempat pemujaan, tempat berlindung ke tempat-tempat yang jauh. Tapi sesungguhnya MUTIARA , ladang untuk berbuat baik, berada sangat dekat dengan kita. Yakni orang tua kita sendiri. Berbakti pada orang tua ketika orang tua kita masih hidup, adalah berkah utama.&lt;br /&gt;Perbuatan baik atau pun perbuatan buruk yang kita lakukan pastilah akan berbuah sesuai dengan yang kita perbuat. Apabila kita selalu berbakti pada orang tua, sudah pasti kita akan berkumpul dengan orang-orang yang berbakti juga. Mendapatkan anak yang berbakti. Semoga perbuatan baik inilah yang terus dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Demikian Uraian Dhammadesana yang disampaikan oleh Bpk. Hemartha.&lt;br /&gt;Lalu Bpk. Hemartha melanjutkan dengan pemberitahuan mengenai TOUR Khatina yang diadakan oleh Vihara Surya Adhi Guna untuk umat Vihara. Rencana para umat akan TOUR untuk mengikuti Khatina Puja di Panti Semedi Balerejo di Dekat Blitar. Acara ini diadakan oleh YM Bhante Uttamo Mahathera. Para umat sangat antusias untuk mengikuti Tour ini. Terlihat dari 40 bangku yang disediakan panitia sudah habis dari beberapa minggu yang lalu. Sehingga panitia terpaksa menyediakan 23 bangku tambahan menggunakan Bis kecil untuk umat tambahan. 23 bangku tersebut pun sudah habis terhitung hari ini. Jumat, 25 September 2009. Jadwalnya para rombongan Tour akan berangkat pada pukul 06.00 Pagi pada hari Jumat 9 Oktober 2009 langsung menuju Blitar Jawa Timur. Rencana Tour akan berlanjut ke Vihara Tuban, Gunung Kawi, dan ke Jembaran SURAMADU yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian Ringkasan Kebaktian ini.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3923391203585172512?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3923391203585172512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/bpk-hemartha-kasih-orang-tua-sepanjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3923391203585172512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3923391203585172512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/bpk-hemartha-kasih-orang-tua-sepanjang.html' title='Bpk. Hemartha : Kasih orang tua sepanjang Jaman'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzVhqUj9lI/AAAAAAAAAgY/mE7bc7WgNDU/s72-c/krishnendu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4921429728997503473</id><published>2009-09-25T21:33:00.005+07:00</published><updated>2009-09-26T22:18:36.986+07:00</updated><title type='text'>Tommy : Belajar bersikap positif dengan penilaian orang lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4wM4mK71I/AAAAAAAAAg4/QuOcVYXrplI/s1600-h/man-and-his-horse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4wM4mK71I/AAAAAAAAAg4/QuOcVYXrplI/s200/man-and-his-horse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385795202290741074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 26 September 2009&lt;br /&gt;Protokol : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Meylianawati Dewi &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dhammapada : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian kali ini saya mendapatkan giliran untuk mengisi ceramah atau sharing Dhamma. Berbicara di depan umum tidak sulit, tapi berceramah di depan umum bagi saya bukanlah hal yang mudah. Dengan pengetahuan &amp;amp; pengalaman yang saya miliki sekarang, saya merasa belum siap untuk berbagi untuk teman-teman seDhamma. Maka dari itu, saya mengajak para umat remaja yang hadir pada kebaktian kali ini untuk berinteraksi dengan teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;Pada awal bulan yang lalu Grace Chandra mengajak para umat untuk menilai karakteristik diri sendiri. Untuk melengkapi apa yang sudah dilakukan pada awal bulan September lalu, pada akhir bulan ini saya mengajak setiap umat untuk bersedia dinilai karakteristiknya oleh orang lain. Para umat saya minta untuk duduk melingkar. Ada 24 orang yang hadir pada kebaktian malam hari ini. Salah satu dari mereka, secara bergantian duduk di tengah – tengah lingkaran untuk diberi penilaian tentang sifat-sifat positif &amp;amp; negative oleh teman-teman lainnya pada selembar kertas. Sehingga setiap anak akan membawa pulang 23 lembar kertas yang berisi penilai sifatnya dari teman-teman yang hadir ke vihara. Tapi tentu, teman-temannya tidak menuliskan namanya dikertas tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa orang telihat antusias untuk memberi penilaian pada teman-temannya. Mungkin orang yang antusias ini mempunya unek-unek yang ingin disampaikan pada temannya tersebut.&lt;br /&gt;Maksud saya mengajak para umat untuk melakukan kegiatan ini adalah agar para remaja bisa belajar mendengarkan apa yang orang lain sarankan. Mungkin penilaian orang lain terhadap sifat jelek kita mungkin begitu menyakitkan, tapi apabila memang sesuai dengan kenyataan, dan memang perlu kita ubah, kita harus berterimakasih pada orang tersebut.&lt;br /&gt;Mungkin juga ada orang lain yang menilai kita BAIK, bahkan lebih baik dari kenyataan. Penilaian itu pun harus disikapi secara positif. Apabila kita memang belum seperti itu, kita harus mewujudkan penilaian tersebut apabila membawa manfaat yang baik bagi kehidupan kita.&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga orang menilai kita yang NEGATIF. Apabila kita memang tidak seperti itu, kita tidak perlu pusing, tidak perlu kesal dan terus memikirkan apa kata orang tersebut.&lt;br /&gt;Satu cerita penutup yang saya sampaikan pada para umat mengenai cerita Seorang ayah dan anak yang berjalan-jalan keliling kota dengan membawa seekor kuda. Diawal perjalanan, sang anak yang masih muda mempersilahkan ayahnya untuk menaiki kuda, sedangkan sang anak berjalan menuntun kuda yang dinaiki ayahnya. Beberapa meter meraka berjalan, mereka bertemu dengan teman dari sang anak. Lalu teman sang anak itu berkata, “ Wah.. Tega  amat seh ayah mu! Masa anaknya disuruh jalan, sedangkan ayahnya enak-enakan naik kuda. ”. Mendengar apa yang diucapkan oleh teman sang anak, sang ayah segera meminta anaknya yang menaiki kuda dan ia yang sekarang menuntun kuda. Lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan keliling kota. Dipersimpangan jalan, mereka bertemu dengan teman sang ayah. Lalu teman dari sang ayah tersebut berkata, “ Wah kebangetan..! masa anaknya masih muda, tega membiarkan ayahnya yang sudah tua berjalan.” Mendengar hal itu, sang anak berpikir kalau begitu lebih baik mereka berdua saja yang menaiki kuda tersebut. Sang ayah tidak lelah, begitu pun sang anak. Akhirnya mereka setuju untuk sama-sama menaiki kuda tersebut. Tidak berapa jauh setelah mereka melanjutkan perjalanan, orang-orang di sekitarnya berkata : “ Kasian banget itu kuda, ditaiki oleh 2 orang . Tega benerrrr..!! ”. Lagi-lagi mendengar hal ini sang ayah berkata “ Kalau begitu kita tuntun saja kuda ini. Kita berdua jalan kaki saja sambil berkeliling kota. ” Karena mendengar kritikan dari orang lain, sang anak pun menyetujui apa kata ayahnya. Dan mereka berdua pun berjalan kaki keliling kota menuntun kuda tersebut. Sesampai dirumah, mereka sangat kelelahan karena berjalan keliling kota. Lalu ibu dari sang anak berkata, “ Kalian berdua sungguh bodoh..!! bawa kuda, tapi kok malah dituntun! Bukannya ditaiki. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita ini, kita memang harus bisa mendengarkan saran dari orang lain. Tapi harus dibarengi dengan kebijaksanaan. Banyak orang, banyak saran, dan yang pasti banyak pemikiran. Kita yang melakukan, kita harus bijaksana. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengumuman&lt;br /&gt;Sdri. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt;:  Minggu depan hari sabtu tanggal 3 Oktober 2009 para umat remaja  yang berminat untuk berdana kathina diminta untuk membawa makanan ringan dan perlengkapan Bhikkhu seperti : ( Sabun, Odol, handuk, Shampoo dll ) untuk dibuatkan parsel gabungan untuk dipersembahkan pada dana kathina tanggal 16 Oktober 2009.&lt;br /&gt;Sdri. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;-Hari selasa, 29 September 2009 ada rapat Buletin edisi kathina pukul 19.00&lt;br /&gt;-Hari Rabu, 30 September 2009 ada belajar adobe photoshop pukul 19.00&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4921429728997503473?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4921429728997503473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/belajar-bersikap-positif-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4921429728997503473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4921429728997503473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/belajar-bersikap-positif-dengan.html' title='Tommy : Belajar bersikap positif dengan penilaian orang lain'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4wM4mK71I/AAAAAAAAAg4/QuOcVYXrplI/s72-c/man-and-his-horse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3285922004744014400</id><published>2009-09-24T11:12:00.015+07:00</published><updated>2009-09-25T22:20:03.977+07:00</updated><title type='text'>Bpk. Hemartha  : Perjuangan dan Proses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzfJ7oxvUI/AAAAAAAAAgo/tVOvOzg0a7g/s1600-h/semangat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzfJ7oxvUI/AAAAAAAAAgo/tVOvOzg0a7g/s200/semangat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385424616148811074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Protokol : Romo pannajayo&lt;br /&gt;Lilin ALtar : Bp.hasan&lt;br /&gt;Dhammapada : Ibu Vina&lt;br /&gt;Dhammadesana : Bp.Hemartha&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yessica F.S. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;amp; &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari jumat ini  malam yang berbahagia untuk kita semua.&lt;br /&gt;seperti yang kita tahu  pada setiap hari jumat  minggu  ketiga kita kedatangan bhikku sanggha dari  vihara Dhammacakkha jaya jakarta, tetapi pada  malam hari ini bhante berhalangan hadir karena dikhawatirkan macet karena arus mudik. Walau pun demikian umat Vihara Surya Adhi Guna tetap bersemangat untuk datang datang ke vihara, walau pun memang tidak sebanyak seperti minggu-minggu sebelumnya, ini mungkin karena banyaknya kesibukan karena beberapa hari lagi akan lebaran. Dalam kesempatan ini, Bapak Hemartha yang diberikan kesempatan untuk mengisi dhammadesana. Beliau menjelaskan mengenai perjuangan dan proses dalam hidup ini. Di dalam agama buddha terutama di Vihara Surya Adhi Guna  pasti ada yang namanya organisasi seperti ketua dan sejajarnya. Baik dalam kebaktian sekolah minggu (GABI), Remaja, maupun kebaktian ini tidak lepas dari sebuah kepengurusan, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan lain-lain yang berkecimpung  ini seyogyanya kita ikut berperan aktif dalam sebuah kepengurusan. Jika kita terlibat dalam suatu organisasi kita mau tidak mau akan  berusaha untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan  dan pelayanan untuk banyak orang.  Dalam pengertian kepengurusan tidak penting tertulis jabatan-jabatannya tapi yang penting adalah bagaimana kita dapat selalu mengembangkan Buddha dhamma dengan baik dan melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk diri kita dan semua orang.&lt;br /&gt;Kita tidak akan tahu berapa lama kita hidup di dunia ini, sadarilah hidup ini tidak kekal. Kadang kita di atas, suatu saat bisa saja berada di bawah. Oleh karna itu banyak-banyak lah untuk melakukan sesuatu hal yang terbaik! baik bagi diri sendiri dan juga orang banyak. "Saya pernah melihat dhammadesana dari  samanera Abhasaro  yang tidak lain kita kenal  adalah saudara Mirad. Di dalam dhammadesanya itu diputarkan sebuah video. Didalam video itu  digambarkan seorang ibu yang sedang melahirkan, lalu  bayinya yang masih merah tersebut pun meluncur di udara berproses menjadi remaja, berproses lagi menjadi dewasa, lalu tua dan kemudian masuk ke dalam liang kubur. Begitu cepatnya kehdupan kita ini. Namun ketika kita renungkan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, sepertinya baru saja kemarin. Mengingatkan kita kalau kehidupan itu hanya sekejap mata.&lt;br /&gt;lalu Bpk. Hemartha bercerita kalau dulu beliau sering melakukan latihan meditasi. "Yang saya alami pada saat saya masih sering melakukan meditasi, ketika tidur pun nyenyak tidak ada gangguan apapun. Kita pun sering kali mengalami kesusahan pada saat meditasi. Dalam tahap belajar kita bisa melakukan tahap yang lebih mudah dahulu seperti menyadari keluar masuknya udara".Yang jelas, untuk melakukan perbuatan baik banyak sekali hambatannya dan halanganya, secara jujur untuk bisa datang ke vihara pun kita masih merasa sukar apalagi ketika kita dalam keadaan tidak sehat pasti kita akan menjadi malas untuk berangkat ke vihara. Tetapi biasanya untuk berbuat sesuatu yang tidak baik terasa begitu mudah dan gampang unuk dilakukan.&lt;br /&gt;Berbahagialah ibu-bapak serta saudara-saudari yang masih sempat datang ke vihara. Kehidupan kita sendiri ini tergantung pada karma sekarang dan karma yang masa lampau, dan kehidupan kita nanti juga ditentukan oleh perbuatan kita yang sekarang. Alam kehidupan berumah tangga kita tidak terbebas dari sila-sila yang harus kita jalan kan untuk melatih diri agar menjadi lebih baik oleh karna itu jalankan sila dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua makhluk hidup berbahagia...&lt;br /&gt;Sadhu 3x&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3285922004744014400?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3285922004744014400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/umum-18-sept.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3285922004744014400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3285922004744014400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/umum-18-sept.html' title='Bpk. Hemartha  : Perjuangan dan Proses'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrzfJ7oxvUI/AAAAAAAAAgo/tVOvOzg0a7g/s72-c/semangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-774940882625327058</id><published>2009-09-24T11:12:00.012+07:00</published><updated>2009-09-24T11:32:40.396+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo :  Lemah Lembut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Srrx72r5NyI/AAAAAAAAAgQ/owC0_hhHmWQ/s1600-h/lemah+lembut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Srrx72r5NyI/AAAAAAAAAgQ/owC0_hhHmWQ/s200/lemah+lembut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384882315069044514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol: &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/antoni.khotarget=%22_blank%22"&gt;Antoni kho&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Penyala Lilin Altar:&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000298539941" target="_blank"&gt;Fellita Anjani&lt;/a&gt; (Facebook)&lt;br /&gt;Pembaca Dhammapada: &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1604997912" target="_blank"&gt;Mellisa Rosia&lt;/a&gt; (Facebook) dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Meylianawati Dewi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Pengumuman1 :&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt; Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;-design jaket.&lt;br /&gt;-Prosesi puja untuk Kahtina&lt;br /&gt;Pengumuman2 :  &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;-untuk yang sekolah di Yos Sudarso Karawang dan sekolah swasta lainnya, jika ingin surat aktivitas harus rajin datang ke Vihara. Karena nanti akan di absen.&lt;br /&gt;Dhammadesana : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/nadila.kho" target="_blank"&gt;Nadila&lt;/a&gt; (Facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam yang berbahagia ini, adik-adik dapat hadir ke Vihara walaupun ini hari libur panjang dimana kebanyakan orang sudah pergi berlibur bersama keluarga. (pembuka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo memulai ceramah Dhammanya dengan tema lemah lembut. Kita sebagai manusia yang terlahir sebagai makhluk yang harus bersosialisasi. Kita tidak bisa hidup tanpa mengandalkan orang lain. Kita membutuhkan semua orang. Maka dari itu, sikap kita terhadap orang lain harus lemah lembut. Jangan sampai kita berbicara kasar kalau kita membutuhkan orang lain.&lt;br /&gt;Beberapa tahun  yang lalu ada seorang teman saya yang mengatakan bahwa “saya tidak membutuhkan orang tua saya lagi!”. Pada saat itu, ia sedang bertengkar dengan orang tuanya. Akhirnya beliau pergi dari rumah. Setelah saya hubungi, ternyata ia ada di Jakarta. Di Jakarta ia bekerja dengan susah payah. Orang tua di rumah menanti anaknya untuk segera pulang. Saat itu saya bujuk ia untuk pulang. Akhirnya ia pulang bersama saya. Setelah sampai di rumah, ia meminta maaf pada orang tuanya. Dengan gembira Orang tuanya pun memaafkan anaknya. Setelah itu, ia dinikahkan orang tuanya. &lt;div class="fullpost"&gt; Kehidupannya menjadi membaik setelah bantuan dari orang tuanya. Sampai akhirnya ia bisa mandiri sendiri. Lalu saat ia bisa membiayai keluarganya sendiri, saya bertanya “kamu masih membutuhkan orang tua kamu tidak?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab “ ya, saya masih membutuhkan orang tua saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa kita masih membutuhkn orang lain apalagi orang tua kita. Walaupun kita sudah mandiri, kita tetap membutuhkan orang tua kita untuk menyokong mereka. Seperti yang tertulis pada Manggala Sutta, Berbakti pada ayah dan ibu adalah berkah utama. Kalau kita tidak membutuhkan orang lain, siapa yang mau menolong kita saat kita membutuhkan pertolongan? Maka dari itu, kita harus memperlakukan mereka dengan Lemah Lembut. Karena Lemah Lembut adalah salah satu modal untuk mencapai kebahagiaan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua makluk hidup berbahagia.&lt;br /&gt;Sadhu… sadhu… sadhu…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-774940882625327058?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/774940882625327058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/romo-pannajayo-lemah-lembut.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/774940882625327058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/774940882625327058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/romo-pannajayo-lemah-lembut.html' title='Romo Pannajayo :  Lemah Lembut'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Srrx72r5NyI/AAAAAAAAAgQ/owC0_hhHmWQ/s72-c/lemah+lembut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-7814324417421196592</id><published>2009-09-24T11:06:00.005+07:00</published><updated>2009-09-26T09:55:03.409+07:00</updated><title type='text'>Pembacaan paritta malam kembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrrxWlSi-oI/AAAAAAAAAgI/NyxDEBWmssw/s1600-h/lily_pad_lotus_flower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrrxWlSi-oI/AAAAAAAAAgI/NyxDEBWmssw/s200/lily_pad_lotus_flower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384881674744167042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Remaja, 12 September 2009&lt;br /&gt;Protokol   : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1604997912" target="_blank"&gt;Mellisa Rosia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada  : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000092033339" target="_blank"&gt;Irwin Viryajaya&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000086246049" target="_blank"&gt;Indrawan Setiono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kebhaktian remaja tidak diisi seperti biasanya karena malam ini kebhaktian tidak diisi Dhammadesana. Kami hanya melakukan pembacaan paritta seperti biasa, lalu bermeditasi dan dilanjutkan dengan berbagai pengumuman singkat.. Hal ini dilakukan karena pada pukul 8 malam akan diadakan pembacaan paritta persembahyangan malam kembang almarhumah Ibu Yo Cin Nio yang merupakan salah satu umat Vihara Surya Adhi Guna dan merupakan nenek tercinta dari saudari Yessica F. S.&lt;br /&gt;Tepat pukul jam 7.45 malam, kami berangkat ke rumah duka besama-sama dengan berjalan kaki karena letak rumah duka tidak jauh dari vihara kami. Pembacaan paritta pun dilakukan tepat pukul 8 malam dengan dipimpin oleh Romo Pannajayo. Saat akan dimulai pembacan paritta, saya melihat sungguh banyak umat yang hadir untuk membacakan paritta untuk almarhumah. Almarhumah merupakan sosok yang baik dan tekun dalam menjalankan dhamma, tak heran sungguh banyak kerabat dan kenalan yang merasa kehilangan Beliau.&lt;br /&gt;Pada saat prosesi persembahyang berlangsung, saya sempat merenung bahwa kehidupan ini sungguh tak pasti akan tetapi kematian sungguh pasti. Oleh karena itu kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kematian yang menanti kita. Tak ada bekal yang lebih baik selain “KARMA BAIK” dalam menghadapi kematian. Dengan setumpuk karma baik yang kita miliki maka kita dapat menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih baik. Karma baik yang telah kita lakukan bukan saja dapat dilihat hasilnya pada kehidupan yang akan datang tetapi pada kehidupan saat ini juga.&lt;br /&gt;Saya teringat pada masa hidupnya almarhumah Ibu Yo Cin Nio merupakan sosok yang mengamalkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu disiplinnya. Di saat sakit saja, Beliau tetap bersemangat datang ke Vihara untuk mendengarkan Dhamma. Oleh sebab itu disaat meninggal, beliau meninggal dengan tenang di hari yang sungguh baik yaitu pada tanggal 09 bulan 09 tahun 2009 jam 9 lewat. Kejadian ini tak dipungkiri terjadi disebabkan oleh karma baik yang beliau lakukan dalam masa hidupnya. Karma baik tak mungkin dapat hilang dan dicuri oleh siapa pun. Karma baik akan melindungi dan menyertai diri kita sendiri saat kematian menjemput.&lt;br /&gt;Semoga dengan ulasan sekilas mengenai persembahyangan ini, kita dapat merenung tentang kematian. Renungilah bahwa hidup sungguh singkat dan kematian tak disangka sudah berada di depan kita. Semoga dengan perenungan ini membuat kita selalu tersadar dalam menjalani kehidupan ini. Semoga kita semakin terpacu untuk menjalankan Dhamma dalam kehidupan sehari. Semoga kita selalu memupuk dan memupuk karma baik sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Saddhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-7814324417421196592?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/7814324417421196592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/pembacaan-paritta-malam-kembang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7814324417421196592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7814324417421196592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/pembacaan-paritta-malam-kembang.html' title='Pembacaan paritta malam kembang'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SrrxWlSi-oI/AAAAAAAAAgI/NyxDEBWmssw/s72-c/lily_pad_lotus_flower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-482590950459353979</id><published>2009-09-24T11:05:00.003+07:00</published><updated>2009-09-26T22:12:09.956+07:00</updated><title type='text'>Bapak Rajen : Dhamma Indah Pada awalnya, Indah Pada Tengahnya    dan Indah Pada Akhirnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4uU3N3OhI/AAAAAAAAAgw/Mxzz2AHF_AE/s1600-h/purple-sun-set.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4uU3N3OhI/AAAAAAAAAgw/Mxzz2AHF_AE/s200/purple-sun-set.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385793140336048658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian umum, 11 September 2009&lt;br /&gt;Protokol    : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar   : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Cuilan (Gatha 354 dan 355)&lt;br /&gt;Dhammadesana   : Romo Rajen    &lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa … (3X)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Romo Rajen memberikan ulasan mengenai Dhamma. Dhamma merupakan kebenaran sejati atau ajaran kebenaran. Menurut Anguttara Nikaya I halaman 22 dikatakan bahwa “Dhamma itu indah pada awalnya, indah pada tengahnya dan indah pada akhirnya.&lt;br /&gt;Dhamma dikatakan indah pada awalnya karena Dhamma dapat membimbing dan membentengi diri kita. Dhamma dapat memberikan tuntunan kepada kita agar diri kita keluar dari Dosa, Loba dan Moha. Dhamma berisi  peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh Guru Buddha sejak 2500 tahun yang lalu. Hidup ini memang perlu peraturan dengan adanya peraturan hidup akan lebih teratur, tenang, tentram dan damai. Untuk umat awam terdiri atas 5 sila, sedangkan para Bhikkhu terdiri atas 227 sila. Dengan menjalankan Dhamma, kita akan merasakan hidup yang bahagia, damai dan penuh dengan keseimbangan.&lt;br /&gt;Dhamma itu indah pada tengahnya karena Dhamma dapat menuntun kita pada ketenangan batin dan memperoleh pandangan terang. Ketenangan batin dan pandangan terang ini dapat kita peroleh dengan jalan mempraktekkan meditasi. Semua ini dapat kita peroleh dengan kekuatan diri kita sendiri dan semuanya ada didalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Romo Rajen lalu bertanya kepada semua umat yang hadir mengenai apa saja manfaat yang diperoleh dari latihan meditasi. Setelah dirangkum, ternyata meditasi memberikan manfaat antara lain bertambahnya kesabaran, bertambahnya konsentrasi, mengikis dosa, loba dan moha, dan menjadi tenang. Dari banyaknya jawaban yang ada Romo Rajen menambahkan manfaat meditasi yang telah ia rasakan dari berbagai latihan meditasi yang telah dijalaninya. Romo Rajen merasakan dengan meditasi ia dapat melihat seperti apakah dirinya saat ini. Beliau tersadar bahwa dirinya telah banyak melanggar sila. Akhirnya ia tersadar sehingga beliau berjanji dalam diri akan bertobat serta ingin menjadi pengabdi Dhamma. Meditasi yang teratur juga dapat mengontrol gula darah beliau sehingga berada dalam batas rendah.&lt;br /&gt;Setelah mengupas tentang begitu banyaknya manfaat dari bermeditasi lalu Romo Rajen memberikan tips meditasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Pilihlah tempat duduk yang paling sesuai atau nyaman  (teratai penuh, setengah teratai atau kedua kaki dalam posisi sejajar)&lt;br /&gt;- Tegakkan badan , simpan telapak tangan dipangkuan dengan rilieks dan mata kemudian dipejamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis meditasi yang kita kenal yaitu :&lt;br /&gt;1. Meditasi ketenangan batin, Samantha Bhavana Contohnya: Meditasi memperhatikan napas (Anapannasati Bhavana)&lt;br /&gt;2. Meditasi pandangan terang, Vipasanna Bhavana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Dhamma dikatakan indah pada tengahnya karena dapat memberikan ketenangan dan pandangan terang apabila kita mau mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Dan yang terakhir Dhamma dikatakan indah pada akhirnya karena dengan Dhamma dapat menghasilkan manusia-manusia bijaksana. Kebijaksanaan dapat kita peroleh dengan sendirinya jika kita selalu mempraktekkan sila dan Samadhi dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Dengan melihat ulasan ini semoga saja kita semakin terpacu untuk menjalankan dhamma di dalam kehidupan kita masing-masing. Dhamma itu memang sungguh indah pada awal, tengah dan akhirnya.&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian umum, 11 September 2009. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu…!  Sadhu…!  Sadhu…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-482590950459353979?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/482590950459353979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/bapak-rajen-dhamma-indah-pada-awalnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/482590950459353979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/482590950459353979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/bapak-rajen-dhamma-indah-pada-awalnya.html' title='Bapak Rajen : Dhamma Indah Pada awalnya, Indah Pada Tengahnya    dan Indah Pada Akhirnya'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sr4uU3N3OhI/AAAAAAAAAgw/Mxzz2AHF_AE/s72-c/purple-sun-set.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-900256520980263429</id><published>2009-09-07T12:45:00.006+07:00</published><updated>2009-09-07T13:21:54.488+07:00</updated><title type='text'>Pelantikan Pengurus PMV 2009-2010</title><content type='html'>lihat foto pelantikan lainnya : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/album.php?aid=7318&amp;amp;id=1818101493&amp;amp;l=40923c8a52" target="_blank"&gt;disini!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSeE6bhR2I/AAAAAAAAAgA/mR4FNZLwGWc/s1600-h/100_5294.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSeE6bhR2I/AAAAAAAAAgA/mR4FNZLwGWc/s200/100_5294.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378597662228563810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Remaja, 5 September 2009&lt;br /&gt;Protokol : Ratnasari&lt;br /&gt;Acara : Pelantikan Ketua &amp;amp; Pengurus PMV 2009-2010&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa sudah setahun yang lalu masa kepengurusan saudari &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yessica F.S.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; ( Facebook ) dan kawan-kawan berlalu. Banyak kejadian-kejadian penting yang muncul pada masa kepengurusan periode ini. Mungkin, beberapa tahun mendatang, orang akan terus mengingat masa periode ini. Kenapa? Karena banyak hal-hal baru yang muncul pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan semangat Persaudaraan Muda-mudi Vihara Surya Adhi Guna, memang tidak dimulai pada tahun kepengurusan 2009-2010, tapi hasil dari kebangkitan semangat ini, begitu terasa pada tahun kepengurusan ini. Muncul kembalinya Dharmashanti Waisak merupakan salah satu kejadian yang menandakan kemajuan PMV SAG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun silam, saya bersekolah di sebuah sekolah swasta yang cukup terkenal di kota tempat saya tinggal. Sekolah tersebut mengharuskan para siswanya untuk belajar pendidikan agama Katolik. Sehingga, mau tidak mau, saya mengikuti berbagai macam kegiatan yang diadakan. Dari kesenian, lomba-lomba untuk meningkatkan keakraban hingga yang tak kalah pentingnya adalah ret-ret yang membuat kualitas spiritual para siswa menjadi lebih baik. Rasa persaudaraan antara para komunitas gereja pun terlihat begitu kompak, hangat dan akrab. Dari hal-hal tersebut, saya berpikir, “ Kalo di Vihara ada kegiatan-kegiatan kaya gini, wah mantap.. saya bakal rajin ke Vihara.” Saat itu saya belum rajin datang ke Vihara, dan memang kegiatan di Vihara saat itu pun tidak seperti yang diadakan gereja di sekolah saya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman di sekolah, akhirnya saya mencoba datang ke Vihara. Pada waktu itu mungkin sekitar tahun 2003-2004. Tapi sayang, apa yang saya temukan saat itu, jauh berbeda dengan kondisi komunitas gereja yang saya inginkan. Umat yang hadir hanya beberapa orang, sekalipun banyak yang datang, mereka lebih memilih untuk tidak masuk ke dalam Dhammasala. Kebaktian rutin, sering sekali tidak ada acara. Jadi hanya membaca paritta, lalu pulang. Banyak hal yang membuat saya merasa Vihara ( Vihara Surya Adhi Guna 2003-2004 ) bukan lah tempat yang cocok untuk saya mencari komunitas untuk berbagi. Sempat terpikir untuk pindah ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan saya diatas, kondisi tersebut sangat berbeda jauh dengan kondisi Vihara pada tahun 2008-2009. Pada tahun emas ini, saya rasa saya telah menemukan komunitas yang memang saya cari sejak masa sekolah dulu. Komunitas yang dapat berbagi pengalaman hidup, komunitas yang dapat bertukar ilmu, saling membantu, memiliki rasa kekeluargaan dan saling membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kemajuan perkembangan PMV Vihara Surya Adhi Guna tidak lepas dari peran penting para pengurus PMV yang diketuai oleh saudari Yessica F.S. dan sosok di balik layar, yakni Saudari &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;( Facebook ). Peran pentingnya, membuat Dharmashanti waisak yang sudah sangat lama vakum di Vihara Surya Adhi Guna, kembali muncul pada masa kepengurusan ini. Ditambah lagi, pada tahun ini diterbitkannya “Buletin Setetes Embun”, sesuai dengan namanya, menyegarkan dalam hal membagi Dhamma kepada para Umat Buddha di Rengasdengklok dalam bentuk buku kecil ( Majalah/buletin ) berisi Dhamma dan dibagikan secara gratis. Belum lagi dorongan &amp;amp; motivasi Sdri. Grace Chandra untuk para pengurus 2008-2009 ini banyak membuahkan hasil. Sejumlah piala dan penghargaan untuk PMV SAG menjadi bukti penguat, bahwa perkembangan PMV ini memang betul-betul sangat meningkat jika dibandingkan dengan masa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini 5 september 2009, adalah akhir dari masa kepengurusan Sdri. Yessica F.S. dan jajarannya. Tapi bukan berarti akhir dari masa emas kemajuan Persaudaraan Muda-Mudi Vihara Surya Adhi Guna. Sudah banyak rencana kegiatan ke depan yang akan dilanjutkan oleh kepengurusan selanjutnya. Dan saya yakin, dengan konsistensi dan komitmen untuk terus berkarya demi kemajuan Buddha Dhamma, akan membuat komunitas PMV terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kami kedatang tamu yang sangat spesial, tamu yang sudah tidak asing lagi, yakni Sdri &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/ivana.m.k" target="_blank"&gt;Ivana Miharja Kusuma S.E. Ak.&lt;/a&gt; (Facebook)&lt;br /&gt;, yang merupakan ketua dari SEKBER PMVBI Jawa Barat periode 2009-2012. Iva panggilan akrabnya, sudah 2 kali datang ke Vihara SAG. Kali ini kedatangannya khusus untuk melantik ketua terpilih&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;( Facebook ), beserta jajaran pengurus PMV SAG periode 2009-2010. Jauh-jauh dari bandung, Iva bersama 4 orang ( Yenni, Metta, Friski dan seorang lain yang saya lupa namanya. ) teman yang juga merupakan pengurus SEKBER PMVBI Jabar terus semangat datang ke Vihara kami di Rengasdengklok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan dimulai dengan laporan pertanggungjawaban saudari Yessica F.S. selaku ketua PMV periode 2008-2009. Dan penyerahan laporan tersebut pada Sdri. Ivana. Setelah itu, para pengurus diminta untuk tampilkan ke depan dan mengucapkan janji pengurus yang dipandu langsung oleh saudari Iva. Lalu Sidhi, menandatangani surat kepengurusan PMV masa bakti 2009-2010. Tidak lupa, Bpk Hemartha Viryajaya dan Bpk. Uu Dharmawan diminta untuk tampil ke depan untuk menandatangani surat kepengurusan sebagai saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Penandatanganan selesai, tiba saatnya saudara Sidhi, ketua terpilih periode 2009-2010 diminta untuk tampil ke muka, untuk memberikan kata sambutan.&lt;br /&gt;Dengan agak sedikit grogi, saudara Sidhi meminta teman-teman yang lain untuk terus bekerja sama. Sidhi bercerita tentang sekumpulan singa yang berbadan kecil, akan dapat menumbangkan seekor gajah yang berbadan besar. Sama halnya dengan bekerja sama antar pengurus. “Visi &amp;amp; misi yang saya sebutkan, tidaklah ada artinya tanpa ada kerja sama yang solid” begitu pesan Sidhi pada kata sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Sdri. Ivana memberikan kata sambutan. Di dalam sambutannya, Iva memberikan selamat pada ketua Terpilih dan para pengurus yang baru. Dan mengucapkan banyak terima kasih pada ketua sebelumnya, Sdri Yessica F.S. dan jajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bpk. Hemartha Viryajaya selaku Ketua MBI Rengasdengklok. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih dan menasehati para pengurus baru untuk siap mendapat celaan. Karena celaan tersebut dapat membuat semangat para pengurus menjadi menurun, tapi apabila disikapi dengan positif, justru celaan akan menjadi suatu pembelajaran yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kata sambutan dari Ketua MBI, kata sambutan dilanjutakan oleh Ketua Vihara Surya Adhi Guna, Bpk. Uu Dharmawan dan Romo Pannajayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan makan bersama. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;lihat foto pelantikan lainnya : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/album.php?aid=7318&amp;amp;id=1818101493&amp;amp;l=40923c8a52" target="_blank"&gt;disini!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-900256520980263429?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/900256520980263429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/kebaktian-remaja-5-september-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/900256520980263429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/900256520980263429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/kebaktian-remaja-5-september-2009.html' title='Pelantikan Pengurus PMV 2009-2010'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSeE6bhR2I/AAAAAAAAAgA/mR4FNZLwGWc/s72-c/100_5294.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8931074993083774256</id><published>2009-09-07T12:41:00.003+07:00</published><updated>2009-09-07T12:44:45.164+07:00</updated><title type='text'>Y. M. Bhante Athadiro : Hiduplah saat ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSdQqCLY9I/AAAAAAAAAf4/k6Q8RXieEXg/s1600-h/but_atthadiro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSdQqCLY9I/AAAAAAAAAf4/k6Q8RXieEXg/s200/but_atthadiro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378596764474106834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Umum, 04 September 2009&lt;br /&gt;Protokol    : Sdri. Silvia Indra Jaya&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada  : Ibu Vinah&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Y. M. Bhante Athadiro&lt;br /&gt;Penulis :&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa…. (3X)&lt;br /&gt;Namo Buddhaya...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Dhammadesananya, Y. M. Bhante Athadiro mengatakan kepada kami semua yang hadir disini untuk selalu bersyukur dan berterima kasih karena pada hari ini kami masih hidup di dunia ini. Y. M. Bhante berkata, “Pada saat terbangun tidur dipagi hari kita harus mengucapkan syukur dan terima kasih karena kita dapat terbangun dari tidur dan masih dapat hidup untuk kembali menjalankan aktifitas sesuai dengan rencana kita. Ada diantara kita yang tidur di malam hari dan di pagi hari dia tidak terbangun lagi. Ia tertidur untuk selama-lamanya.” Ketika bangun dari tidur sebaiknya kita ucapkan rasa terima kasih kepada semua makhluk dengan mengatakan “Semoga semua makhluk hidup berbahagia.” Hal ini dikarenakan kita dapat hidup berkat jasa-jasa semua makhluk hidup yang ada di dunia ini. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat sebelum tidur, sering kali kita berpikir tentang apa saja yang akan kita lakukan keesokan hari. Kita menata rencana-rencana brilian agar kita dapat memperoleh kebahagiaan. Akan tetapi terkadang ada diantara kita yang tidak dapat terbangun lagi di pagi hari sehingga ia tidak dapat menjalankan rencananya untuk melakukan rencananya dalam menggapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;Jika kita selalu berpikiran untuk selalu mencari dan mencari kebahagian maka kita akan selalu merasa kecewa karena selalu terlambat dalam menggapai kebahagiaan. Contoh tipe orang yang suka mencari kebahagiaan adalah seperti ini. Ketika kecil dia berpikir jika dia lulus sekolah ia akan bahagia dan ternyata ketika sudah lulus dia merasa tak bahagia, ia merasa belum puas dengan keadaan yang ia miliki. Akhirnya ia berpikir kalo nanti ia sudah bekerja dan sukses maka ia akan bahagia. Akan tetapi kembali terulang lagi kejadian seperti yang sebelumnya yaitu ia tidak bahagia walaupun ia sudah bekerja dan sukses. Ia merasa kesuksesannya masih belum cukup, ia merasa tidak puas dan akhirnya kebahagiaan tidak tercapai juga.&lt;br /&gt;Bila pencarian kebahagiaan seperti yang telah diungkapkan sebelumnya adalah salah, lalu jalan apa yang kita perlu kita lakukan dalam mencapai kebahagiaan??. Ternyata jawabannya cukup sederhana yaitu “KONDISIKAN PIKIRAN ANDA UNTUK SELALU BERBAHAGIA. HIDUPLAH SAAT INI.” Iya.., itulah yang harus kita lakukan agar dapat berbahagia. Kebahagiaan sebenarnya tidak usah dicari karena sebenarnya kebahagiaan selalu ada di dalam pikiran kita. Kondisikan pikiran anda dalam kondisi-kondisi yang membangun kebahagiaan maka anda akan selalu merasakan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh ketika kita dicubit atau dimarahi oleh orang yang anda kasihi (misalnya pacar, suami/istri tercinta) maka kita tidak akan marah mungkin malah akan tersenyum bahagia. Bandingkan kondisinya jika yang mencubit kita adalah orang yang tidak anda kenal atau orang yang kita tidak suka maka reaksi kita tentunya akan marah dan membenci orang tersebut. Lalu mengapa aksi yang sama tapi menghasilkan hasil yang berbeda??. Hal ini disebabkan karena pada saat dicubit oleh orang yang kita kasihi, pikiran kita sudah kita penuhi oleh hal-hal yang menyenangkan. Sedangkan pada saat dicubit oleh orang yang tidak kita kasihi, kita sudah memenuhi pikiran kita dengan hal-hal yang tidak yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu mulai dari sekarang selalu kondisikan pikiran kita semua dengan sesuatu hal yang baik-baik dan menyenangkan sehingga kita selalu merasakan kebahagiaan. Di saat kita kesal atau marah dengan seseorang /sesuatu maka sebaiknya kita ambil nafas kebahagiaan dan kegembiraan sejenak. Tarik nafas dengan rasa yang dipenuhi kebahagiaan dan kegembiraan. Dengan melakukan hal ini maka dapat dipastikan pikiran yang tadinya sudah diliputi oleh kekesalan dan kejengkelan seketika berubah menjadi tidak kesal dan tidak membenci lagi. Semua ini dapat terjadi karena sebenarnya pikiran itu tidak dapat mendua. Ketika pikiran berpikir tentang hal-hal yang menyenangkan maka pikiran tidak dapat memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hakikatnya pikiran itu tidak dapat berpikir tentang kebahagiaan dan penderitaan secara bersamaan.&lt;br /&gt;Latihlah pikiran kita untuk selalu menghasilkan kondisi-kondisi yang berbahagia. Janganlah kita hidup seperti “Saklar Lampu”. Saklar lampu hanya dapat menunggu menyala jika ada seseorang yang menekan saklar tersebut. Maksud dari peumpamaan ini adalah kita jangan berbahagia kalau kita telah mendapatkan sesuatu. Kalau bisa diri kita selalu bahagia walaupun disaat kita tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;Demikianlah resep untuk menggapai kebahagiaan dalam hidup ini. Semoga resep ini selalu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah obat tidak akan berguna jika kta hanya memiliki saja. Milikilah obat itu dan telanlah obat tersebut maka kau akan segera sembuh dari penyakit. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi kita semua. Sadhu…! Sadhu… ! Sadhu…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8931074993083774256?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8931074993083774256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/y-m-bhante-athadiro-hiduplah-saat-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8931074993083774256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8931074993083774256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/09/y-m-bhante-athadiro-hiduplah-saat-ini.html' title='Y. M. Bhante Athadiro : Hiduplah saat ini'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SqSdQqCLY9I/AAAAAAAAAf4/k6Q8RXieEXg/s72-c/but_atthadiro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5535589803653096740</id><published>2009-08-30T12:59:00.005+07:00</published><updated>2009-09-04T20:21:35.528+07:00</updated><title type='text'>Grace Chandra : Personality Plus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpoWOj_GAyI/AAAAAAAAAfw/HjW0kRv_Vos/s1600-h/emotional-deception.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpoWOj_GAyI/AAAAAAAAAfw/HjW0kRv_Vos/s200/emotional-deception.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375633544653964066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian remaja, Sabtu 29 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol : Tasya &amp;amp;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yessica F.S. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;( Facebook )&lt;br /&gt;Lilin Altar : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;Sidhi Agustiana Taniman&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Dhammapada : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000092033339" target="_blank"&gt;Irwin Viryajaya&lt;/a&gt; ( Facebook ) &amp;amp; Ryan&lt;br /&gt;Pembimbing : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian malam ini, seperti biasa agak telat dimulai. Saya yang datang hampir pukul 19.30 pun masih bisa mengikuti pembacaan paritta. Tapi kebaktian pada malam hari ini, agak banyak yang datang ke Vihara, mungkin karena adanya tambahan dari beberapa anak yang baru menginjak Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) sudah diharuskan untuk kebaktian hari sabtu, malam minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat antusian menunggu sharing Dhamma atau diskusi Dhamma yang biasa kami lakukan. Tapi kebaktian kali ini, bukan sharing ataupun diskusi yang &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook ) bawakan. Melainkan sebuah kuisioner untuk mengenal karakter masing-masing.&lt;br /&gt;Kuisioner ini berisi penggolongan karakter orang-orang pada umumnya. Setiap umat diberikan selembar kertas &amp;amp; sebuah pulpen.  Lalu Grace Chandra meminta para umat untuk menuliskan nama dan pertanyaan, “ Apakah Anda bersedia menjadi pengurus PMV periode 2009-2010? ” setelah itu, dilanjutkan dengan penjelas tentang macam-macam karakteristik kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah banyak diketahui Karakter tersebut dibagi menjadi 4, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanguinis : spontan, lincah, periang&lt;br /&gt;Melankolis : Penuh pikiran, setia, tekun&lt;br /&gt;Koleris : Petualangan, persuasive, percaya diri&lt;br /&gt;Plegmatis : ramah, sabar, puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggolongan karakter watak setiap orang ini sengaja diangkat ke dalam topic kali ini karena Grace Chandra, selaku Pembina dan panitia yang mengatur pembentukan kepengurusan Persaudaraan Muda-mudi Vihara yang baru ( 2009-2010 ) yang diketuai oleh saudara Sidhi ini, bermaksud untuk mencari para pengurus yang tepat berdasarkan dengan watak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengisian kuisioner ini, minimal Panitia bisa mengetahui di posisi mana orang yang bersedia menjadi pengurus akan ditempatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan Grace Chandra, saya teringat pengalaman saya ketika setelah lulus kuliah lalu mulai mencari pekerjaan. Sangat saya sering mengikuti tes seperti ini saat melakukan interview dan tes untuk melamar kerja.  Sampai saking seringnya, saya bosan dan mengisi kuisioner tersebut dengan asal-asalan. Tapi belakangan saya baru tahu bahwa kuisioner tersebut memang tidak dinilai, tapi justru kuisioner tersebut menjadi penentu dimana pihak perusahaan bisa mendapatkan gambaran karakteristik kita, sesuai atau tidak pada posisi tersebut.&lt;br /&gt;Ada 40 nomor pilihan yang mangacu pada penggolongan karakter yang diberikan. Satu persatu Grace Chandra membacakannya dengan sabar, padahal saya yang hanya mendangar saja, sangat tidak sabar untuk cepat-cepat menyelesaikan tes tersebut. Karena umat yang hadir agak banyak, ditambah umur rata-rata umat masih terlalu dini, jadi masing-masing harus disebutkan dengan berulang-ulang dan dijelaskan dengan detil karena pilihan karakter banyak menggunakan bahasa Inggris yang beberapa katanya jarang digunakan. Sehingga waktu yang dihabiskan dalam tes ini hampir 1 jam 30 menit. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rangkumkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Grace Chandra pada para umat remaja di sini &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.scribd.com/full/19229684?access_key=key-1589sp6gxphe02la0vq9" target="_blank"&gt;( Klik di sini.)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, kertas dikumpulkan kembali untuk diperiksa &amp;amp; dianalisa jawaban dari setiap umat. Dan hasil dari karakter masing-masing setiap umat akan diberitahukan minggu depan.&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5535589803653096740?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5535589803653096740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/grace-chandra-personality-plus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5535589803653096740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5535589803653096740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/grace-chandra-personality-plus.html' title='Grace Chandra : Personality Plus'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpoWOj_GAyI/AAAAAAAAAfw/HjW0kRv_Vos/s72-c/emotional-deception.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8113861188663158051</id><published>2009-08-30T09:29:00.003+07:00</published><updated>2009-08-30T09:32:14.042+07:00</updated><title type='text'>Bapak Abeng : Patidana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnkPbn_3EI/AAAAAAAAAfo/QRgwq2AxaM8/s1600-h/NNT_2701-medium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnkPbn_3EI/AAAAAAAAAfo/QRgwq2AxaM8/s200/NNT_2701-medium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375578584008088642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Umum, 28 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol   : Ibu Lilayani&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Upasika Sumiati Sukanta (Gatha 332 dan 333)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Bpk. Abeng (Tema : Pati Dana)&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Cit Gwe merupakan bulan yang berbahagia karena pada pertengahan bulan agustus ini kita (para keturunan tionghoa) merayakan suatu tradisi sembahyang CIT GWE. Selain mengenal tradisi sembahyang Cit Gwe, kita juga mengenal kegiatan ulambama, sembahyang Cio Koh, atau juga Pati dana. Hal ini kita lakukan untuk memberikan persembahan atau pelimpahan jasa kepada leluhur-leluhur kita yang telah meninggal.&lt;br /&gt;Pelimpahan jasa kepada leluhur-leluhur yang kita miliki adalah merupakan perbuatan yang sangat mulia dan merupakan ungkapan bakti kita kepada mereka. Berbakti kepada leluhur adalah perbuatan yang akan menuntun kita kepada kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan Dhmamapada Gatha 332 yang mengatakan, “Berbakti kepada ayah dan ibu merupakan suatu kebahagiaan.”&lt;br /&gt;Kita haruslah berbakti kepada leluhur kita, ayah dan ibu kita karena jasa kebaikan mereka sangatlah besar. Ada ungkapan yang mengatakan “Langit yang diatas kita terlihat sangat tinggi tetapi kebaikan Ibu, Ayah dan para Arya lebih tinggi dibandingkan tingginya langit. Tebalnya bumi yang kita pijak sangatlah tebal akan tetapi kebaikan Ibu, Ayah, dan para Arya lebih tebal dibandingkan tebalnya bumi.” Kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan kepada kita tak terhitung banyaknya. Kebaikan mereka telah membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu kita patut membalas kebaikan mereka ini, kita harus berbakti kepada mereka selama-lamanya. Saat mereka hidup kita harus merawat dan menjaganya serta berusaha membuat mereka berbahagia di dalam jalan dhamma. Saat mereka telah tiada kita pun harus mengenangnya dan memberikan suatu pelimpahan jasa kebajikan agar mereka berbahagia. Perlu kita ketahui pelimpahan jasa (Pati Dana) merupakan suatu hadiah terbesar yang dapat kita limpahkan kepada leluhur kita yang telah tiada.&lt;br /&gt;Orang mulai mengenal pati dana di masa jaman Buddha. Dikisahkan pada jaman Buddha Gautama ada seorang Raja yang bernama Raja Bimbisara. Pada suatu hari Raja Bimbisara melakukan dana kepada Buddha Gautama, lalu dimalam setelah beliau melakukan dana beliau mendengar suara rintihan yang mengerikan. &lt;div class="fullpost"&gt;Sang Raja pun tidak dapat tidur dan merasa ketakutan. Beliau kemudian menceritakan  hal ini kepada Buddha. Buddha Gautama pun menjelaskan bahwa suara tersebut adalah suara tangisan sanak keluarga sang raja yang berada di alam peta yang merasa sedih dan putus asa karena sang raja tidak melimpahkan jasa kebajikan kepada mereka. Mendengar hal ini maka sang raja pun kembali melakukan dana kepada Buddha dan lalu melimpahkan jasa kebajikan (PATI DANA) yang telah ia lakukan kepada leluhurnya yang telah meninggal dan membutuhkan. Sejak saat itulah pati dana mulai dikenal dan dipraktekkan oleh umat Buddha.&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhaktian umum 28 Agustus 2009. Semoga bermanfaat. Sadhu…! Sadhu…! Sadhu…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8113861188663158051?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8113861188663158051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bapak-abeng-patidana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8113861188663158051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8113861188663158051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bapak-abeng-patidana.html' title='Bapak Abeng : Patidana'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnkPbn_3EI/AAAAAAAAAfo/QRgwq2AxaM8/s72-c/NNT_2701-medium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8237935895298772110</id><published>2009-08-26T14:36:00.002+07:00</published><updated>2009-08-26T14:40:10.746+07:00</updated><title type='text'>Bapak Rajiman : Hidup tidaklah pasti, tapi kematian itu pasti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTmcWoyc4I/AAAAAAAAAfQ/W-9CE841gbQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTmcWoyc4I/AAAAAAAAAfQ/W-9CE841gbQ/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374173630147228546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Umum, Jumat 21 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Lilin altar : Bpk. Dharmawan&lt;br /&gt;Dhammapada : Ibu Swan&lt;br /&gt;Dhammadesana : Bpk. Rajiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebaktian kali ini Romo Rajiman, atau yang sudah kita kenal sebagai Bapak Rajiman, Seorang Guru sekolah Agama Buddha ini berceramah membahas tentang kematian. “Kematian adalah sesuatu yang menakutkan untuk banyak orang. Termasuk saya sendiri.” Ucap Bapak Rajiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita bekerja dengan giat, atau belajar di sekolah, atau apapun yang kita lakukan hari ini untuk esok hari, mungkin saja tidak dapat kita dapatkan hasilnya pada esok hari, karena kematian sudah menjemput kita sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat-surat kabar sering tercantum berita kematian&lt;br /&gt;berbunyi seperti: “Ikut Berduka-cita atas meninggalnya ...”&lt;br /&gt;Itu hanyalah sebagian kecil ungkapan perasaan yang tersalurkan&lt;br /&gt;melalui media cetak. Di rumah almarhum/ah, dapat&lt;br /&gt;dijumpai pemandangan yang jauh lebih mengenaskan.&lt;br /&gt;Sanak keluarga yang ditinggalkan tampak bersedih-hati dengan menangis&lt;br /&gt;dan bahkan ada yang sampai menggerung-gerung.&lt;br /&gt;Kejadian semacam itu tidak hanya dapat dijumpai dalam keluarga&lt;br /&gt;non-Buddhis, melainkan juga sering terjadi di kalangan umat Buddha.&lt;br /&gt;Bagaimana sesungguhnya kejadian tersebut jika ditinjau berdasarkan&lt;br /&gt;Dhamma? Dapatkah perbuatan itu dibenarkan? Sesuaikah dengan semangat&lt;br /&gt;ajaran murni Sang Buddha?&lt;br /&gt;Dalam Mahâparinibbâna Sutta, kejadian semacam itu dapatlah&lt;br /&gt;dijumpai. Dikisahkan bahwa ketika Buddha Gotama akan mengakhiri&lt;br /&gt;kehidupan-Nya, Ânanda Thera sangat berduka-cita. Sambil bersandar di&lt;br /&gt;tiang pintu, beliau menangis. Mengetahui hal ini, Sang Buddha segera&lt;br /&gt;memanggilnya dan menasihati: “Cukup, Ânanda, janganlah Engkau bersedih&lt;br /&gt;hati, dan janganlah meratap! Bukankah sejak semula telah Saya wejangkan&lt;br /&gt;bahwa peralihan, perpisahan, dan perubahan dari segala sesuatu&lt;br /&gt;yang kita sayangi serta cintai pastilah terjadi. &lt;div class="fullpost"&gt;Bagaimana mungkin apa&lt;br /&gt;yang terlahirkan, terjadi, terpadu, dan wajar mengalami kehancuran, tidak&lt;br /&gt;akan hancur kembali? Tidaklah mungkin berharap demikian.”&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut, jelaslah bahwa umat Buddha tidaklah selayaknya&lt;br /&gt;bersedih hati atas meninggalnya makhluk-lain, betapa pun besar&lt;br /&gt;jasanya dan betapa pun besar cinta kasihnya. Namun, ini juga&lt;br /&gt;bukanlah berarti seseorang harus bersuka-ria atas kematian sanak keluarga.&lt;br /&gt;Apabila ditelaah berdasarkan Abhidhamma, duka (domanassa&lt;br /&gt;vedanâ) adalah suatu jenis perasaan yang timbul berpadu dengan kesadaran&lt;br /&gt;yang bersumber pada kebencian (dosamula-citta). Kesadaran ini,&lt;br /&gt;yang bersifat menolak objek yang sedang dihadapi, termasuk sebagai kesadaran&lt;br /&gt;buruk (akusala-citta). Perasaan duka sama sekali tidak pernah&lt;br /&gt;berpadu dengan kesadaran baik (kusala-citta). Dengan perkataan lain,&lt;br /&gt;berduka-cita bukanlah suatu kebajikan; bukan suatu perwujudan dari&lt;br /&gt;rasa bakti, tulus, setia. Umat Buddha yang sejati selayaknya berusaha sedapat&lt;br /&gt;mungkin untuk menghindari perasaan duka. Kalau ada sanak keluarga&lt;br /&gt;yang meninggal dunia, tidaklah perlu memuat berita dengan&lt;br /&gt;pernyataan seperti: “Ikut Berduka-cita . . .” karena ini tidak sesuai dengan&lt;br /&gt;hakikat Dhamma. Sikap serta pola berpikir yang lebih arif perlu dijalankan.&lt;br /&gt;Untuk menyatakan serta membuktikan betapa besar rasa bakti&lt;br /&gt;dan cinta kasih terhadap almarhum/ah, seseorang tidaklah harus&lt;br /&gt;berduka-cita, menangis atau bahkan menyewa orang-orang miskin untuk&lt;br /&gt;berpura-pura menangis atas nama dirinya –sebagaimana yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh orang-orang dari kalangan atas. Dengan mengembangkan perasaan&lt;br /&gt;duka-cita, orang yang telah meninggal dunia tidaklah mungkin dapat dihidupkan&lt;br /&gt;kembali, dan ini bukanlah suatu pertolongan apa pun baginya&lt;br /&gt;di alam sana. Bukan tangisan dari sanak keluarga yang dapat menghantarkan&lt;br /&gt;seseorang ke Surga. Dalam Agama Buddha, tidak ada dewa yang&lt;br /&gt;mengadili seseorang dari banyaknya keluarga atau teman yang&lt;br /&gt;menangisinya, dan lamanya mereka menangis. Setiap makhluk terlahirkan&lt;br /&gt;kembali sesuai dengan akibat kamma perbuatan masing-masing.&lt;br /&gt;Seseorang mungkin akan bertanya, “Kalau berita berbunyi ‘Ikut&lt;br /&gt;Berduka-cita…’ tidak tepat untuk dipakai di kalangan Buddhis, lalu pernyataan&lt;br /&gt;yang bagaimanakah yang cocok?” Ungkapan-ungkapan yang&lt;br /&gt;mengandung makna Dhamma seperti “Segala perpaduan bersifat tidak&lt;br /&gt;kekal” atau “Kehidupan itu tidaklah pasti, namun kematianlah yang pasti&lt;br /&gt;menimpa semua makhluk hidup” jauh lebih baik dan cocok bagi umat&lt;br /&gt;Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hari ini, saat ini, kita yang belum mengalami kematian. Sudah seharusnya tanpa mengenal lelah untuk berbuat baik. Mengumpulkan jasa kebajikan sampai pada kesempurnaan paramitha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8237935895298772110?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8237935895298772110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bapak-rajiman-hidup-tidaklah-pasti-tapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8237935895298772110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8237935895298772110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bapak-rajiman-hidup-tidaklah-pasti-tapi.html' title='Bapak Rajiman : Hidup tidaklah pasti, tapi kematian itu pasti'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTmcWoyc4I/AAAAAAAAAfQ/W-9CE841gbQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2013082301939615886</id><published>2009-08-26T14:30:00.008+07:00</published><updated>2009-08-26T16:42:28.735+07:00</updated><title type='text'>Romo Tanti Guna : Belajar berpola pikir Buddhis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTlWu8D9QI/AAAAAAAAAfI/Tm-5-1hHx7o/s1600-h/mndset.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTlWu8D9QI/AAAAAAAAAfI/Tm-5-1hHx7o/s200/mndset.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374172434079675650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 22 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Meylianawati Dewi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; ( Facebook ) &amp;amp; Tasya&lt;br /&gt;Lilin Altar : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061"target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Yessica F.S. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Dhammapada : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000086246049" target="_blank"&gt;Indrawan Setiono&lt;/a&gt; (Facebook)&lt;br /&gt;dan &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000026053858" target="_blank"&gt;Dwi Yunantara&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Dhammadesana : Romo Tanti Guna&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian kali ini, kami persaudaraan muda-mudi Vihara Surya Adhi Guna sangat berbahagia sekali karena kedatangan Romo Tanti Guna dari Vihara Buddha Dhamma Karawang. Romo Tanti Guna tak lain adalah ayah dari saudara &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850143449" target="_blank"&gt;Yogi Gunawaro&lt;/a&gt; (Facebook), seorang Dhammaduta muda yang sudah beberapa kali datang ke Vihara Surya Adhi guna untuk sharing Dhamma. Romo Tanti Guna sendiri dulunya seperti Saudara Yogi yang sering berkeliling dari vihara ke vihara lainnya untuk berbagi pengetahuan Dhamma. Romo Tanti Guna sudah beberapa kali datang ke Vihara Surya Adhi Guna sejak beliau masih muda. Sekarang, Romo Tanti Guna sudah berkeluarga. Dan sudah memiliki penerus semangatnya untuk berbagi Dhamma, yakni Saudara Yogi Gunawaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo berkata "Pada malam hari ini saya datang bukan untuk berceramah, tapi saya disini bersama kalian semua untuk belajar bersama, karena saya sendiri pun masih banyak yang perlu dipelajari".&lt;br /&gt;“ Saya sungguh salut dengan para remaja umat Buddha Vihara Surya Adhi Guna. Kalo 4 jempol saya bisa diangkat, akan saya angkat untuk kalian semua. Karena seperti yang kita ketahui bahwa hari sabtu, malam minggu adalah harinya anak-anak ABG seperti kalian semua. Tapi lain dengan umat remaja Vihara Surya Adhi Guna, kalian tetap semangat mengikuti kebaktian pada malam hari ini. Melihat semangat kalian, saya sungguh berbahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo sendiri menjelaskan mengenai kehidupan sosial. Mulai dari ruang lingkup keluarga, lalu dalan lingkungan masyarakat dan sekolah. Lalu mengenai konsep-konsep kehidupan kita sebagai umat buddha, yang ternyata masih banyak yang belum dipahami.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kita sering mengaku sebagai umat Buddha, tapi sebenarnya pola pikir kita tetap terkontaminasi oleh paham-paham agama lain.” Ucap Romo sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, kita mungkin sering berpikir bahwa apabila kita selalu sembahyang, kita akan masuk surga. Sebenarnya paham tersebut adalah paham dari agama lain. Di dalam agama Buddha, walaupun kita rajin sembahyang, tapi apabila ucapan, perbuatan dan pikiran kita tetap tidak dapat dikendalikan, tetap saja sulit untuk terlahir di alam yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kalian, siapa yang benar-benar sudah berpola pikir murni seorang Buddhis?..&lt;br /&gt;“Kalau saya sendiri, jujur masih banyak paham-paham yang terkontaminasi oleh paham dari luar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau diantara kalian ada yang sudah murni berpola pikir Buddhis, bisa dites!”..&lt;br /&gt;Lalu Romo melanjutkan, “ Coba kalu kalian bertemu dengan makhluk halus, masih takut apa langsung kabur?..” kalo pola pikir agama lain, makhluk halus adalah makhluk kutukan yang harus dimusuhi, diusir dan ditakuti. Tapi pada pola pikir Buddhis, kita harus mencintai makhlus halus tersebut. Kenapa? Karena mungkin saja salah satu makhluk halus tersebut pernah jadi orang tua kita, merupakan leluhur kita, atau pun sanak saudara kita. Jadi pada saat mereka memunculkan diri, itulah saatnya mereka membutuhkan bantuan kita. Kita harus melimpahkan jasa-jasa kebajikan yang pernah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang terjadi ada pasti sebab akibatnya. Padi bisa tumbuh menjadi beras lalu menjadi nasi, itu semua butuh proses. Adapun setelah meditasi kita mengucapkan sabbe satta bhavantu sukhitatta yang berarti semoga semua makhluk hidup berbahagia. Semua tak terkecuali......sekalipun itu makhluk yang terlihat maupun yg tidak terlihat. Tapi kadang kala kita suka merasa takut dengan mereka, padahal kita suka mendoakan mereka. Jika ada makhluk halus yang menjelma di hadapan kita, itu bisa jadi leluhur kita yang membutuhkan bantuan kita untuk melimpahkan jasa, bukan dalam bentuk makanan tapi dalam bentuk perbuatan kita. Berbuat baik akan membuahkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kisah penutup diceritakan oleh Romo Tanti Guna,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah keluarga yang memiliki anak laki-laki satu-satunya. Karena saking sayangnya orang tuanya, orang tuanya terus memberikan apapun yang anak tersebut inginkan. Anak tersebut terus dimanja dan diberikan apapun. Kalo anak jaman sekarang, minta handphone Blackberry langsung dibeliin sama mama papa nya. Saking dimanja oleh orang tuanya, menginjak bangku SMA, anak tersebut menjadi malas bersekolah. Nilainya jelek, perilakunya tidak baik, sampai pada akhirnya guru di sekolahnya melaporkan hal ini kepada orang tuanya. Mengetahui hal tersebut, orang tuanya menjadi marah dan menegur anak laki-laki kesayangannnya itu. Setelah ditegur, anak laki-laki tersebut tidak terima dengan sikap orang tuanya, lalu ia kabur dari rumah karena rasa kesalnya terhadap sikap orang tuanya yang biasanya selalu memanjakannya.&lt;br /&gt;Setelah berjalan jauh dari rumahnya, akhirnya anak tersebut kelelahan. Tak disangka-sangka, ia bertemu dengan Tukang bakso langganannya di sekolah. Si Tukang baso pun mengenali anak laki-laki itu adalah langganannya. Tapi Tukang baso tersebut keheranan, si anak laki-laki yang biasanya kelihatan rapi, sekarang pakaiannya sangat kucel. Dan si anak tersebut kelihatan sangat kelaparan. Lalu dengan rasa kasihan, diberinya semangkuk baso untuk anak tersebut. Dengan tanpa keraguan, anak tersebut makan dengan lahapnya. Lalu tukang baso tersebut memberinya teh botol dan air jeruk. Setelah kenyang, si anak tersebut mengucapkan terima kasih. Tapi Tukang baso tersebut berkata “Kamu tidak usah berterima kasih pada saya , yang saya berikan hanya semangkuk baso dan minuman, harusnya berterima kasihlah pada orang yang telah memberikan segala-galanya sejak kamu lahir hingga sekarang ini.” Mendengar jawaban dari si Tukang baso tersebut, si anak kemudian menangis dan berniat untuk pulang ke rumah orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya kita, harus kita renungi bahwa jasa-jasa orang tua terhadap kita, tidaklah terbatas. Jadi kita anak-anaknya harus menjunjung tinggi orang tua kita dengan menuruti nasihat baiknya, berterimakasih dan merawat mereka pada saat mereka sudah tua nanti.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sabbe satta bhavantu sukhitatta..&lt;br /&gt;Sadhu Sadhu Sadhu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2013082301939615886?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2013082301939615886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-tanti-guna-belajar-berpola-piker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2013082301939615886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2013082301939615886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-tanti-guna-belajar-berpola-piker.html' title='Romo Tanti Guna : Belajar berpola pikir Buddhis'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpTlWu8D9QI/AAAAAAAAAfI/Tm-5-1hHx7o/s72-c/mndset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6607769496350090800</id><published>2009-08-26T14:27:00.002+07:00</published><updated>2009-08-30T09:27:34.953+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo : Keistimewaan Ajaran Buddha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnjFSscM-I/AAAAAAAAAfg/GPx6WorQC_g/s1600-h/69614.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnjFSscM-I/AAAAAAAAAfg/GPx6WorQC_g/s200/69614.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375577310300484578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Umum, 15 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol   : Sdri. Wawah S&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Yokobus&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Empang&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Romo Pannajayo (Tema Keistimewaan Ajaran Buddha)&lt;br /&gt;Penulis :&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Buddhaya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa keistimewaan dari Ajaran Buddha:&lt;br /&gt;1. Teladan yang sempurna&lt;br /&gt;Buddha merupakan perwujudan dari kebajikan-kebajikan yang telah Beliau sampaikan. Beliau mempraktekkan semua perkataan yang disampaikan-Nya dalam tingkah laku. Kualitas moral, kebijaksanaan, dan Belas kasih-Nya adalah yang paling sempurna yang pernah ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita dapat menjadi sempurna&lt;br /&gt;Ajaran Buddha dapat membuat kita mencapai tingkat spiritual paling tinggi yang dapat kita peroleh. Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk dapat mencapai mencapai kesempurnaan. Tidak ada pendiri kepercayaan lainnya yang pernah mengatakan bahwa setiap pengikutnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan pembebasan dirinya. Tetapi Buddha mengajarkan bahwa setiap makhluk dapat mencapai kebahagiaan yang sama dari Penerangan Sempurna, jika mereka mempraktekkan Dharma yang telah beliau praktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melebihi Agama&lt;br /&gt;Jika definisi “Agama” adalah kepercayaan dan pemujaan pada sesuatu yang tertinggi, dengan kewajiban untuk melaksanakan upacara dan puja, maka ajaran Buddha tidak terbatas hanya sebagai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Universal&lt;br /&gt;Karena perhatian Buddha adalah kebahagiaan sejati bagi semua makhluk, ajaran-Nya dapat dipraktekkan baik dalam masyarakat maupun dalam hutan sunyi, oleh semua ras maupun kepercayaan. Ini semua benar-benar tidak memihak dan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemurnian pikiran&lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah satu-satunya ajaran yang tidak hanya berakhir pada menghindari semua kejahatan dan melakukan kebaikan – tetapi juga mengajarkan pemurnian pikiran seseorang. Pikiran merupakan akar dari semua kebaikan dan kejahatan, dan yang menjadi sebab dari penderitaan maupun kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kepercayaan Diri&lt;br /&gt;Ketika Buddha sedang bermeditasi untuk mencapai Penerangan sempurna, tidak ada dewa yang datang mengungkapkan rahasia terselubung dari seluruh kekuatan spiritual. Tidak ada satu pun yang memberikan Beliau kepercayaan untuk diajarkan. Beliau mengatakan, “ Saya tidak mempunyai guru atau pemberi pencerahan yang mengajarkan atau memberitahukan saya bagaimana cara memperoleh Penerangan Sempurna. Saya mendapatkan Kebijaksanaan tertinggi dengan usaha, energi, pengetahuan, dan pemurnian saya sendiri.” Begitu juga, kita dapat mencapai tujuan tertingi ini melalui kesabaran dalam penyempurnaan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kebebasan berpikir&lt;br /&gt;Dari kandungan intelektual darui filsafat ajaran Buddha berkembanglah kebebasan berpikir dan mencari, yang mungkin berbeda dengan agama-agama lain yang ada di dunia. Walaupun Buddha mendorong kita untuk mempraktekkan ajaran-Nya, tidak ada paksaan atau keharusan untuk meyakini atau menerima ajaran Beliau.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;8. Pelajaran mengenai kebenaran&lt;br /&gt;Buddha adalah guru terbesar yang mengajarkan Kebenaran (sifat sejati semua hal). Ajaran Buddha adalah pelajaran yang sempurna mengenai kita dan alam semesta tempat kita berada. Ajaran ini melebihi pengetahuan duniawi – merupakan Kebijaksanaan tertinggi yang membawa pada kebahagiaan Sejati. Hal yang menarik untuk diketahui bahwa universitas pertama yang didirikan di dunia, adalah Universitas Buddhis Nalanda di India, yang berkembang mulai abad kedua samapai kesembilan Masehi. Universitas ini terbuka bagi semua siswa-siswi dari seluruh penjuru dunia dan merupakan Universitas Buddhis yang menghasilkan sarjana-sarjana terkemuka dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pendirian yang Teguh&lt;br /&gt;Buddha adalah Guru yang tiada bandingnya. Beliau membebaskan dan mengundang semua pengikut-pengikut-Nya maupun kepercayaan lainnya untuk membuktikan ajaran-Nya dari setiap kemungkinan, sampai tidak ada lagi keragu-raguan mengenai ajarannya itu. Para pengikut-Nya telah berdebat tentang ajaran-Nya , dan bahkan telah mendirikan aliran-aliran Buddhis yang berbeda sesuai dengan pengertian mereka tanpa kekerasan dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak ada kepercayaan yang membuta&lt;br /&gt;Buddha tidak pernah mejanjikan kebahagiaan surgawi ataupun penghargaan kepada mereka yang mengaku pengikut-Nya. Beliau tidak juga mejanjikan keselamatan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Bagi-Nya, kepercayaan bukanlah penawaran melainkan jalan hidup yang mulia untuk memperoleh Penerangan Sempurna dan pembebasan bagi diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;Buddha mendorong semua orang untuk datang dan menemukan lebih banyak tentang ajaran Buddha dan tidak hanya sekedar mempecayainya. Beliau menasehati kita untuk memilih keprcayaan yang cocok dengan mempertimbangkan dan menyelidikinya dari berbagai segi, bukan hanya menerima segala sesuatu dengan emosional atau kepercayaan membuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Keyakinan dari pengalaman dan Akal Sehat&lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah satu-satunya agama yang dijelaskan kepada umat manusia lewat pengalaman, pencapaian, Kebijaksanaan, dan penerangan sempurna dari penemunya (Buddha) tanpa mengatakannya sebaagai perintah atau pesan dari dewa tertentu. Ini berakar dari pengalaman dan bukannya kepercayaan membuta. Masalah manusia harus dimengerti oleh seseorang melalui pengalaman-pengalaman manusia, dan dapat dipecahkan dengan mengembangkan kualitas-kualitas manusia yang sempurna. Seseorang dapat menemukan solusi melalui pemurnian dan pengembangan pikirannya, bukannya dari faktor-faktor luar. Oleh sebab itu Buddha tidak pernah mengatakan dirinya sebagai penyelamat yang supernatural. Beliau tidak pernah menemukan adanya penyelamat seperti itu. Menurut-Nya kita dapat menjadi penyelamat bagian diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kebenaran keseluruhan&lt;br /&gt;Buddha mengatakan bahwa kita harus menghadapi kenyataan hidup dengan berani tanpa bertindak munafik serta menerima kenyataan apa pun dan kappan pun itu terjadi. Semua yang Beliau ajarkan adalah Kebenatan Praktis sejati yang membawa kita menuju Kebahagiaan Sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ilmiah&lt;br /&gt;Ajaran Buddha tidak pernah menemukan interpretasi tambahan pada apa yang diajarkan. Penemuan baru yang ditemukan oleh para ilmuwan tidak pernah bertentangan dengan ajaran Buddha karena metoda dan ajaran Buddha terbukti benar secara ilmiah.&lt;br /&gt;Albert Einstein (ahli fisika dan matematika), peraih Nobel, yang popular sebagai ilmuwan palin jenius pada abad ke-20, mengatakan “Agama masa yang akan datang adalah agama kosmik. Agama tersebut mengatasi Tuhan yang bersikap pribadi dan mnghindari dogma dan teologi. Mencakup baik alamiah amaupun spiritual, dan berdasar pada rasa keagamaan yang muncul dari pengalaman terhadap segala sesuatu, alami dan spiritual, serta melalui pengertian yang menyeluruh. Ajaran Buddha memenuhi cirri-ciri ini… Jika ada agama yang dapat mengimbangi ilmu pengertahuan modern, itu pasti ajaran Buddha.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Unggul dalam filsafat&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan  oleh Bertrand Russel (ahli matematika, filsafat, pengarang dan kritikus sosial), pemenang Nobel yang populer sebagai filsafat terhebat pada abad 20,&lt;br /&gt;“ Dari sejarah agama-agama yang hebat, saya lebih suka ajaran Buddha. Ajaran Buddha adalah kombinasi dari berbagai filsafat yang spektakuler dan ilmiah. Ajaran ini memakai metode ilmiah dan pada akhirnya dapat disebut rasional. Di dalamnya dapat ditemukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang menarik seperti ‘Apa itu batin dan jasmani? Dari keduanya mana yang lebih penting? Apakah alam semesta ini bergerak menuju satu tujuan? Apa kedudukan manusia? Apakah kehidupan yang mulia itu? Ini diambil di mana para ilmuwan tidak dapat menjawabnya karena ketebatasan  pengetahuan atau peralatan. Penakluknya adalah pikiran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Unggul dalam psikologi&lt;br /&gt;Dalam perjalanan karirnya banyak psikologi telah menemukan, seperti yang diperlihatkan oleh Dr. Carl G. Jung (penemu psikologi analitik – perintis psikologi modern) : Kita lebih dekat dengan Buddha. Dengan membaca sebagian kecil Dharma dapat disadari bahwa umat Buddha telah mengetahui masalah-masalah psikolog lebih dari 2500 tahun yang lalu, jauh sebelum masalah-masalah tersebut muncul pada masa modern ini. Mereka mempelajari masalah ini pada masa lalu dan juga menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tidak menakut-nakuti&lt;br /&gt;Buddha adalah figure terbesar yang mengutamakan munculnya keyakinan rasional ketimbang kepercayaan takhayul semata. Ajaran Buddha adalah ajaran yang menggunakan akal dan tidak menakut-nakuti untuk memaksa setiap orang dengan segala cara untuk mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Cinta kasih universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tanpa kekerasan&lt;br /&gt;Tidak ada kata peperangan yang kita lihat dalam Agama Buddha. Buddha mengatakan, “Yang menang akan dibenci dan yang kalah hidup dalam penderitaan, siapa yang melepaskan kemenangan dan kekalahan adalah orang yang bahagia dan hidup dalam kedamaian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Persamaan derajat&lt;br /&gt;Buddha adalah yang pertama menentang sistem kasta dalam hak asasi manusia, dan mengutamakan kesamaan dari semua makhluk tanpa memandang perbedaan tingkat social, suku bangsa, maupun kepercayaan. Buddha mengatakan, “Pergilah ke semua negara dan sebarkan ajaran ini, Katakan pada mereka bahwa yang miskin dan rendahm yang kaya dan tinggi semuanya satu dan semua kasta menyatu dalam kepercayaan ini seperti semua sungai yang mengalir ke laut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Persamaan dalam jenis kelamin&lt;br /&gt;Gerakannya untuk mengijinkan wanita menjadi anggota sangha (persanuhan bhiksu dan bhiksuni) sangat radikal pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Demokrasi&lt;br /&gt;Buddha adalah yang pertama membela semangat permusyawaratan dan proses demokrasi. Dalam sangha, setiap anggota mempunyai hak yang sama untuk memutuskan hal-hal yang umum. Ketika suatu masalah besar ditanyakan, maka pertanyaan tersebut disebarkan dahulu dan didiskusikan dalam kebersamaan, mirip dengan sistem parlementer saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Peduli terhadap lingkungan&lt;br /&gt;Ajaran Buddha sangat mendukung kepedulian dan menghormati lingkungan sekitarnya karena Beliau telah melihat dengan jelas hubungan yang erat antara manusia dengan alam.&lt;br /&gt;23. Tidak ada upacara pengorbanan&lt;br /&gt;Buddha tidak membenarkan pengorbanan terhadap binatang karena Beliau melihat hal itu sangat kejam dan tidak adil seseorang menghancurkan kehidupan makhluk lain hanya untuk keuntungan pribadi yang egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tidak ada peragaan keajaiban&lt;br /&gt;Keajaiban tidaklah dipandang sebagai penunjukan adanya penerangan sempurna atau kebijaksanaan, karena kekuatan supranatural dapat dimiliki oleh siapa saja. Supranatural dilihat sebagai fenomena alami yang tidak dapat dimengerti oleh mereka yang belum tercerahkan.  Beliau mengajarkan bahwa keajaiban tertinggi adalah kemampuan untuk mengubah seseorang yang bodoh menjadi seseorang yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tidak menyalah gunakan politik&lt;br /&gt;Buddha berasal dari kasta ksatria dan masuk dalam kategori raja, pangeran, dan menteri. Tetapi Beliau tidak pernah menggunakan pengaruh kekuatan politin untuk menyebarkan ajaran-Nya,. Dan juga Beliau tidak memperbolehkan ajaran-Nya disalahgunakan untuk mendapatkan kekuatan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Tidak pendendam&lt;br /&gt;Tidak ada konsep “dosa yang tak termaafkan dalam agama Buddha. Buddha mengatakan bahwa semua yang dilakukan bermanfaat ataupun tidak bermanfaat disebabkan oleh ada tidaknya kebijaksanaan. Selalu ada harapan selama seseorang menyadari kesalahannya dan berubah utnuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Tidak ada Eksklusivitas dan Fanatisme&lt;br /&gt;Buddha mengajarkan bahwa jika ada kepercayaan yang mengajarkan empat kebenaran mulia dan jalan mulia berunsur delapan, ini seharusnya dipandang sebagai agama yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Penyebaran tanpa kekerasan&lt;br /&gt;Satu contoh yang sangat tepat dari kualitas dab pendekatan misionaris Buddhis adalah Raja Asoka, yang mengirimklan penyebar agama Buddha ke berbagai daerah di Asia dan dunia Barat untuk memperkenalkan ajaran Buddha tentang perdamaian. Salah satu prasasti yang terukir di batu pilar Asoka, yang masih ada sampai saat ini di India  menyatakan,&lt;br /&gt;“ Seseorang seharusnya tidak hanya menghargai agamanya dan mencela agama orang lain, tetapi  seseorang seharusnya menghargai agama orang lain. Dengan melakukan hal ini, seseorang membantu agamanya untuk tumbuh dan memberikan perlakuan yang baik terhadap agama yang lain juga. Dengan melakukan yang sebaliknya, seseorang menggali kubur bagi agamanya sendirid an merugikan agama yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Tujuan yang paling berbahagia&lt;br /&gt;Pencapaian Kebuddhaan, atau memperoleh kebahagiaan sejati untuk diri sendiri dan orang lain adalah yang paling sulit, tetapi merupakan hal yang sangat berharga untuk dilakukan, kaerna agama Buddha berari mengikuti jalan mulia berunsur delapan (jalan tengat. Umat Buddha tidak selayaknya mengikuti salah satu bentuk ekstrim.&lt;br /&gt;30. Gambaran lengkap mengenai umat manusia dan agama&lt;br /&gt;Buddha menjelasakan secara rasional dan mendetail tentang bagaimana semua kepercayaan spiritual berubah sepanjang sejarah sejalan dengan perubahan dalam pola piker manusia. Beliau juga memberi kita sebuah gambaran yang jelas mengenai pengaruh agama pada kehidupan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Jalan sempurna untuk menuju kebahagiaan sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Kebahagiaan dalam hidup ini&lt;br /&gt;Ajaran Buddha bukanlah sebuah agama yang hanya untuk kehidupan di dunia lain semata. Walaupun dengan mempraktekkan ajaran Buddha dalam kehidupan ini akan menghasilkan dampak positif untuk kehidupan kita yang selanjutnya, sebagian besar dari hasil latihan atau praktek kita kan dapat dirasaknan dalam kehidupan saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Segala sesuatu itu terbuka&lt;br /&gt;Menurut Buddha, kebenaran itu merupakan hal yang terbuka untuk ditemukan semua orang untuk kebaikan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Perbuatan baik dan penuh pengertian&lt;br /&gt;Pesan Buddha mengenai perbuatan baik dan penuh pengertian terhadap semua makhluk adalah sebuah pesan universal. Dunia saat ini membutuhkan pesan mulia ini lebuih dari sebelumnya dalam sejarah kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6607769496350090800?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6607769496350090800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-pannajayo-keistimewaan-ajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6607769496350090800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6607769496350090800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-pannajayo-keistimewaan-ajaran.html' title='Romo Pannajayo : Keistimewaan Ajaran Buddha'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SpnjFSscM-I/AAAAAAAAAfg/GPx6WorQC_g/s72-c/69614.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2030503268154817122</id><published>2009-08-18T20:50:00.006+07:00</published><updated>2009-08-18T21:07:50.714+07:00</updated><title type='text'>Grace Chandra : kushala dhamma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoqyM4XB6DI/AAAAAAAAAfA/5cDRJt_rSIQ/s1600-h/nasehat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoqyM4XB6DI/AAAAAAAAAfA/5cDRJt_rSIQ/s200/nasehat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371301439949891634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 15 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000026053858" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Dwi Yunantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Lilin Altar : Indra&lt;br /&gt;Dhammapada :&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt; Meylianawati Dewi&lt;/a&gt;(Facebook)&lt;br /&gt;&amp;amp; Yang-yang&lt;br /&gt;Sharing Dhamma : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000026053858" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Dwi Yunantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo buddhaya.&lt;br /&gt;Minggu ini adalah minggu yang berbahagia kami mendapat kunjungan dari KMB Universitas Kristen Krida Wacana yang akan mengadakan baksos di Sedari. Tidak disangka, Universitas Ukrida pun memiliki wadah untuk para mahasiswa Buddhisnya. Pada kesempatan kali ini, mahasiswa dari fakultas kedokteran yang sengaja datang ke Rengasdengklok untuk melakukan bakti sosial. Vihara menjadi penuh, tidak seperti biasanya. Pada kebaktian kali ini, ci Grace berkesempatan untuk sharing Dhamma pada semua umat yang hadir pada malam hari ini. Ci Grace membagikan kertas yang sudah ia siapkan, dimana kertas tersebut berisi kata-kata bijak yang beliau dapatkan dari Samanera Abbhasaro. Ci grace membagikan kertas tersebut, dengan tujuan agar kertas yang amat bermanfaat tersebut juga dapat bermanfaat untuk banyak orang. Isi nya memang bagus, mengingatkan kita untuk tetap melakukan perbuatan yang bermanfaat disaat lingkungan kita tidak mendukung, atau pun disaat kita sendiri kurang bersemangat untuk berbuat baik. Ci grace meminta kami untuk mambacakan isi dari kertas tersebut secara bergantian dengan tujuan, agar semua umat yang hadir betul-betul membaca dan mendengarkan apa yang tertera pada kertas tersebut. Saya ketik kembali isi dari kertas yang amat bermanfaat tersebut :&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;walaupun perkembangan batin dalam kushala dhamma (dhamma yang baik)&lt;br /&gt;adalah sangat penting maka apakah yang yang harus di katakan untuk aktivitas tubuh dan ucapan sebagai akibat hal-hal itu? Kita harus berpikir sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.orang lain kejam, kita tidak akan kejam&lt;br /&gt;2.orang lain membunuh, kita menghindar dari membunuh&lt;br /&gt;3.orang lain mengambil barang yang tak di berikan, kita tidak mengambil barang yang tak diberikan&lt;br /&gt;4.orang lain tidak mau hidup brahmacari,&lt;br /&gt;Kita hidup brahmacari&lt;br /&gt;5.orang lain berbicara bohong, kita menghindar dari berbohong&lt;br /&gt;6.orang lain memfitnah, kita menghindarkan diri dari memfitnah&lt;br /&gt;7.Orang lain bicara kasar, kita menghindari dari bicara kasar&lt;br /&gt;8.orang lain melakukan gossip, kita menghindari dari  melakukan gosip&lt;br /&gt;9.orang lain serakah, kita tidak serakah&lt;br /&gt;10.orang lain iri hati, kita tidak iri hati&lt;br /&gt;11.orang lain berpandangan salah, kita berpandangan benar&lt;br /&gt;12.orang lain berpikir salah, kita berpikir benar&lt;br /&gt;13.orang lain berucap salah, kita berucap benar&lt;br /&gt;14.orang lain berbuat salah, kita berbuat benar&lt;br /&gt;15.orang lain bermata pencaharian salah, kita bermata pencaharian benar&lt;br /&gt;16.orang lain berusaha salah, kita berusaha benar&lt;br /&gt;17.orang lain berperhatian salah, kita berperhatian benar&lt;br /&gt;18.orang lain bermeditasi salah, kita bermeditasi benar&lt;br /&gt;19.orang lain berpengetahuan salah, kita berpengetahuan benar&lt;br /&gt;20.orang lain berpembebasan salah, kita berpembebasan benar&lt;br /&gt;21.orang lain dikuasai ngantuk dan tidur, kita tidak dikuasai ngantuk dan tidur&lt;br /&gt;22.orang lain kacau, kita tidak kacau&lt;br /&gt;23.orang lain tidak tentu, kita pasti&lt;br /&gt;24.orang lain marah, kita tidak marah&lt;br /&gt;25.orang lain bermusuhan, kita bersahabat&lt;br /&gt;26.orang lain menghina, kita tidak menghina&lt;br /&gt;27.orang lain menguasai, kita tidak menguasai&lt;br /&gt;28.orang lain cemburu, kita tidak cemburu&lt;br /&gt;29.orang lain kikir, kita tidak kikir&lt;br /&gt;30.orang lain penipu, kita tidak menipu&lt;br /&gt;31.orang lain pembohong, kita tidak membohong&lt;br /&gt;32.orang lain keras kepala(bandel), kita tidak keras kepala&lt;br /&gt;33.orang lain angkuh, kita tidak angkuh&lt;br /&gt;34.orang lain sulit di nasehati, kita mudah di nasehati&lt;br /&gt;35.orang lain berkawan dengan orang jahat, kita berkawan dengan orang baik&lt;br /&gt;36.orang lain lalai, kita rajin&lt;br /&gt;37.orang lain tak berkeyakinan, kita berkeyakinan&lt;br /&gt;38.orang lain tidak hati-hati, kita hati-hati&lt;br /&gt;39.orang lain tidak tahu malu, kita tahu malu&lt;br /&gt;40.orang lain belajar sedikit, kita belajar banyak&lt;br /&gt;41.orang lain malas, kita bersemangat&lt;br /&gt;42.orang lain tak waspada, kita waspada&lt;br /&gt;43.orang lain berpengertian kurang, kita berpengertian&lt;br /&gt;44.orang lain salah mengerti sesuai dengan pandangan-pandangan pribadinya, bersikeras mempertahankan pandangan seperti itu dan sulit memusnahkan pandangan itu ,kita tidak akan salah mengerti pada pandangan-pandangan pribadi itu dan akan udah memusnahkan pandangan-pandangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai membaca kata-kata itu ci grace mempersilahkan perwakilan dari KMB Univ Ukrida fakultas kedokteran untuk memperkenalkan diri di depan. Suasan menjadi mencair tatkala Ivone salah satu perwakilan dari KMB amat pandai berbicara dan sering bersenda gurau. Setelah mereka memperkenalkan diri,mereka kembali ke tempatnya,lalu Ci Grace memperkenalkan ketua PMV SAG periode 2008-2009 yaitu saudari Yessica dan ketua terpilih periode 2009-2010 yaitu saudara Sidhi dan wakil ketua 1 yaitu saudari Nanda dan wakil ketua 2 yaitu saya sendiri Dwi,setelah memperkenalkan ketua dan wakil-wakilnya,Ci Grace memperkenankan mahasiswa untuk memperkenalkan diri satu persatu. Demikianlah ringkasan kebaktian remaja ,15 agustus 2009 semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Sadhu sadhu sadhu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2030503268154817122?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2030503268154817122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/grace-chandra-kushala-dhamma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2030503268154817122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2030503268154817122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/grace-chandra-kushala-dhamma.html' title='Grace Chandra : kushala dhamma'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoqyM4XB6DI/AAAAAAAAAfA/5cDRJt_rSIQ/s72-c/nasehat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2531115750174022737</id><published>2009-08-11T21:18:00.007+07:00</published><updated>2009-08-11T21:29:47.013+07:00</updated><title type='text'>Bhikkhu Sudassano : 4 Hal yang harus dilakukan untuk pola hidup yang baik.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF-qe1ce7I/AAAAAAAAAe4/o0GqqvI-ZWM/s1600-h/bhikkhu_sudassano.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF-qe1ce7I/AAAAAAAAAe4/o0GqqvI-ZWM/s200/bhikkhu_sudassano.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368711499099175858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebhaktian umum, 07 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Bpk. Hasan&lt;br /&gt;Pembaca Dhammapada : Upasika Sumiati Sukanta (Gatha 223 dan 224)&lt;br /&gt;Dhammadesana  :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.samaggi-phala.or.id/bhik_detail.php?id=75&amp;amp;cont=sudassano.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Y. M. Bhante Suddhasano&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; ( Data Lengkap )&lt;br /&gt;penulis: &lt;a href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Grace Chandra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa (3x)&lt;br /&gt;Namo Sang Yang Adhi Buddhaya, Namo Buddhaya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Y. M. Bhante memberikan dhammadesana tentang empat hal yang harus kita lakukan untuk merubah pola hidup kita. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mencegah hal-hal buruk yang belum ada diri kita&lt;br /&gt;Contohnya yaitu jika diri kita yang bukan tipe suka marah-marah jangan sampai berubah menjadi suka marah-marah. Kita harus menjauhkan diri hal-hal yang buruk. Hal ini dapat dicapai dengan meditasi dan fangshen. Meditasi membuat diri kita selalu sadar dan mawas diri sehingga jika ada hal-hal buruk yang mendatangi diri kita maka kita akan tersadar untuk segera menjauhinya, Sedangkan fangshen membuat diri kita akan dipenuhi oleh cinta kasih sehingga kita dapat terbebas dari rasa memmbenci. Fangshen juga membuat diri kita selalu terlindung oleh kebajikan yang kita perbuat. Semakin banyak kita menolong orang maka akan semakin banyak kita terlindung oleh kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Menghilangkan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan&lt;br /&gt;Contoh: jika kita memiliki kebiasaan buruk yaitu mudah mengantuk maka kikis dan hilangkanlah kebiasaan buruk ini. Mengantuk berarti kesadaran kita lemah dan orang yang memiliki kesadaran lemah akan membuat diri kita cepat mati. Contohnya saja jika kita kesadaran lemah mungkin ketika menyebrang jalan kita akan mati tertabrak oleh kendaran yang lalu lalang. Kesadaran lemah membuat kita kurang berhati-hati dalam melakukan suatu kegiatan.&lt;br /&gt;Sesuai dengan Buddha katakana, “Orang yang sadar adalah orang yang hidup sedangkan orang yang tidak sadar dapat dikatakan tidak hidup walaupun sebenarnya dia hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menambah kebajikan yang belum pernah dilakukan&lt;br /&gt;Contohnya orang yang tidak suka meditasi menjadi suka meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan kebajikan yang sudah ada&lt;br /&gt;Bagi orang yang sudah sering bermeditasi sebaiknya lebih baik lebih ditingkatkan lagi. Kita haruslah meningkatkan kebajikan yang ada didalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita sering dengar bahwa: “Oleh diri sendiri kita berbuat kebajikan, oleh diri sendiri kita ternoda, oleh diri sendiri kita berbuat kebajikan dan oleh diri sendiri kita mecapai kesucian. Semua hal yang terjadi adalah karena oleh diri kita sendiri. Diri kitalah yang menentukan apakah diri kita akan menjadi orang yang baik atau tidak.&lt;br /&gt;Dewa kematian tidak mungkin datang mengetuk pintu untuk memberitahukan kematian kita. Oleh karena itu jangan menunda-nunda kebajikan sebelum kematian menjemput kita. Apabila seseorang mencintai diri sendiri maka mulai sekarang dia akan menjaga diri sebaik-baiknya. Menjaga diri dengan selalu menghindari segala perbuatan jahat dan selalu mendekatkan diri dengan kebajikan. Oleh karena itu jika sayang dan mencintai diri kita sendiri maka perbanyak dan kembangkan kebajikan dalam diri kita.&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan kebhkatian umum, 08 Agustus 2009. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sadhu...! Sadhu…! Sadhu…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2531115750174022737?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2531115750174022737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bhikkhu-sudassano-4-hal-yang-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2531115750174022737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2531115750174022737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/bhikkhu-sudassano-4-hal-yang-harus.html' title='Bhikkhu Sudassano : 4 Hal yang harus dilakukan untuk pola hidup yang baik.'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF-qe1ce7I/AAAAAAAAAe4/o0GqqvI-ZWM/s72-c/bhikkhu_sudassano.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-1092208839577469078</id><published>2009-08-11T21:10:00.002+07:00</published><updated>2009-08-11T21:17:42.451+07:00</updated><title type='text'>Sidhi : Ketua Terpilih PMV SAG 2009-2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF8eSHoDdI/AAAAAAAAAew/6UNNt04b00o/s1600-h/sidhi+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF8eSHoDdI/AAAAAAAAAew/6UNNt04b00o/s200/sidhi+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368709090504084946" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian Remaja, 08 Agustus 2009&lt;br /&gt;Protokol  : Melisa&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar :  Indra&lt;br /&gt;Dhammapada  : Meylianawati Dewi dan Raditha&lt;br /&gt;penulis : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000101475975" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sidhi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (Facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui bahwa minggu lalu kita telah memilih enam calon ketua menjadi tiga calon ketua. Maka pada malam ini kita akan melakukan pemilihan putaran kedua yang akan menghasilkan keputusan, siapakah diatara ketiga calon ketua tersebut yang akan menjadi Ketua PMV Surya Adhi Guna, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.&lt;br /&gt;Acara pemilihan putaran pertama pun dimulai oleh Ci Grace dengan memanggil ketiga calon ketua terpilih ke depan. Pada momen ini Ci Grace membahas mengenai dua tugas utama yang diberikan oleh Ci Grace kepada ketiga calon terpilih. Seperti yang kita ketahui pada akhir pemilu putaran pertama, ketiga calon ketua terpilih diberikan tugas untuk membuat profil biodata yang akan ditempel di mading dan artikel mengenai riwayat hidup Buddha Gautama.&lt;br /&gt;Semua calon ketua telah mengerjakan dan mengumpulkan tugas tersebut dengan baik. Hanya saja masih terdapat kekurangan di dalam ketepatan waktu pengumpulan yaitu tugas profil biodata masing-masing ketua dikumpulkan agak terlambat dari waktu yang ditentukan. Akan tetapi untuk tugas artikel riwayat Buddha Gautama kami mengumpulkan tepat waktu dan malah Saudari Nanda mengumpulkan lebih dulu dari jangka waktu yang ditentukan. Akan tetapi menurut ci Grace secara global semua para calon ketua telah melakukan semua tugas tersebut dengan baik dan sudah semaksimal mungkin.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ci Grace pun bangga kepada kami semua para calon ketua terpilih telah melakukan tugas dengan baik dan melakukannya dengan usaha sendiri tanpa melihat atau meniru pekerjaan teman kalian.. Ci Grace berkata, “Memang isi cerita artikel masih ada yang berisi kontoversi atau tidak sesuai dengan cerita sebenarnya dan terdapat perbedaan isi cerita yang berbeda antara artikel tiap calon ketua.” Sebagai contoh dalam artikel saudara Dwi diceritakan mengenai kisah Pangeran Siddharta bermeditasi di pohon jambu saat festival panen sedangkan yang lain tidak membahas mengenai hal itu. Intinya setiap masing-masing artikel mempunyai gaya bahasa dan keunikan tersendiri. Ci Grace pun berkata bahwa jika ketiga artikel tersebut digabungkan akan menjadi sebuah artikel riwayat hidup Buddha Gautama yang lebih sempurna.&lt;br /&gt;Dan selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang harus di jawab langsung oleh para calon ketua dalam waktu satu menit, pertanyaan itu adalah : “Apakah kalian menganggap diri kalian bertangung jawab? dan “Apakah tanggung jawab itu menurut kalian?” .&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan tersebut dijawab sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Saudari Nanda, “Saya adalah orang yang kadang bertanggung jawab dan kadang dapat tidak bertanggung jawab.” Apabila tugasnya benar-benar darurat atau sangat memerlukan pertanggung jawabannya maka ia akan bertanggung jawab. Tanggung jawab adalah sesuatu yang perlu kita miliki ketika kita melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;• Giliran kedua adalah diri saya sendiri. Saya menjawab bahwa saya tidak tahu apakah dia bertanggung jawab atau tidak, umat orang lain yang bisa menilai dirinya. Akan tetapi Ci Grace meminta saya untuk menilai diri saya apakah saya bertanggung jawab atau tidak, saya menjawab tidak karena saya merasa masih ada saja suatu keadaan tertentu dimana saya melakukan tanggung jawab dengan tidak maksimal . Padahal bagi saya tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita tanggung bagaimanapun keadaannya.&lt;br /&gt;• Dan yang mejawab paling terakhir adalah saudara Dwi. Dwi menjawab bahwa dia masih belum mempunyai tanggung jawab yang cukup akan tetapi dia akan berusaha menjadi lebih bertanggung jawab. Tanggung jawab menurut Dwi adalah sesuatu yang harus kita tanggung dan pertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang berikutnya adalah sesi diskusi para calon ketua dengan dibantu oleh tim suksesnya. Pada sesi ini Ci Grace meminta para calon ketua untuk mendiskusikan tentang proyek apa saja apa saja yang akan mereka lakukan, seandainya mereka menjadi ketua yang terpilih:&lt;br /&gt;• Saya mempunyai proyek yaitu:&lt;br /&gt;- akan membuat jaket vihara&lt;br /&gt;- mengusahakan agar organisasi berjalan sesuai dengan fungsinya&lt;br /&gt;- mengusahakan agar semua anggota PMV baik yang menjadi pengurus atau bukan pengurus selalu terlibat dalam kegiatan yang dilakukan&lt;br /&gt;- olahraga bersama setiap minggu&lt;br /&gt;- acara ulang tahun bersama&lt;br /&gt;• Saudari Nanda juga mempunyai proyek tersendiri yaitu:&lt;br /&gt;- Proyek pertamanya akan mensosialisasikan demokrasi dalam pengadaan kegiatan-kegiatan vihara. Bagi Nanda setiap kegiatan yang dilakukan harus ada kekompakan antara pengurus dan kawan-kawan bukan pengurus. Oleh karena itu semua saran harus ditampung agar ditemukan suatu jalan yang menampung aspirasi bersama dan menjaga kekompakan bersama.&lt;br /&gt;- akan mengadakan kegiatan olahraga bersama&lt;br /&gt;- mengusahakan agar kebhaktian remaja dihadiri oleh anggota sangha&lt;br /&gt;- mengadakan kunjungan ke vihara yang lain.&lt;br /&gt;• Sedangkan proyek saudara Dwi adalah:&lt;br /&gt;- Dia akan menyita semau HP pada saat kebhaktian agar tidak menggangu pada saat kebhaktian berlangsung&lt;br /&gt;- Mengadakan games-games yang seru seperti games cerdas cermat untuk memperdalam keyakinan terhadap Buddha Dhamma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Ci Grace memberikan kesempatan kepada setiap tim sukses untuk memberikan keyakinan kepada seluruh pemilih bahwa calon ketua yang mereka dukung adalah terbaik. Para tim sukses memberikan beberapa pendapat mengenai kelebihan dari para calon ketua masing-masing yang mereka dukung.&lt;br /&gt;Sebekum berlanjut kepada sesi pemilihan, Ci Grace mengeluarkan pertanyaan yang tak kalah penting yaitu apakah yang kami lakukan jika kami tidak kepilih menjadi ketua. Jawaban kami hampir seragam yaitu intinya kami akan menerima hasil tersebut dengan lapang dada dan akan menbantu yang terpilih untuk menjalankan proyeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya tibalah sesi pemilihan. Akhirnya pemiliu putaran kedua pun selesai dengan hasil sebagai berikut Saya mendapatkan hasil 21 suara, saudari Nanda mendapatkan 12 suara dan saudara Dwi mendapatkan 7 suara. Dengan hasil ini maka saya diberikan kepercayaan untuk menjabat ketua PMV SAG periode 2009/2010. Sedangkan saudari Nanda akan membantu kepengurusan PMV SAG periode 2009/2010 sebagai wakil ketua I dan saudara Dwi sebagai wakil ketua II.&lt;br /&gt;Pada malam ini juga saya diberikan kesempatan untuk memberikan kata sambutan pertama karena telah terpilih sebagai ketua PMV SAG 2009/2010. Dalam momen ini saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh kawan-kawan semua kepada diri saya dan terima kasih kepada tim sukses saya yaitu saudara Antoni, saudara Agil, saudara Yesi, dan saudara Ratna.Sari  yang telah bersedia membantu saya dalam proses pemilu ini.&lt;br /&gt;Demikianlah proses demokrasi yang telah dijalankan oleh kami PMV Surya Adhi Guna dalam menentukan Ketua PMV periode 2009/2010. Semoga ringkasan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Semoga proses demokrasi dapat dilaksanakan selamanya.&lt;br /&gt;Sadhu...! Sadhu…! Sadhu…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-1092208839577469078?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/1092208839577469078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/sidhi-ketua-terpilih-pmv-sag-2009-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/1092208839577469078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/1092208839577469078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/sidhi-ketua-terpilih-pmv-sag-2009-2010.html' title='Sidhi : Ketua Terpilih PMV SAG 2009-2010'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SoF8eSHoDdI/AAAAAAAAAew/6UNNt04b00o/s72-c/sidhi+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4426617537772059487</id><published>2009-08-06T10:23:00.003+07:00</published><updated>2009-08-06T10:31:17.415+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo : Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnpNX7umHSI/AAAAAAAAAeo/433mndVRE3U/s1600-h/happiness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnpNX7umHSI/AAAAAAAAAeo/433mndVRE3U/s200/happiness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366686979530824994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian umum, 31 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Bpk. Hasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar  : Bpk. Embeng Sutiono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembaca Dhammapada : Ibu Lilayani (Gatha 199 dan 200)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana  : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ( Facebook )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian umum terakhir di bulan Juli ini dihadiri sedikit umat. Banyak umat yang biasanya hadir dalam kebhaktian umum tidak hadir pada kebhaktian malam ini. Walaupun tidak terlalu banyak umat yang datang, kebhaktian tetap dimulai tepat Jam 18.30 WIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam ini Dhammadesana kembali diisi oleh Romo Pannajayo. Romo Pannajayo atau yang lebih sering kita kenal sebagai Romo Andri mengisi Dhammadesana malam ini dengan tema yang selalu kita perbincangkan dan cari dalam kehidupan sehari-hari kita. Apakah itu????. Ya.., itu tidak lain dan tidak bukan yaitu KEBAHAGIAAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap hari, setiap orang dari berbagai kalangan yang berbeda agama, ras, suku atau bangsa selalu membicarakan kebahagiaan. Mereka semua termasuk diri kita sendiri sangat menginginkan kehidupannya selalu diliputi oleh kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu seperti apakah kebahagian itu???. Setiap orang yang mendapat pertanyaan ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan berbagai versi jawaban yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan oleh setiap orang mempunyai persepsi dan pandangan yang berbeda terhadap kebahagiaan itu sendiri. &lt;div class="fullpost"&gt;Ada orang yang berkata dan berpikir dia bahagia kalau dia sudah memiliki uang banyak., akan tetapi ada yang berkata dan berpikir jika dia dapat hidup cukup pangan, sandang dan papan dia sudah berbahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut Dhammapada gatha 204 dikatakan bahwa “Kesehatan adalah keuntungan yang paling besar. Kepuasan adalah kekayaan yang paling berharga. Kepercayaan adalah saudara yang paling baik. Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi.” Bila kita kupas dan merenungi isi dari dhammapada ini maka kita akan mengerti bagaimana memperoleh kebahagiaan yang benar dan sejati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya dalam kehidupan ada empat hal utama yang selalu diinginkan oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupannya agar hidupnya berbahagia yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Kekayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang selalu berpikr bahwa dengan memiliki kekayaan yang banyak ia akan berbahagia. Pemikiran ini adalah salah karena masih banyak di kehidupan kita orang-orang kaya yang hidupnya tidak berbahagia. Ada sebagian dari orang kaya yang memiliki rutinitas kehidupan yang padat sehingga tidak mampu beristirahat dan menikmati tontonan TV yang menyenangkan walaupun Ia memiliki TV yang besar dan mewah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya orang yang berbahagia adalah orang yang dapat menikmati kekayaan yang dimiliki seberapapun besar atau kecilnya kekayaan yang ia miliki. Ia mampu menggunakan kekayaan yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan untuk melakukan segala jenis kebajikan seperti berdana. Orang yang berbahagia juga adalah orang yang hidupnya terbebas dari utang. Orang yang memiliki banyak utang biasanya hidupnya tak tenang karena pikirannya tak tenang, selalu memikirkan utang-utang yang harus dilunasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh karena itu berbahagialah diri kita yang selalu merasa puas dengan kekayaan yang kita miliki. Berbahagialah diri kita yang mampu berdana sesuai dengan kemampuan kita. Dan berbahagialah diri kita yang terbebas utang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semua orang berpikit merasa bahagia jika memiliki kekuasaan yang tinggi. Mereka merasa dengan kekuasaan dan kedudukan yang tinggi maka dirinya akan dihormati dan dihargai oleh orang lain. Ternyata seseorang belum tentu dihormati dan dihargai oleh orang lain walaupun kedudukan mereka tinggi. Sebenarnya kita tidak perlu mempunyai kekuasaan tinggi untuk dihormati dan dihargai orang lain. Orang lain akan menghormati dan menghargai diri kita dari sikap dan moralitas kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh pejabat tinggi yang mempunyai sifat sombong, semena-mena dan korupsi tidak akan dihargai oleh semua orang. Berbeda kondisinya dengan seorang rakyat biasa yang suka menolong dan menjaga susila akan dihormati walaupun ia tidak mempunyai kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Panjang Usia dan Sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang menginginkan panjang usia dan sehat. Hal ini dikarenakan seberapa besar apapun kekuasaan dan kekayaan yang kita miliki tak akan cukup berharga jika kita sakit-sakitan. Jika hidup kita sakit-sakitan maka kekayaan yang kita miliki hanyalah kita gunakan untuk berobat dan tidak dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat lainnya. Jika kita tidak memiliki panjang usia dan sehat maka kesempatan untuk berbuat bajik pun akan semakin sedikit saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh karena itu jika kita menginginkan panjang usia dan sehat maka mulai saat ini janganlah melakukan pembunuhan terhadap makhluk hidup,. Banyak berbuat fangshen, donor darah dan kebajikan lainnya yang membantu kelangsungan hidup suatu makhluk hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Jika Meninggal Terlahir Di Alam Surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sungguh bahagia diri kita jika meninggal nanti kita terlahir dialam surga. Jangan sampai diri kita mengalami kelahiran di alam neraka ataupun terlahir di alam manusia pada saat jangka usia manusia hanya mencapai usia sepuluh tahun. Semoga saja ketika masa manusia hanya mencapai umur sepuluh tahun kita dilahirkan di surga dan akan terlahir lagi di alam manusia pada masa Buddha Maitreya. Sangatlah beruntung dan berbahagianya diri kita jika hal ini terjadi pada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bila kita menginginkan hal tersebut maka pada kehidupan saat ini diri kita harus banyak melakukan kebajiakan, menjaga moralitas kita sehingga semua pintu neraka dan penderitaan tertutup untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah uraian mengenai konsep tentang kebahagiaan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sadhu..! Sadhu…! Sadhu…!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4426617537772059487?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4426617537772059487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-pannajayo-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4426617537772059487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4426617537772059487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/romo-pannajayo-kebahagiaan.html' title='Romo Pannajayo : Kebahagiaan'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnpNX7umHSI/AAAAAAAAAeo/433mndVRE3U/s72-c/happiness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6188643277636708098</id><published>2009-08-04T11:11:00.008+07:00</published><updated>2009-08-04T13:19:08.041+07:00</updated><title type='text'>Pemilihan KETUA PMV putaran pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sne1Qcjl4RI/AAAAAAAAAeg/6f1JcYz42CA/s1600-h/hasil2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sne1Qcjl4RI/AAAAAAAAAeg/6f1JcYz42CA/s400/hasil2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365956775183245586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Kebaktian remaja sabtu, 1 Agustus 2009&lt;br /&gt;Pemimpin kebaktian : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/levina.septembera" target="_blank"&gt;Levina&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;Lilin Altar : Ratnasari&lt;br /&gt;Dhammapada : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1250597828%20" target="_blank"&gt;Widya &lt;/a&gt;(facebook) &amp;amp;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/antoni.kho" target="_blank"&gt; Antoni &lt;/a&gt;(facebook)&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah setahun, tidak terasa masa kepemimpinan Sdri. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1428063061" target="_blank"&gt;Yessica F.S&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sebagai ketua PMV SAG akan segera usai. Banyak sekali hal yang sudah Sdri. Yessica F.S. sumbangkan selama masa jabatannya sebagai Ketua PMV SAG periode 2008/2009, suka duka semua ia hadapi dengan terus semangat.&lt;br /&gt;Karena masa kepengurusan inilah, Panitia pemilihan Ketua PMV SAG, yang diketuai oleh Sdri. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;, membuat kebaktian kali ini untuk memperkenalkan dan memilih para calon kandidat ketua vihara untuk periode 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemilihan ketua PMV SAG dari tahun ke tahun semakin menampakan peningkatan dalam hal penyaringan dan kualitas sumber daya manusia nya. Pada pemilihan ketua kali ini, Panitia menyalonkan 5 kandidat calon ketua. Yakni :&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Nama : Sidhi Agustiana Taniman&lt;br /&gt;Nama Visudhi : Anggira&lt;br /&gt;Jabatan : Seksi Kebhaktian Bag. Absensi&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 20 Agustus 1992&lt;br /&gt;Alamat Email : -&lt;br /&gt;Golongan Darah : O&lt;br /&gt;Hobi : Main PS&lt;br /&gt;Pandangan Terhadap&lt;br /&gt;Buddha Dhamma : “Suatu ajaran yang sangat mulia untuk dapat melepaskan Dukkha”&lt;br /&gt;Motto : “Menjadi orang yang sukses”&lt;br /&gt;2. Nama : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000143346858" target="_blank"&gt;Nanda Devi Nur &lt;/a&gt;(facebook)&lt;br /&gt;Nama Visudhi : Bhavita&lt;br /&gt;Jabatan : Seksi Kesenian&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 18 Juni 1992&lt;br /&gt;Alamat Email : n_dn_janggeum@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Golongan Darah : O&lt;br /&gt;Hobi : Baca Novel&lt;br /&gt;Pandangan Terhadap&lt;br /&gt;Buddha Dhamma : “Indah pada awalnya, pertengahan dan akhirnya”&lt;br /&gt;Motto : “Make your dreams come true”&lt;br /&gt;3. Nama :&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000026053858" target="_blank"&gt;Dwi Yunantara &lt;/a&gt;(facebook)&lt;br /&gt;Nama Visudhi : Kirana&lt;br /&gt;Jabatan : -&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 23 Mei 1995&lt;br /&gt;Alamat Email : KIRZ-hitzoe@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Golongan Darah : -&lt;br /&gt;Hobi : Baca&lt;br /&gt;Pandangan Terhadap&lt;br /&gt;Buddha Dhamma : “Jalan menuju penerangan”&lt;br /&gt;Motto : “Jangan cepat menyerah”&lt;br /&gt;4. Nama : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1789700085" target="_blank"&gt;Meylianawati Dewi&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;Nama Visudhi : Aravinda&lt;br /&gt;Jabatan : -&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 23 Mei 1995&lt;br /&gt;Alamat Email : Dewi_violetgirl@yahoo.com&lt;br /&gt;Golongan Darah : -&lt;br /&gt;Hobi : Jalan-Jalan&lt;br /&gt;Pandangan Terhadap&lt;br /&gt;Buddha Dhamma : “Hidupku menjadi lebih baik dan lebih sering berbuat baik”&lt;br /&gt;Motto : “Harus rajin ke Vihara”&lt;br /&gt;5. Nama : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000092033339" target="_blank"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Irwin Virya Jaya&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;(facebook)&lt;br /&gt;Nama Visudhi : Dhammika&lt;br /&gt;Jabatan : -&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 27 April 1994&lt;br /&gt;Alamat Email : fanz_irwinviryajaya@yahoo.com&lt;br /&gt;Golongan Darah : B&lt;br /&gt;Hobi : Main Basket&lt;br /&gt;Pandangan Terhadap&lt;br /&gt;Buddha Dhamma : “Suatu kebenaran yang tak akan lapuk oleh waktu”&lt;br /&gt;Motto : “Hidup terkadang ada yang positif dan negative maka kita harus mengambil yang positif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama tersebut sudah dipertimbangkan oleh panitia pemilihan ketua periode 2009/2010 dengan melihat hasil kerja, cara kerja dan sikap para calon kandidat pada masa kepengurusan 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari pemilihan ketua PMV SAG pada putaran pertama, dimana para umat yang hadir dipersilahkan untuk memilih 3 calon dari 5 calon wakil ketua yang akan kembali dipilih sebagai ketua PMV SAG pada putaran ke 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemilihan pada putaran pertama ini, panitia membuat simulasi kelompok untuk berdiskusi dengan tujuan, para calon ketua menjadi juru bicara untuk kelompoknya, sehingga para umat yang hadir bisa melihat secara langsung cara para calon ketua berbicara di depan umum, cara pengambilan keputusan dan pengendalian emosional para calon ketua PMV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi kali ini saya diminta oleh Sdri. Grace Chandra untuk menjadi moderator , dilemparkan kasus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus : Pendidikan&lt;br /&gt;Dewasa ini, pendidikan adalah hal yang sangat penting yang menentukan kesuksesan seseorang. Ada dilema pendidikan di Indonesia dalam pemilihan sekolah yang berkualitas. Seperti yang kita semua tahu dan akui bahwa sekolah-sekolah swasta yang memiliki standart kurikulum pendidikan yang baik, kebanyakan mewajibkan para siswanya untuk mengikuti atau belajar Agama sesuai yayasan yang mereka punya. Contohnya sebuah sekolah swasta di Rengasdengklok B.. PEN.., para siswa harus belajar agama Kristiani dan banyak sekolah swasta lainya menerapkan hal serupa dalam hal pendidikan Agama. Padahal pendidikan agama adalah salah satu pendidikan terpenting dan merupakan pondasi pola piker setiap orang. Di sisi lain, apabila kita memutuskan untuk sekolah ke sekolah negri dengan pertimbangan mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang kita anut, tapi mutu dan kualitas sekolah masih dipertanyakan. Terlebih pada sekolah-sekolah dengan subsidi pemerintah yang biasanya, para guru malas dan ogah-ogahan dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal tersebut, timbul pertanyaan untuk masing-masing kelompok, yakni :&lt;br /&gt;1. Sekolah mana yang akan anda pilih? Sekolah negri atau sekolah swasta yang memberikan pendidikan agama non. Buddhis?&lt;br /&gt;2. Apabila anda sudah terlanjur sekolah di sekolah swasta, apa yang akan anda lakukan untuk tetap dapat belajar Dhamma?&lt;br /&gt;3. Apabila anda bersekolah di sekolah swasta, pergaulan, pola pikir dan lingkungan anda adalah pola pikir dan lingkungan agama tertentu, apa yang anda lakukan agar tidak terpengaruh?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan-aturan :&lt;br /&gt;1. Para umat dipersilahkan untuk berkelompok dengan pimpinan para calon ketua.&lt;br /&gt;2. Para calon ketua adalah Juru bicara satu-satunya dalam kelompok. Jadi apabila ada tanggapan dalam diskusi dari anggota kelompok, anggota hanya diperbolehkan untuk menyampaikan pada juru bicaranya yakni calon ketua tersebut.&lt;br /&gt;3. Tujuan diskusi untuk memudahkan para umat untuk melihat kepiawan para calon ketua dalam berbicara, pola pikir dan cara pengambilan keputusan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertanyaan nomor 1, beberapa kelompok sepakat menjawab memilih sekolah swasta karena dilihat dari kualitas mutu pendidikan yang jauh lebih baik, dari disiplin dan penghargaan hak asasi siswa. Tapi ada salah satu kelompok dimana Irwin Virya Jaya sebagai ketua kelompok nya menyatakan mereka lebih pilih sekolah negri dengan alas an menitik beratkan pada pendidikan agama yang mereka dapatkan di sekolah negri sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Kalo ditilik dari sisi kualitas pendidikan, tergantung dari pribadi siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua kelompok selesai memberikan pendapat dan sanggahan, saya lanjutkan pada pertanyaan 2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda sudah terlanjur sekolah di sekolah swasta, apa yang akan anda lakukan untuk tetap dapat belajar Dhamma?&lt;br /&gt;pabila anda bersekolah di sekolah swasta, pergaulan, pola pikir dan lingkungan anda adalah pola pikir dan lingkungan agama tertentu, apa yang anda lakukan agar tidak terpengaruh?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pertanyaan ini,&lt;br /&gt;semua kelompok sepakat menjawab, apabila sudah terlanjur bersekolah di sekolah swasta, tetap bisa untuk belajar Dhamma, yakni dengan rajin datang ke vihara, ikut seminar-seminar Buddhis pun bisa mendapat banyak pelajaran, ikut pelatihan kemoralan, Pabajja dan lain-lain. Dengan kegiatan-kegiatan seperti itu akan membuat kta tetap berpegang teguh pada keyakinan tentang Buddha Dhamma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Diskusi antar para calon ketua selesai, proses pemilihan ketua PMV dilanjutkan dengan pemilihan suara oleh para umat untuk memilih 3 calon kandidat yang akan akan kembali mengikuti proses seleksi dan pemilihan pada pemilihan putaran ke-dua yang akan dilaksanakan pada hari sabtu, 8 Agustus 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kertas suara dibagikan, para remaja yang hadir sungguh antusias untuk memilih pada calon ketua yang kelak akan menggantikan Sdri Yessi F.S. pada periode 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dihitung, semua umat yan hadir berjumlah 33 orang termasuk panitia pemilihan PMV dan para calon ketua PMV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menuliskan para calon ketua, akhirnya kertas suara pun mulai dihitung. Dan hasil nya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sne1Qcjl4RI/AAAAAAAAAeg/6f1JcYz42CA/s1600-h/hasil2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sne1Qcjl4RI/AAAAAAAAAeg/6f1JcYz42CA/s400/hasil2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365956775183245586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah hasil ketiga calon ketua didapat yakni Dwi, Nanda dan Sidhi, panitia memberikan tugas baru untuk membuat paper tentang riwayat hidup Buddha. Tugas ini dimaksudkan agar panitia pemilihan ketua PMV mengetahui seberapa banyak pengetahuan para calon ketua dalam Buddha Dhamma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6188643277636708098?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6188643277636708098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/kebaktian-remaja-sabtu-1-agustus-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6188643277636708098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6188643277636708098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/08/kebaktian-remaja-sabtu-1-agustus-2009.html' title='Pemilihan KETUA PMV putaran pertama'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sne1Qcjl4RI/AAAAAAAAAeg/6f1JcYz42CA/s72-c/hasil2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5958192375428458806</id><published>2009-07-31T15:32:00.006+07:00</published><updated>2009-08-26T16:43:51.313+07:00</updated><title type='text'>Ayya Santini Talkshow : Bertemu Penderitaan, bertemu kebijaksanaan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnKtewPEjtI/AAAAAAAAAeY/Pl68cqB-tdQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnKtewPEjtI/AAAAAAAAAeY/Pl68cqB-tdQ/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364540850007477970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Talkshow,&lt;br /&gt;Bertemu Penderitaan, bertemu kebijaksanaan?&lt;br /&gt;Tanggerang, 26 Juli 2009&lt;br /&gt;Pembicara :&lt;br /&gt;1.Y.M. Bhikkhuni Santini Thera&lt;br /&gt;2.Bpk. Dr Cornelis Wowor&lt;br /&gt;3.Harry Sutanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari minggu tanggal 26 Juli 2009, kami remaja PMV Surya Adhi Guna, mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengikuti Talkshow dengan tema : “Bertemu Penderitaan, Bertemu kebijaksanaan?”.. Talkshow ini diadakan oleh para pengurus Vihara Sanghamitta Karawang dalam rangka penggalangan dana pembangunan Vihara Sanghamitta. Talkshow sebelumnya diadakan di Kota Karawang beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;Progress pembangunan Vihara Sanghamitta hingga saat ini sudah pada berdirinya bangunan Vihara yang begitu megah. Di kompleks perumahan Resinda Karawang.&lt;br /&gt;Tapi tentu pembangunan masih membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itulah panitia pembangunan Vihara Sanghamitta mengadakan Talkshow ini sebagai salah satu langkah untuk mencari dukungan berupa Biaya pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami begitu bersemangat pergi ke kota Tanggerang walaupun agak jauh dari kota kami, Rengasdengklok. Perjalanan yang menempuh jarak hampir 150 Km dengan waktu lebih dari 2 Jam 30 Menit. Beberapa anak SMP pun bersemangat untuk mengikuti Talkshow ini. Mungkin karena rasa ketertarikan mereka untuk belajar Dhamma, membuat mereka tetap semangat walau jarak &amp;amp; waktu yang begitu jauh dan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di lokasi, panitia menyambut kami dengan bingkisan kue dan salam sambil menunjukan tempat duduk yang tersedia untuk kami. Banyak tokoh dari kalangan Buddhist terlihat menghadiri talkshow amal ini. Diantaranya Pak Handaka Vijananda, Bpk Oka Diputra, Para Pengurus Vihara Sanghamitta Karawang dan para Upasaka kota Tanggerang. Setelah beramah tamah dan kata sambutan, Beberapa saat kemudian talkshow yang kami tunggu-tunggu pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada Sesi pertama ini, diawali oleh Bpk Cornelis Wowor. Beliau adalah seorang tokoh Buddhist yang sudah tidak asing lagi. Beliau memulai sesi ini dengan berbicara tentang kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Kebijaksanaan antara satu orang dengan orang yang lain sungguh sangat berbeda, sehingga, mengajar Dhamma pada banyak orang sekaligus adalah hal yang sangat sulit dilakukan, dengan pertimbangan perbedaan tingkat kebijaksanaan orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat di bandara, Bpk Wowor bertemu dengan umat non-Buddhist yang menanyakan tentang sebuah pertanyaan yang sengaja untuk menjatuhkan umat Buddha, umat tersebut bertanya : “ Pak, kenapa umat Buddha mau mengikuti Pangeran Siddharta? Padahal, Pangeran Siddharta adalah orang Konyol yang meninggalkan anaknya yang baru lahir,istri dan keluarganya untuk mencari sesuatu yang belum pasti Ia dapatkan, bukan kah itu tindakan Konyol?.. ” Mendengar pertanyaan tersebut, Pak Wowor mengerti bahwa orang tersebut bertanya untuk sengaja bertanya untuk menjatuhkan konsep Buddhisme, tapi dengan pintarnya, Pak Wowor menjawab : “ Saya Setuju dengan anda!” Mendengar pertanyaan tersebut, orang tersebut melongo, lalu Pak Wowor meneruskan, “ Agama Buddha meneladani dan mencontoh apa yang diajarkan oleh Buddha Gautama, bukan Pangeran Sidharta, Pangeran Sidharta belum sempurna.”&lt;br /&gt;Pak wowor juga berbicara tentang berbagai macam manusia dalam hal kebijaksanaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 tipe manusia dalam hal perkembangan kebijaksanaannya, yakni:&lt;br /&gt;1. Orang yang tanpa diberitahu, bisa muncul kebijaksanaan dengan sendirinya&lt;br /&gt;2. Orang yang harus diberitahu sedikit, lalu baru muncul pengetahuan dan kebijaksanaannya.&lt;br /&gt;3. Orang yang harus dilatih, diberitahu secara berkesinambungan sampai pada akhirnya tumbuhlah kebijaksanaanya.&lt;br /&gt;4. Orang yang sudah dilatih secara berkesinambungan, diberitahu dengan cara apapun, tapi tetap tidak mendapatkan pencerahan &amp;amp; kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe orang yang ke-4 inilah yang sangat sulit untuk menemukan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai 4 tipe manusia dalam hal kebijaksanaan. Kita semua mungkin sering mendengar nama SOCRATES, filsuf Yunani kuno yang merupakan pemikir dan bisa memberikan banyak solusi untuk banyak orang.&lt;br /&gt;Istri Socrates adalah istri yang sangat cerewet pada suaminya, orang lain yang melihat Socrates yang sering dimarahi oleh istrinya, berpikir bahwa Socrates hidup dengan penuh penderitaan. Kehidupan keseharian Socrates adalah dengan memberikan pengajaran ditempat-tempat umum kepada banyak orang. Suatu ketika, istri Socrates yang cerewet sakit, lalu Socrates menjadi murung dan tidak bersemangat. Socrates tidak lagi banyak memberikan ide-ide cemerlangnya di depan umum. Lalu salah seorang temannya bertanya pada nya, “ Kenapa engkau menjadi murung dan tidak bersemangat? ” lalu Socrates menjawab, “ Hari ini istri ku sedang sakit. ” Temannya keheranan , “Loh bukannya bagus kalo istrimu sedang sakit, jadi tidak ada lagi yang cerewet dan sering memarahimu?”.. Lalu Socrates menjawab, “ Justru itu dia, Ide-ide cemerlangku ikut hilang bersama dengan cerewetnya istriku. Jadi aku menjadi sangat tidak bersemangat. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, kita mengetahui bahwa kebijaksanaan seseorang dalam menyikapi setiap kejadian, sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pak Wowor sambil bercanda berkata : “ Maka dari itu, anda semua, seorang istri, haruslah cerewet pada suami, supaya muncul ide-ide suami yang cemerlang. Yang sudah cerewet, harus labih cerewet lagi. ” Para umat yang hadir pun tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Talkshow ini dilanjutkan dengan pelelangan sebuah Puisi Dharma, karya Bapak Oka Diputra. Beliau merupakan sesepuh umat Buddha Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai Anggora MPR-RI pada masa Presiden B.J. Habiebie dan pernah menjabat sebagai DirJen PemBimas Hindu-Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lelangnya dimulai, Bapak Oka diputra sengaja tampilkan ke depan untuk bercerita tentang sejarah latar belakang sajak Dharma tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika beliau masih tinggal di tempat asalnya di Bali, beliau mempunyai kekasih yang sangat cantik. Lalu Pak Oka, harus kuliah ke Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karena hal ini lah, membuat pasangan ini harus menjalani pacaran jarak jauh. Hanya setahun sekali Pak Oka pulang ke Bali. Tahun pertama, tahun ke-dua, perjalan mereka berjalan lancar-lancar saja, tapi setelah tahun ke-tiga, ternyata sang kekasih Pak Oka, diam-diam berpacaran lagi dengan teman Pak Oka sendiri. Rasa sakit hati pun tak tertahankan, karena kesal, pak Oka berniat untuk bunuh diri dengan mencemplungkan diri di selat Bali. Pada saat beliau bersiap di kapal laut untuk mencemplungkan dirinya, beliau melihat ombak yang sangat besar, ombak tersebutlah yang membuat Pak Oka menjadi takut dan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Beberapa waktu kemudian, ada sebuah kegiatan latihan meditasi Vipassana yang dibimbing langsung oleh Ashin Jinarakhita di Vihara Watugong Semarang. 18 hari beliau mengikuti meditasi tersebut dengan sabar dan sampai pada selesainya, beliau mendapatkan pelajaran amat berharga mengenai kehidupan dari meditasinya, bahwa hidup terus berubah dan harus siap untuk menerima perubahan tersebut. Setelah meditasi selesai, akhirnya beliau berniat untuk bertemu dengan mantan kekasihnya dan temannya untuk berdamai. Lalu niatnya itu pun terkabul, lalu beliau membuat sajak yang berjudul “Sinar Dhamma yang menyelamatkan hidupku” .&lt;br /&gt;Pak Oka berkata “Semoga Puisi ini bermanfaat untuk pembangunan Vihara Sanghamitta.” Lalu lelang pun dimulai, lelang sajak ini dimulai dengan harga Rp. 1 Juta Rupiah. Lelang berlangsung seru hingga harga sajak tersebut menjadi Rp. 10 Juta Rupiah yang dimenangkan oleh Handaka Vijjananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Sutanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelang Sajak selesai, Sesi pembicara berikutnya pun dimulai, pembicara yang selanjutnya adalah Bapak Harry Sutanto. Beliau merupakan salah satu pembicara dan motivator yang berasal dari kalangan Buddhist. Sejumlah prestasi pernah beliau raih dan sekarang aktif sebagai pembicara motivasi ke berbagai instansi, Pemerintah, swasta, Universitas dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi ini Bpk Harry Sutanto bercerita mengenai MARA dan Buddha,&lt;br /&gt;Suatu ketika Buddha sedang berdiam diri di gua tempatnya untuk bermeditasi. Banyak orang yang dating ke gua tersebut untuk meminta nasehat kepada Sang Tathagatha. Salah satunya adalah MARA sang penggoda. Dari kejauhan Bhante Ananda melihat Mara dan kebinggungan apa yang harus dilakukan apabila Mara bernit untuk menemui Sang Tathagatha, lalu Bhante Ananda bertanya pada Sang Tathagatha, apa Mara diijinkan masuk untuk menemui Sang Tathagatha? Lalu Sang Tathagatha menjawab, “ Persilahkan masuk Ananda, sediakan teh juga untuk kami.” Lalu Mara pun dipersilahkan masuk untuk berbincang-bincang dengan Sang Tathagatha. Mara mengatakan, “Sang Tathagatha aku Iri melihat mu begitu dipuja oleh banyak orang karena mereka menganggap Engkau sangat berguna bagi mereka, bagaimana kalo kita bertukar posisi saja? Aku menjadi Sang Tathagatha dan engkau menjadi Mara” Lalu Sang Tathagatha menjawab “ Oh, Mara, kita tidak perlu bertukar posisi, ” Aku tetaplah Sang Tathagatha dan enkau tetap lah Mara. Engkau pun sangat berguna bagi kehidupan mereka. Rasa kesal, Amarah, Penderitaan yang ,mereka hadapi sangat bermanfaat sebagai tantangan untuk perkembangan bathin mereka untuk menjadi lebih baik lagi. Arti sebuah kesuksesan adalah bisa melewati tantangan tersebut. Jadi engkau pun sangat bermanfaat untuk mereka.”&lt;br /&gt;Harry Sutanto menegaskan bahwa, penderitaan, kesusahan yang kita dapatkan adalah vitamin yang menguatkan kita untuk terus menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Lalu Pak Harry Sutanto kembali bercerita tentang sebuah cerita di kerajaan,&lt;br /&gt;Kerajaan jaman dahulu, biasanya dikelilingi oleh sebuah sungai yang besar, dan untuk memasuki istana, kita harus melewati sungai tersebut dengan jembatan yang bisa dibuka dan ditutup di istana.&lt;br /&gt;Sang Raja pada masa itu sudah berusia tua, dan raja tersebut hanya memiliki seorang putri tunggalnya. Sang raja kebingungan, siapa yang akan meneruskan tahta kerajaannya. Ditengah kebingungannya, para mentri kerajaan menyarankan Sang raja untuk menikahkan putrinya dengan laki-laki terbaik di negrinya untuk meneruskan tahtanya. Dan sang Raja pun menyetujui hal tersebut. Lalu diumumkan lah ke seluruh negri tentang sayembara untuk menjadi menantu Raja. Raja mencari laki-laki terbaik yang mampu melewati tantangannya untuk menjadi Suami dari putrinya, yang dikemudian hari nanti akan menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat hari sayembara tersebut, pintu dan jembatan menuju istana ditutup rapat. Sehingga orang tidak dapat memasuki istana. Orang-orang dari seluruh negri berdatangan. Lalu tantangan pun diumumkan, barang siapa mampu masuk ke istana untuk menemui Sang raja di istana, dialah yang akan menjadi Menantu raja. Orang berpikir, tantangan tersebut sangat lah mudah, tapi ternyata jembatan dan pintu masuk istana ditutup, sehingga untuk memasuki istana, harus melewati sungai yang mengelilingi istana. Orang-orang bersiap berenang, tapi,.. ternyata kesulitan itu makin menjadi ketika terlihat ada buaya yang kelaparan menunggu di sungai. Kerumunan orang semakin banyak, tapi tak ada satu pun yang berani berenang menuju istana. Beberapa saat yang agak lama, orang-orang hanya melihat ke sungai dan Sang raja dari atas istana pun hanya memperhatikan orang-orang yang berdatangan semakin banyak, tapi tidak satupun berani untuk berenang. Lalu tiba-tiba ada suara sesuatu yang masuk ke dalam sungai, perhatian semua orang tertuju ke sumber bunyi tersebut, dan ternyata yang jatuh ke sungai itu adalah orang, sebutlah “ Acun ”, Acun berenang sekuat tenaga untuk mencapai sungai di tepi istana. Sampai akhirnya Acun berhasil mencapai tepi dengan selamat. Setibanya di tepi istana, orang-orang bertepuk tangan, dan Sang raja menyambut Acun,&lt;br /&gt;“ Selamat, anda telah berhasil melewati tantangan saya, sekarang apa yang anda inginkan?.. ” sambil mengigil dan kecapean, Acun terdiam. Lalu Sang raja berkata “ jendral di kerajaan kita sudah sudah tua, anda masih sangat muda, apa anda mau menggantikan jendral di kerjaan ini?”.. sambil mengigil, Acun menjawab : “ Ti ti tidak Raja, saya tidak mau! ”.. lalu Sang raja menawarkan Acun menjadi perdana mentri di istananya , lalu Acun menjawab : “ ti ti tidak Baginda, saya tidak mau posisi itu. ”..&lt;br /&gt;“ohhhhhh, anda mau menikahi putri saya kalo begitu?..” Lalu acun menjawab: “ Ju ju juga tidak Baginda. ”… “ Lancang kamu Acun ”, marah Sang raja. “ Lalu apa yang kamu mau?.. kenapa kamu rela berenang kesini? Dan berhasil melewatinya. ”.. lalu acun menjawab : “ sa sa saya hanya ingin tau siapa yang mendorong saya sampai jatuh ke sungai itu.”.. mendenger jawaban Acun para umat tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan maksud dari cerita ini adalah, begitu banyak orang yang sejak lahir atau pada waktu tertentu mengalami keadaan yang terpaksa, terpaksa hidup susah, terpaksa harus bekerja keras, tapi apabila orang tersebut dapat menyikapnya dengan bijaksana, maka ia akan bertemu dengan jalan yang baik.&lt;br /&gt;Penderitaan adalah obat untuk menjadi semakin kuat untuk melewati kehidupan ini.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu talksshow dilanjutkan dengan pelelangan sebuah lukisan. Dan lukisan ini berhasil dijual dengan harga Rp. 11.500.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pembicara yang saya tunggu-tunggu, mungkin sudah agak lama, sudah hamper 2 tahun saya tidak pernah lagi menghadiri ceramah Ayya Santini. Ayya santini adalah Bhikkhuni kelahiran Rengasdengklok beliau juga pernah mendapat pernghargaan dari PBB sebagai salah satu wanita yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Dhammadesananya, Ayya santini menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini di kota tanggerang bukanlah semata-mata untuk mencari dana. Tapi juga untuk berbagi Dhamma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pada talkshow kali ini saya meminta panitia untuk berbicara diawal, kenapa?.. karena kalo bicara diawal, berarti saya tinggal menarik kesimpulan pada pembicara-pembicara sebelumnya. Sama halnya dengan yang saya lakukan saat menjadi pembicara di Manado. ”&lt;br /&gt;Pada Talkshow kali ini, Ayya santini menjelaskan ada 4 tipe manusia dalam hal perkembangan kualitas bathin atau kebjiksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang kualitas bathin nya dari terang ke terang.&lt;br /&gt;2. Orang yang kualitas bathin nya dari gelap ke terang.&lt;br /&gt;3. Orang yang kualitas bathin nya dari terang ke gelap.&lt;br /&gt;4. Orang yang kualitas bathin nya dari gelap ke gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas bathin yang patut dicontoh adalah kualitas bathin yang pertama. “ Saya sering kali bertemu dengan orang yang seperti nomor diatas. Terlahir dari keluarga yang baik, lalu membawa diri ke kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Saya juga percaya bahwa anda semua yang hadir pada talkshow hari ini, ada yang seperti itu. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita bukan menjadi orang dalam kualitas bathin yang pertama, menjadi golongan yang ke dua pun tidak apa. Karena orang tersebut tetap mendorong diri untuk ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe orang yang nomor 3 ini, sungguh sangat disayangkan. Terlahir di keluarga yang sangat baik dari sisi ekonomi, dari sisi spiritual dan dari keharmonisan keluarga, tapi karena bergaul dengan orang yang salah dan menyenangi kehidupan yang kurang bermanfaat, sehingga akhirnya menuju ke jalan yang gelap. Sungguh hal ini sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi dari 3 tipe yang saya sebutkan barusan, tipe yang nomor 4 adalah tipe yang paling-paling sangat tidak baik.” Tandas Ayya Santini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita sebagai umat Buddha terus berjuang untuk mencapai pembebasan. Menuju kearah yang terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan yang dapat saya tuliskan.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5958192375428458806?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5958192375428458806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/talkshow-bertemu-penderitaan-bertemu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5958192375428458806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5958192375428458806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/talkshow-bertemu-penderitaan-bertemu.html' title='Ayya Santini Talkshow : Bertemu Penderitaan, bertemu kebijaksanaan?'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SnKtewPEjtI/AAAAAAAAAeY/Pl68cqB-tdQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-7264067653507259147</id><published>2009-07-29T08:55:00.005+07:00</published><updated>2009-07-31T11:35:33.559+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Asadha 2009 : YM Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm-snuHW8lI/AAAAAAAAAeQ/ICDHLgvavOA/s1600-h/pannavaroduduk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm-snuHW8lI/AAAAAAAAAeQ/ICDHLgvavOA/s200/pannavaroduduk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363695479615320658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perayaan Asadha 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rest. Alam Sari Karawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Panitia : Vihara Buddha Guna Karawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada hari sabtu malam minggu tanggal 25 juli 2009 merupakan hari berbahagia bagi umat Buddha kota Karawang dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan pada hari tersebut diadakan suatu Perayaan Hari raya Asadha 2553 B. E. di Rest. Alam sari yang diselenggarakan oleh Vihara Buddha Guna Karawang. Pada acara perayaan dihadiri oleh sekitar dua belas anggota sangha dan Dhammadesana pada acara  tersebut diisi oleh Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Acara ini dimulai dengan sekilas profil Vihara Buddha Guna dan kegiatan yang telah dilakukannya dari masa lalu hingga masa yang sekarang. Kemudian setelah itu Bhikkhu Sangha memasuki ruang puja bakti dimana pada saat itu semua umat berdiri untuk menyambut kehadiran Bhikkhu Sangha. Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara laporan Ketua Panitia oleh Sdri. Rita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Usai acara penyampaian laporan Ketua Panitia, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin altar oleh Bhikkhu Sangha dan pembacaan paritta-paritta suci yang terdiri dari Namaskara Patha, Aradhana Tisarana dan Pancasila, Buddhanussati, Dhammanussati, Sanghanussati, Saccakiriya Gatha dan Asadha Puja. Kemudian setelah membacakan Asadha puja, acara dilanjutkan dengan meditasi yang dipadu oleh Bhikkhu Sangha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Usai bermeditasi, para umat memanjatkan Aradhana Dhammadesana untuk meminta tuntunan Dhamma dari Bhikkhu Sangha. Akhirnya Dhammadesana disampaikan oleh Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera. Beliau mengawali Dhammadesana dengan bersikap hening sejenak dan dengan tenang para umat menunggu bimbingan Dhamma yang akan Beliau sampaikan. Beliau lalu mengatakan bahwa seperti yang kita ketahui hari raya Asadha yang jatuh pada bulan Juli ini mempunyai arti yang sangat penting. Pada Asalha Purnama, Guru kita yaitu Guru Buddha membabarkan Dhamma untuk pertama kalinya kepada lima orang pertapa di Taman Rusa Isipatana. Oleh karena itu kita sering menyebut hari raya Asadha sebagai hari Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akan tetapi sebenarnya hari raya Asadha perlu dikenal sebagai hari Sangha juga. Mengapa???. &lt;div class="fullpost"&gt;Hal ini dikarenakan pada Asalha Purnama Guru Buddha untuk pertama kalinya mengangkat murid yaitu lima orang pertapa yang terdiri dari Kondanna, Bhadiya, Vappa, Mahanamma, dan Asajji. Pengangkatan murid ini dilakukan dengan pentahbisan yang sederhana yaitu pentahbisan Ehi Bhiikkhu. Pada hari raya Asadha inilah awal terbentuknya Sangha. Pada saat itulah Tiratana telah menjadi lengkap yaitu Buddharatana, Dhammaratana, dan Sangharatana.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kondanna merupakan murid Buddha yang paling tua dan merupakan murid yang paling pertama kali mencapai tingkat kesucian pertama yaitu Sotapanna. Panca Vaggiya ini mencapai tingkat kesucian pertamanya setelah mendengarkan khotbah Sang Buddha tentang empat kebenaran mulia (Cattari Arya Saccani). Empat kebenaran mulia ini terdiri dari Dukkha, sebab Dukkha, lenyapnya Dukkha dan jalan menuju lenyapnya Dukkha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Guru Buddha pernah berkata kepada Anuradha dalam Samyutta Nikaya, “Anuradha, dahulu dan sekarang hanya ini yang Aku ajarkan yaitu tentang Dukkha dan lenyapnya Dukkha.” Dalam 25 abad ini sudah banyak pemikiran-pemikiran baru dan sudah banyak pemikiran yang tenggelam. Walaupun demikian ajaran Buddha tetap ada, TIDAK TENGGELAM. Ajaran Buddha makin lama semakin menarik bagi setiap orang untuk semakin mendalaminya lebih dalam…dalam… dan dalam lagi. Hal ini dikarenakan oleh ajaran Buddha yang bersinggungan langsung dengan kehidupan kita yaitu penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam kehidupan bermasyarakat ini tentu saja tidak ada dari kita yang mau hidup menderita. Semua orang ingin melenyapkan Dukkha, penderitaan yang ada dalam diri kita. Akan tetapi ironisnya saat ini banyak sekali orang-orang yang bukan berjuang melenyapkan penderitaan secara total tetapi hanya menutup-nutupi penderitaannya. Pada saat kita tertekan kadang perbuatan yang spontan kita lakukan adalah sesegera mungkin menutup penderitaan tersebut. Sebenarnya menutup penderitaan yang kita lakukan adalah sesungguhnya adalah menutupi penderitaan yang satu dengan penderitaan yang lainnya yang jauh lebih besar dan dasyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh : Ketika kita marah dan bermasalah dengan seseorang kita menutupi masalah itu dengan pura-pura tersenyum walaupun di hati tidak memaafkan orang tersebut dengan tulus. Penderitaan yang awalnya kita tutup-tutupi ternyata tanpa kita sadari muncul suatu dendam yang baru yang lebih besar dan lebih dasyat dibandingkan sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena kita tidak mengetahui dengan benar apa sebab penderitaan kita dan bagaimana mengatasinya dengan benar. Guru Buddha telah mengajarkan kebenaran (Ariya Sacca) ini kepada kita. Guru agung telah memberikan suatu petunjuk nyata bagaimana mengatasi penderitaan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buddha mengajarkan kepada kita agar jangan berbuat jahat hindarilah perbuatan membunuh, mencuri, Asusila, berbohong, memfitnah, dan mabuk-mabukan yang menyebabkan lenyapnya kesadaran. Janganlah kita suka merendahkan kejahatan dengan menganggap berbuat kejahatan kecil tidaklah masalah. Hal ini dikarenakan jika kita selalu terbiasa dengan kejahatan-kejahatan kecil yang selalu kita lakukan maka kejahatan kecil itu menjadi suatu sifat kebiasaan kita. Dengan begitu maka kita akan terbiasa untuk selalu berbuat kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesuai dengan bunyi Dhammapada gatha 121, “Jangan meremehkan kejahatan walaupun kecil, dengan berkata: ‘Perbuatan jahat tidak akan membawa akibat.’ Bagaikan sebuah tempayan akan terisi oleh air yang keruh yang dijatuhkan setetes demi setetes, demikian pula orang bodoh yang sedikit demi sedikit memenuhi dirinya dengan kejahatan .”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita juga jangan suka meremehkan kebajikan kecil yang telah kita lakukan. Hal ini sesuai dengan bunyi Dhammapada gatha 122, “Janganlah meremehkan kebajikan walaupun kecil, dengan berkata: ‘Perbuatan bajik tidak akan membawa akibat.’ Bagaikan sebuah tempayan akan terisi oleh air yang jernih yang dijatuhkan setetes demi setetes., demikian pula orang bijaksana yang sedikit demi sedikit memenuhi dirinya dengan kebajikan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam kehidupan sehari-hari biasakanlah diri kita dengan jangan bepikiran buruk. Awalnya berpikir yang buruk saja tetapi lama kelamaan perbuatan dan ucapan kita sama buruknya denga pikiran kita. Hal ini sesuai dengan peribahasa inggris yang berkata, “Awalnya hanya I want….I want… I want… lama kelamaan berubah menjadi I will… I will… I will..” Oleh karena itulah jangan pernah membiasakan diri kita dengan mempunyai keinginan-keinginan dan pikiran yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu setelah menjalankan perbuatan-perbuatan kebajikan apakah kita akan langsung terlepas dari penderitaan????. Memang benar dan baik kita berbuat bajik terus menerus tetapi sudah cukupkah untuk mengatasi penderitaan???., Memang benar dan sunguh sungguh benar orang yang tidak berbuat jahat… dan memang benar seseorang berbuat kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya hal itu tidak cukup untuk melenyapkan penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penderitaan tetap berjalan walaupun seseorang telah banyak berbuat kebajikan jika Ia tetap memiliki keinginan-keinginan yang tidak dapat dibendung. Segala keinginan-keinginan yan tidak terbendung dapat menimbulkan kebencian, kemarahan dan kejahatan baru. Keinginan timbul karena keakuan yang tidak dapat dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai contoh ada seorang donatur besar yang memiliki nama besar dan cukup banyak dihormati oleh masyarakat datang telat di suatu acara sehingga ia tidak mendapatkan tempat duduk paling depan. Ia merasa tersinggung dan segera pulang, tidak mau mengikuti acara tersebut dan menuntut kepada panitia agar memohon maaf kepadanya. Masyarakat yang melihat kelakuan sang donatur merasa jengkel dan menganggap rendah sang donatur. Dapat dilihat dari kejadian ini keakuan sang donatur yang tidak dapat dikendalikan membuat dirinya menderita oleh kemarahannya dan menderita karena dianggap tak beretika dan sombong oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu pada kesempatan acara lainnya sang donatur kembali diundang dan Ia kembali datang terlambat sehingga tidak dapat tempat duduk. Akan tetapi pada kesempatan ini Ia tidak marah karena tidak mendapat tempat duduk. Ia malah dengan rendah hatinya bersedia duduk di belakang dengan umat biasa. Umat yang melihat kejadian ini menjadi menaruh hormat dan kagum kepadanya. Sang donatur yang melepas keakuannya maka Ia dapat terbebas dari penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemelekatan dengan keakuan mendatangkan penderitaan kepada kita. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat menghilangkan keakuan sehingga kita dapat terbebas dari penderitaan???. Keakuan tidak dapat dilenyapkan dengan pengetahuan filosofis dan intelektual saja. Mengerti dengan terang dan jelas tentang aku (ANATTA) tidak dapat menyebabkan keakuan lenyap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keakuan dapat dilenyapkan dengan kesadaran. Kewaspadaan yang ada dalam diri kita akan membuat keakuan tenggelam. Oleh karena itu ketika keakuan muncul dalam diri kita SADARI….SADARI… KETAHUI….KETAHUI….. Jangan menghakimi keakuan, jangan membencinya tetapi cukup sadari dan ketahui saja kehadirannya. Semakin disadari maka sedikit demi sedikit Ia akan tenggelam dan lenyap dari diri kita. Begitu juga bila kemunculan keserakahan, kebencian dan kebodohan di dalam diri kita selalu kita sadari dan ketahui maka sifat-sifat jahat ini akan tenggelam dan lenyap diri kita. Dengan begitu maka kita akan terbebas dari penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesadaran atau kewaspadaan dapat kita peroleh dengan jalan meditasi. Oleh karena itu berlatihlah meditasi dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kewaspadaan kita. Jangan pernah berpikir bahwa kita bermeditasi hanya untuk memperoleh ketenangan, keheningan ataupun wahyu. Pemikiran serperti itu adalah salah. Meditasi kita latih dan kembangkan guna meningkatkan kewapadaan sehingga kita dapat hidup berbahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan bermeditasi kita akan mencapai suatu kebijaksanaan yang menuntun kita kepada kebebasan sejati. Oleh karena itu latihlah meditasi dan kembangkanlah dalam kehidupan sehari-hari. Memang benar walaupun kita sudah bermeditasi kita akan tetap merasakan suatu kesakitan (Contoh walaupun sudah bermeditasi kaki kita tetap terluka bila jatuh) akan tetapi kita tidak menderita. Sesuai dengan bahasa inggris yang mengatakan “It’s Pain But No Suffer.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah Dhammadesana dari Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera. Kemudian acara dilanjutkan dengan persembahan lagu dari paduan suara Vihara Bodhi Diepa, Cikampe, dana paramita, penyerahan amisa puja dan pelimpahan jasa. Setelah itu pemercikan tirta oleh Bhikkhu Sangha kepada umat pun dilakukan. Sebagai penutup, acara ditutup dengan pembacaan paritta Ettavata dan Namaskara Patha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata masih ada satu acara kejutan sebelum Bhikkhu Sangha meninggalkan ruangan. Acara kejutan tersebut adalah acara ungkapan mudita cita atas ulang tahun ke-55 Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera. Sungguh acara terakhir yang tak kalah menarik dari acara-acara sebelumnya. Kami seluruh umat bernyanyi dan berdoa bersama agar Y. M. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera selalu sehat dan berbahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan acara perayaan Asadha 2553 B. E. yang diselenggarakan oleh Vihara Buddha Guna, Karawang. Sebagai penutup kami sangat mengucapkan terima kasih kepada Vihara Buddha Guna yang telah menyelenggarakan suatu kegiatan yang sungguh luar biasa dan bermanfaat. Semoga kita semua dapat memetik semua manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan dan Semoga ringkasan ini bermanfaat. Sadhu…Sadhu…Sa&lt;/span&gt;dhu…&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-7264067653507259147?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/7264067653507259147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/perayaan-asadha-2009-ym-bhikkhu-sri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7264067653507259147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7264067653507259147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/perayaan-asadha-2009-ym-bhikkhu-sri.html' title='Perayaan Asadha 2009 : YM Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm-snuHW8lI/AAAAAAAAAeQ/ICDHLgvavOA/s72-c/pannavaroduduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3458543425262235785</id><published>2009-07-28T14:37:00.002+07:00</published><updated>2009-07-28T14:49:15.122+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo : 10 Racun kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm6rvqXxueI/AAAAAAAAAeI/PoBZKJttQNs/s1600-h/poison.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm6rvqXxueI/AAAAAAAAAeI/PoBZKJttQNs/s200/poison.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363413041561057762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebhaktian umum, 24 juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;Pembaca Dhammapada : Ibu Empang (Gatha 197 dan 198)&lt;br /&gt;Dhammadesana  : Romo Pannajayo&lt;br /&gt;penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/grc.chndr" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini dalam Dhammadesananya, Romo Pannajayo membahas tentang “Sepuluh Racun Kehidupan”. Artikel ini merupakan karya Pdt. D. M. Peter Lim S. Ag, MBA, Msc. yang beliau baca dari media cetak Lumbini  Edisi 03/V/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak bahagia? Penyebabnya kita hanya tahu apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang bahagia, tetapi tidak tahu mengapa kita tidak bahagia. Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah “Penyakit” yang harus segera disirnakan, antara lain:&lt;br /&gt;1. LARI DARI KENYATAAN. Salah satu wujud nyata ketidak-dewasaan adalah lari dari kenyataan, dan ada kalanya mengkambing hitamkan atau menuding orang lain atas kesalahan yang diperbuat. Kondisi ini, selain merugikan orang lain, juga diri sendiri, karena kelemahan yang dimiliki akan semakin menambah, serta dibenci oleh siapapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TAKUT. Ingatlah 99 % hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi dari setiap masalah melalu sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses re-edukasi. Yang perlu ditakuti dalam hidup ini, hanyalah hiri: malu berbuat jahat dan ottappa: takut akan akibat dari perbuatan jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. EGOIS. Selain, selalu mengganggap bahwa bahwa dirinya adalah yang terbaik, juga tidak peduli dengan kesusahan atau penderitaan orang lain adalah salah satu ciri khas dari orang-orang yang egois. Orang yang egois, pasti akan jauh dari kebahagiaan karena ketidak mampuannya memberi atau membuat orang lain bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BOSAN. Agar kondisi ini tidak sampai timbul, satu-satunya cara adalah kreatif, yang selain senang/suka mengawali sesuatu yang baru juga mau menerima tantangan serta menghadapi tantangan serta menghadapi rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. RENDAH DIRI. Untuk menghilangkan kondisi ini, tiada cara lain yang harus diperbuat selain meyakini bahwa setiap orang selalu memiliki 2 (dua) sisi yang bertolak-belakang. Si A bisa saja plus (lebih) di bidang A, B, dan C, tetapi di bidang D, E atau F, bisa saja dia minus (kurang). Ringkasnya, sebodoh-bodohnya orang. Pasti ada kelebihannya. Pantaskah kita rendah diri?.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6. SOMBONG. Dalam hidup ini, tidak satupun yang pantas disombongkan karena selain keberadaanya tidak kekal, juga tidak menjamin akan menimbulkan kebahagiaan. Misalnya: Si A kaya raya, pintar atau rupawan, pastikah dia akan  bahagia dengan kondisi ini? Atau akankah kondisi ini permanen keberadaannya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TIDAK PERCAYA DIRI. Umumnya, orang-orang yang sukses tidak hanya semata-mata mengandalkan keahlian yang dimiliki, tetapi juga didukung dengan rasa percaya diri. Contoh yang paling sederhana adalah akankah si A, B, atau C yang piawai di bidang komputer meraih sukses karena tidak adanya percaya diri?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. MALAS. Salah satu faktor penyebab kegagalan adalah kemalasan, yang enggan atau tidak mau mengawali atau berusaha lebih optimal. Bagaimanapun piawai/ pakarnya diri seseorang, jika penyakit malas selalu berada di sisinya, maka semua peluang akan sirna dari kehidupannya. Dia akan senantiasa berada di jalur gagal/derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PICIK. Berwawasan sempit, picik dan selalu berkeyakinan bahwa dirinya adalah yang terbaik, merupakan salah satu penyebab hilangnya kesempatan-kesempatan untuk meraih kesuksesan atau kebahagiaan hidup, Realitanya, baik atau tidaknya diri seseorang sangatlah ditentukan oleh apa yang ia kontribusikan dan bukan semata-mata karena penampilan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. BENCI.  Penyakit kronis ini selain menurunkan stamina fisik (jantung berdebar, sulit tidur atau berkonsentrasi, dll), tetapi juga akan menghilangkan sifat-sifat mulia. Logikanya penyakit batin yang sangat destruktif ini, sudah seharusnya disirnakan sendini mungkin, karena seharusnya disirnakan sedini mungkin, karena keberadaanya selain menyusahkan diri sendiri, juga makhluk hidup lainnya. Satu-satunya cara yang tepat adalah dengan senantiasa mengembangkan cinta kasih yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kita ingin meraih kebahagiaan yang hakiki maka sirnakanlah segera sepuluh racun kehidupan ini. Demikianlah ringkasan kebhaktian umum, 24 Juli 2009. Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3458543425262235785?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3458543425262235785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/romo-pannajayo-10-racun-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3458543425262235785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3458543425262235785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/romo-pannajayo-10-racun-kehidupan.html' title='Romo Pannajayo : 10 Racun kehidupan'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm6rvqXxueI/AAAAAAAAAeI/PoBZKJttQNs/s72-c/poison.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5443575117167792316</id><published>2009-07-28T09:15:00.007+07:00</published><updated>2009-07-28T14:32:51.978+07:00</updated><title type='text'>Vihara Sepi : 20 Menit?.. Terasa Lama..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm5im1Se_oI/AAAAAAAAAeA/9u2bziqlRKs/s1600-h/meditation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm5im1Se_oI/AAAAAAAAAeA/9u2bziqlRKs/s200/meditation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363332625523998338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian remaja, Sabtu 25 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebelum hari ini, &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://id-id.facebook.com/people/Grace-Chandra/1695458826" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; meminta saya untuk mengisi kebaktian remaja kali ini, karena sebagian pengurus PMV Surya Adhi Guna, mengikuti Perayaan Hari Asadha 2553 B.E./2009 yang diadakan oleh Vihara Buddha Guna Karawang di Restoran Alam Sari Karawang, Y.M. Bhikkhu Pannavaro Mahathera menjadi Magnet para umat Buddha kabupaten Karawang dan sekitarnya. Kepiawaian, Kebijaksanaan dan pengetahuan dalam membabarkan Dhamma yang membuat para umat berbondong-bondong bersemangat mengikuti perayaan Asadha ini. Begitu pula yang terjadi di Vihara Kami, 2 mobil bis disediakan Vihara untuk mengantar umat Vihara Surya Adhi Guna ke Restoran Alam Sari yang berjarak sekitar 30 KM. Karena itulah, kebaktian remaja kali ini menjadi sepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya datang pukul 19:30, &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" com="" kho="" target="_blank"&gt;Antoni&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sudah mengatakan bahwa, hari ini tidak ada kebaktian, tapi mengingat amanat yang diberikan oleh Saudari Grace Chandra, saya pun tetap datang. Sesampainya di Vihara, ternyata benar, hanya ada &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/people/Tommi-Effendi" target="_blank"&gt;Tommy Efendi &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan Irwin Vj. Ditambah saya, Antoni &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 102, 255); font-family: verdana;" com="" kho="" target="_blank"&gt;Agil&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kami menjadi hanya 5 Orang saja. Tapi walau hanya dengan 5 orang, kami tetap semangat, kami berniat untuk berlatih meditasi bersama. Sebelum berlatih meditasi, kami membaca parrita yang dipimpin oleh Saudara Antoni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diawal meditasi, kami sepakat durasi untuk bermeditasi adalah 20 menit. Timer pun saya input angka 20 menit, dan saya menekan tombol start untuk memulai meditasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa menit berlalu, pikiran saya mulai berkelana, berpikir tentang kerjaan dikantor, berpikir tentang tulisan apa yang akan saya muat di BLOG ini, karena hanya meditasi dengan umat 5 orang ini apa yang bisa saya tulis??... Tidak lama kemudian,&lt;div class="fullpost"&gt; sakitlah kaki saya, kesemutan, pegel dan perasaan yang mengatakan untuk menyudahi meditasi yang saya lakukan. Tapi teman-teman yang lain tetap tenang, hal itu lah yang membuat saya tetap bertahan untuk tidak bergerak dan sabar menahan rasa sakit dari kaki, apalagi sekarang perut saya yang semakin gendut, membuat duduk semakin tidak nyaman ditambah pula  sekarang jarang bermeditasi, 20 menit terasa amat lama, kadang saya berpikir, apa Timer nya tadi lupa saya START, apa timer nya RUSAK? kok gak bunyi-bunyi, 20 menit terasa lama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sampai akhirnya terdengarlah suara yang membuat hati saya terasa LEGA, yakni bunyi TIMER yang menunjukan waktu bermeditasi selama 20 menit sudah usai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;20 Menit menjadi sangat lama, karena saya sudah sangat jarang bermeditasi. Saya renungkan, "hidup ini kan mesti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk bermeditasi, kapan saya bisa mulai konsisten berlatih?..kalo 20 menit saja terasa amat lama dan membuat resah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Saya harus mampu meluangkan waktu untuk berlatih meditasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah beberapa saat, Irwin berkata "Saya kira TIMER nya sengaja dimatiin sama Ko. Tommy, lama banget, sampe sakit neh kaki."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Teman-teman yang lain ketawa, lalu Antoni berkata " Meditasi se-jam, 30 menit,dan 20 menit, rasanya sama ya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; sama-sama lama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesi yang memang keliatan kurang menarik, tapi apabila direnungkan, meditasi 20 menit kali ini menjadi bermanfaat untuk saya dan teman-teman yang lain. Meskipun tidak dalam hal peningkatan kualitas bathin, tapi minimal dalam 20 menit tersebut kami menjalankan Pancasila Buddhis dengan baik. seusai sesi 20 menit tersebut juga membuat rasa persaudaraan antara teman-teman yang lain menjadi lebih baik dan berkesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya kami menutup sesi meditasi kali ini dengan membacakan Namaskara Gatha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5443575117167792316?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5443575117167792316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/vihara-sepi-20-menit-terasa-lama.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5443575117167792316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5443575117167792316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/vihara-sepi-20-menit-terasa-lama.html' title='Vihara Sepi : 20 Menit?.. Terasa Lama..'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sm5im1Se_oI/AAAAAAAAAeA/9u2bziqlRKs/s72-c/meditation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6711567833441527895</id><published>2009-07-22T09:09:00.005+07:00</published><updated>2009-07-28T14:22:45.144+07:00</updated><title type='text'>Nyanagupta Shi Xue Zhi : Aplikasikanlah Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmZ1hAna5zI/AAAAAAAAAd4/pIvoblB7dgM/s1600-h/gupta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmZ1hAna5zI/AAAAAAAAAd4/pIvoblB7dgM/s200/gupta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361101616392628018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perayaan Hari Raya Asadha 2553 B. E. / 19 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Vihara Surya Adhi Guna, Rengasdengklok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dihadiri Anggota Sangha :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Y. M.  Bhante Dhammacando&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Y. M. Bhante Nyanagupta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.facebook.com/nyanagupta" target="_blank"&gt;Y. M. Bhante Nyanagupta&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (facebook)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis :&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id-id.facebook.com/people/Grace-Chandra/1695458826" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari raya Asadha merupakan hari pemutaran roda Dhamma untuk pertama kalinya kepada lima orang pertapa di Taman Rusa Isipatana. Sebenarnya hari Asadha merupakan hari raya yang penting tapi terkadang Hari Asadha terkesan biasa-biasa saja dan malah terkadang dilupakan. Hari Asadha sebenarnya hari ulang tahun Buddha Sasana. Dengan adanya peristiwa pemutaran roda Dhamma maka kita saat ini mengenal Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhamma membuat kita tidak mempunyai cara pandang yang salah dalam mengarungi kehidupan sehari-hari. Cara pandang yang salah contohnya adalah pemboman J. W. Marriot. Pelaku yang melakukan pemboman tersebut mempunyai pandangan yang salah sehingga melakukan tindakan pengeboman yang memakan korban nyawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat pertama kali kita mendengar berita pengeboman ini mungkin kita merasa kesal kepada pelaku pengeboman dan merasa kasihan dengan para korban. Sebenarnya kita seharusnya jangan merasa kesal kepada sang pelaku melainkan merasa kasihan juga kepada para pelaku. Mengapa??. Kita kasihan karena sungguh malang diri mereka sudah terlahir di lingkungan yang salah sehingga membuat mereka mempunyai pandangan salah. Kasihan kepada mereka karena tidak dapat mengerti Dhamma sehingga mampu melakukan tindakan yang menyakitkan. Seharusnya kita mengasihi dan mencintai mereka yang telah berbuat kesalahan kepada kita??. Mampukah kita melakukan cinta kasih tanpa batas??. Apakah kita mampu mengembangkan cinta kasih kepada orang yang melakukan kejahatan pembunuhan??&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu Y. M. Bhante bercerita bahwa Beliau pernah membaca sebuah cerita mengenai perang Vietnam dari Y. M Thich Nhat Hanh. Dahulu pada perang Vietnam terdapat seorang gadis berumur 20 tahun yang diperkosa oleh bajak laut. Sang gadis belia yang masih polos dan tidak mengerti apa-apa lalu bunuh diri dengan terjun ke laut. Ketika mendengar cerita ini Y. M. Thich Nhat Hanh awalnya merasa jengkel tetapi setelah mengembangkan cinta kasih tanpa batas akhirnya beliau malah berbalik kasihan kepada para bajak laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Y. M. Thich Nhat Hanh akhirnya berpikir para bajak laut sungguh kejam dan tidak bermoral karena pada saat itu mereka tumbuh dalam lingkungan yang tidak kondusif. Mereka tidak mengenal dhamma sehingga mereka tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Sunggguh kasihan mereka yang tidak mengerti akan Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada dewasa ini orang hanya mengerti Dhamma sampai intelektual saja. Mereka mengenal Dhamma hanya sebagai religi dan tidak mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya dhamma dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa mengubah diri kita menjadi seseorang yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam mengarungi kehidupan kita mempunyai suatu kebiasaan. Biasanya energi kebiasaan kita yang kita miliki sangat kuat dan kita terbiasa akan sifat-sifat jelek kita. Tidak gampang untuk mengikis energi kebiasaan jelek yang kita miliki. Proses mengikis energi kebiasaan yang jelek tidaklah segampang seperti kita membalikkan tangan. Perlu proses yang kontinu dan kesabaran sehingga kita dapat mengikis energi-energi kebiasaan yang tidak baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para praktisi yang berlatih mempraktekkan Dhamma diibaratkan seperti bunga mangga atau telur ikan. Seperti yang kita ketahui bahwa pohon mangga ketika berbunga banyak sekali bunganya tetapi tidak semua bunga mangga yang berhasil menjadi buah mangga. Hanya sebagian kecil dari bunga mangga yang berhasil menjadi buah mangga. Begitu juga dengan ikan ketika bertelur sungguh banyak bisa mencapai ribuan telur ikan. Tetapi dari ribuan telur ikan yang menjadi ikan hanya sebagian kecil. Seperti itulah para praktisi dhamma, memang banyak praktisi dhamma tetapi yang mencapai keberhasilan (tingkat kesucian) sangatlah sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu bagaimana caranya agar kita para praktisi dapat berhasil dalam berlatih??. Sang Buddha sudah memikirkan hal ini yaitu dengan membuat suatu komunitas Sangha. Guru Buddha mengetahui bahwa berlatih bersama dengan suatu komunitas lebih mudah dibandingkan berlatih sendiri-sendiri. Sebagai contoh bila tidak berada dalam komunitas yang mendukung terkadang kita lebih mudah terserang oleh rasa malas. Kita mungkin malas bangun jam 4 pagi untuk langsung melakukan meditasi tetapi ketika kita melakukannya dalam suatu komunitas maka kita mampu melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu komunitas bukanlah hanya komunitas Sangha Monastik juga. Kita haruslah membangun suatu komunitas pesamuan umat awam. Pesamuan umat awam ini berguna untuk mengontrol dan tempat untuk berjuang bersama-sama. Bagi yang menyukai meditasi buatlah komunitas meditasi bersama-sama, begitu juga bagi yang menyukai paritta buatlah komunitas membaca paritta, dan seterusnya. Dengan adanya komunitas ini maka Dhamma akan semakin sering dipraktekkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam mengarungi kehidupan pastilah mengalami permasalahan. Jika kita mengalami permasalahan yang tidak menyenangkan janganlah kita tidak menyukai dan membencinya. Sebenarnya dibalik sesuatu yang tidak menyenangkan tersebut ada pelajaran yang dapat kita ambil. Sebagai contoh Buddha tidak pernah membenci Mara walaupun Mara selalu mengusik dan mengganggu-Nya. Perlu kita tilik bahwa dengan mengetahui dan waspada adanya Mara suatu sifat yang tidak baik maka Buddha pun berusaha untuk selalu tidak terpengaruh oleh Mara. Dengan usaha Guru Buddha maka Guru Buddha mencapai Nibbana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu Y. M. Bhante memberikan empat tips yang dapat kita lakukan jika kita dihadapi suatu masalah, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Kita harus belajar menghadapi permasalahan itu. Terkadang jika ada masalah kita sering kali menutup mata dan tidak mau tahu. Atau walaupun menerima, kita menerima permasalahan dengan rasa jengkel. Kedua sikap seperti ini jangan kita lakukan. Kita harus mampu menerima permasalahan dengan perasaan tulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Belajar untuk menerima permasalahan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Menyelesaikan permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Melepaskan permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga dengan cara ini maka semoga gesekan-gesekan dengan orang lain dapat berkurang. Aplikasikanlah Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari diri kita lalu keluarga lalu komunitas kia sehingga mereka merasakan indahnya Dhamma. Semoga kita dapat merealisasikan Tanah Suci Kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan Dhammadesana pada perayaan Asadha 2553 B. E. di Vihara Surya Adhi Guna, Rengasdengklok. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6711567833441527895?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6711567833441527895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/nyanagupta-shi-xue-zhi-aplikasikanlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6711567833441527895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6711567833441527895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/nyanagupta-shi-xue-zhi-aplikasikanlah.html' title='Nyanagupta Shi Xue Zhi : Aplikasikanlah Buddha Dhamma dalam kehidupan sehari-hari'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmZ1hAna5zI/AAAAAAAAAd4/pIvoblB7dgM/s72-c/gupta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3333627018176425451</id><published>2009-07-20T15:14:00.004+07:00</published><updated>2009-07-20T15:21:11.211+07:00</updated><title type='text'>Samanera Abhasaro : Perubahan</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmQn_LcJNmI/AAAAAAAAAdw/hiYn7PJvY2g/s1600-h/C.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmQn_LcJNmI/AAAAAAAAAdw/hiYn7PJvY2g/s200/C.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360453422833808994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian Remaja, 18 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Widya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : Samanera Abhasaro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini adalah hari yang sungguh sangat istimewa, Kami dengan bangga dan berbahagia kedatangan Samanera Abhasaro, Samanera yang nama sebelumnya adalah Mirad Nurdin, sekarang menjadi Samanera Tetap di Vihara Mendut Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Samanera sebelumnya adalah salah satu umat Buddha yang berasal dari Vihara Surya Adhi Guna, kepemimpinan, prestasi, kesabaran, ide dan banyak sumbangsih Mirad Nurdin, sangat berperan besar untuk Persaudaran Muda-mudi Vihara Surya Adhi Guna. Hingga sekarang menjadi Samanera, beliau tidak lupa untuk menengok kami untuk sharing Dhamma di saat liburan semesternya di Lembaga Pendidikan Sangha di Vihara Mendut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada pagi hari, tepat pukul 08.00 WIB, umat Vihara Surya Adhi Guna, diberikan kesempatan oleh Samanera untuk memberikan dana makanan, kegiatan ini disambut baik oleh umat Vihara Surya Adhi Guna dengan berdana makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada Awal Dhammadesananya, Samanera memulainya dengan Video Liputan Bhante Adiratano tentang kehidupan sehari-harinya sebagai Bhikkhu. Video ini tidak jauh berbeda dengan rutinitas dan kegiatan sehari-hari Samanera di Vihara Mendut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kegiatan sehari-hari Samanera saat ini adalah belajar di Lembaga Pendidikan Sangha Vihara Mendut, Senin sampai Jumat digunakan untuk belajar berbagai macam mata kuliah. Bahasa, Sutta, Meditasi dan lain lain sebagai nya. Pada hari sabtu &amp;amp; minggu, kadang keluar ceramah ke daerah Temanggung , Muntilan dan sekitarnya. &lt;div class="fullpost"&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disiplin dan bersikap anggun Sangha, terus dilaksanakan oleh Samanera dalam kegiatan sehari-harinya sekarang di Vihara Mendut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Video Pembukaan Kegiatan Bhante Adhiratano tersebut membuka tema Dhammadesana mengenai perubahan. Lagi-lagi Video ditayangkan untuk memudahkan Para umat yang hadir untuk mengerti perubahan apa yang dimaksud, video tersebut menyangkan tentang seorang wanita yang melahirkan seorang anak yang terbang, lalu pada saat terbang tersebut menjadi remaja ,dewasa, tua dan akhirnya jatuh di kuburan. Seperti itulah hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lahir – Tua – Sakit dan Mati. Kahidupan ini tidak pasti, yang pasti adalah perubahan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yang terpenting adalah proses dalam menjalani kehidupan ini. Ada banyak jalan, sebagai perumah tangga, atau sebagai Bhikkhu atau samanera. Tapi Guru Buddha menyarankan untuk melakukan 3 hal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Berbuat kebaikan dengan berdana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Berbakti pada orang tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Fokus melatih diri dengan menjadi Bhikkhu, Samanera atau Athasilani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu pertanyaan Samanera bertanya pada para umat yang hadir : “ Anda mau mempraktekan semua nya? ”… Kebanyakan umat menjawab, “dua sudah cukup samanera!”.. Bhante menjawab : “ Menjadi umat perumah tangga sebenarnya lebih sulit ketimbang menjadi Bhikkhu atau samanera, Banyak masalah yang akan timbul dalam kehidupan perumah tangga.Tapi kenapa anda semua, yang masih muda, lebih memilih untuk mencoba hidup berumah tangga?.. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memang betul, menjadi umat pun bisa mencapai kesucian, tapi sungguh sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak urusan ini, urusan itu. Kalau menjadi Bhikkhu atau samanera, waktu nya lebih banyak dan lebih focus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hidup kita terus berubah, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dulu menggunakan minyak wangi, sekarang minyak angin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dulu mengorbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang mengorbankan kekayaan demi kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dulu mengintip melalui lubang kunci, sekarang melihat melalui kacamata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dulu menuntun orang, sekarang dituntun orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pesan Samanera : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk anak-anak yang masih muda, belajarlah, kejar impiannya. Sebagai contoh seorang dokter, yang praktek memerikasa pasiennya, hanya bekerja sebentar sudah mendapat banyak uang. Kelihatannya enak, tapi harusnya kita melihat dari sisi perjuangannya saat masih kuliah, sekolah menuntut ilmu. Motivasi tersebut yang harus di teladani dan dipraktekan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3333627018176425451?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3333627018176425451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/samanera-abhasaro-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3333627018176425451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3333627018176425451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/samanera-abhasaro-perubahan.html' title='Samanera Abhasaro : Perubahan'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SmQn_LcJNmI/AAAAAAAAAdw/hiYn7PJvY2g/s72-c/C.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2771775859940331450</id><published>2009-07-15T08:33:00.006+07:00</published><updated>2009-07-22T09:16:20.054+07:00</updated><title type='text'>Fery Karsilo : Nilai Moral &amp; Asusila telah merosot</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sl0yMOXulcI/AAAAAAAAAdo/MCUVyqcress/s1600-h/5070_1164777966114_1427827056_454566_3348090_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sl0yMOXulcI/AAAAAAAAAdo/MCUVyqcress/s200/5070_1164777966114_1427827056_454566_3348090_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358494317238195650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Umum, 10 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/people/Silvia-Indrajaya/1790051901" target="_blank"&gt;Silvia Indra Jaya&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (facebook)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar : Bpk. Aen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada : &lt;a href="http://www.blogger.com/href=" com="" people="" chandra="" 1695458826="" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Grace Chandra&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/people/Fery-Karsilo/1427827056" target="_blank"&gt;Fery Karsilo&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (facebook)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;penulis : &lt;a href="http://www.blogger.com/href=" com="" people="" chandra="" 1695458826="" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Grace Chandra&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada awal sharing dhamma, Saudara Ferry berkata bahwa saat ini makin banyak kejahatan yang terjadi. Dahulu sikap ramah dan toleransi mudah ditemui, sedangkan pada saat ini sudah susah untuk ditemui. Saat ini orang sangat mudah sekali terpancing emosinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saudara Fery lalu melanjutkan sharing dhammanya dengan cerita “Hidup ini Bukan Seperti VCD Player.”  Cerita ini mengisahkan seorang anak yang  kehilangan tangannya akibat emosi ayahnya yang tak terkontrol. Pada suatu hari sang ayah pulang ke rumah sambil membawa truk baru. Sang anak yang melihat truk baru tersebut merasa penasaran dan bermain-main dengan truk tersebut layaknya mainan baru baginya. Sang anak yang sedang memegang palu lalu memukul-mukulkan palunya ke truk tersebut hingga truk baru itu menjadi rusak. Ayah anak tersebut marah melihat kelakuan anaknya ini. Sang ayah karena emosi lalu mengambil palu dan memukulkan palu tersebut ke tangan anaknya sampai tangan anak tersebut berdarah-darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melihat kondisi anaknya tersebut sang ayah tersadar dan kemudian segera membawa anaknya ke rumah sakit. Sayang sekali kondisi tangan anak tersebut tidak dapat diselamatkan lagi. Tangan anaknya harus diamputasi karena tulang-tulang tangannya sudah hancur akibar dihantam palu. Anak kecil itu setelah sadar lalu berkata pada ayahnya, “Ayah.., aku minta maaf karena telah merusak truk baru ayah. Lain kali aku tidak akan nakal lagi dan tidak akan pernah merusak barang ayah lagi. Sekarang aku sudah minta maaf ayah, sekarang kembalikanlah tanganku, ayah. Tolong ayah kembalikan tanganku!!.” Sang ayah yang mendengar perkataan ini menjadi &lt;div class="fullpost"&gt; sedih dan menyesal akan perbuatannya. Melihat kenyataan bahwa tangan anaknya tak mungkin dapat utuh seperti semula maka ayah ini pun depresi dan memutuskan untuk bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita ini menggugah kita untuk bertanya kepada diri kita masing-masing, “Sudah berapa banyakkah kita menyakiti orang tua, pasangan, dan teman kita sendiri?.” Hidup ini tidak seperi VCD yang dapat diputar balik. Segala ucapan dan perbuatan yang buruk, yang menyakitkan orang tua, pasangan, dan teman kita sangatlah tidak mungkin kita tarik kembali. Oleh karena itu kontollah emosi diri kita sendiri. Jangan sampai emosi yang tak terkontrol menyakitkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah cerita ini saudara Fery lalu bercerita tentang sang anak yang meminta waktu ayahnya untuk menemaninya selama satu jam. Di sebuah keluarga terdapat seorang kepala keluarga yang sukses dan mapan sehingga selalu tidak ada waktu untuk menemani anaknya. Akhirnya pada suatu hari ketika Ia baru saja pulang dari kantor, anak laki-lakinya bertanya, “Ayah…, sebenarnya berapa gaji ayah selama satu jam?.” Sang ayah yang capai dan mendengar pertanyaan anaknya ini langsung marah dan menghardik anaknya, “Untuk apa kamu bertanya mengenai hal itu. Anak kecil tidak perlu tahu. Sana pergi kamu ke kamar dan tidur.” Sang anak dengan lesunya beranjak dan di dalam kamarnya anak tersebut menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ayah anak tersebut akhirnya tersadar dan merasa kasihan dengan anaknya. Ia langsung mendatangi kamar anaknya dan berkata, “Maaf nak, Ayah sudah memarahi kamu. Kalau kamu ingin tahu gaji ayah 50 ribu selama satu jam.” Anak tersebut berkata, “Oh.., ternyata gaji ayah 50 ribu selama satu jam. Ayah, boleh tidak aku minta uang sebesar 25 ribu. Tolong ayah berikan aku uang sebesar 25 ribu saja..” Sang ayah yang sudah merasa bersalah dan kasihan dengan anaknya maka langsung saja memberikan 25 ribu kepada anaknya. Anak tersebut gembira dan kemudian membuka lemari belajarnya untuk mengambil uang tabungannya yang sebesar 25 ribu juga. Lalu anak tersebut memberikan uang tabungannya dan uang pemberian ayahnya dan lalu berkata, “Ayah ini ada uang 50 ribu untuk ayah. Tolong ayah,  setelah ayah menerima uang ini, tolong temani aku selama satu jam saja. Aku kangen dengan ayah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari cerita ini kita dapat melihat bahwa seorang anak perlu perhatian untuk disayangi. Lalu saudara Fery bertanya, “Sudah cukup atau belum perhatian Bapak/Ibu kepada anak?.” Pertanyaan ini tentu saja dapat kita jawab dan renungkan di dalam diri kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian saudara Fery membahas tentang fenomena-fenomena yang banyak terjadi pada masa sekarang ini. Fenomena-fenomena bencana yang terjadi sebenarnya merupakan akibat dari moralitas diri kita sebagai manusia telah menurun. Fenomena ini telah diatur oleh lima hukum niyama.yang terdiri dari Utu Niyama, Bija Niyama, Kamma Niyama, Cita Niyama dan Dhamma Niyama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya kita dapat terhindar dari fenomena-fenomena alam yang membahayakan seperti fenomena gempa bumi, gunung meletus, dll dengan jalan mempraktekkan cinta kasih tanpa batas. Saudara Fery bercerita tentang Buddha Tsu Zhi yang mampu menyebarkan cinta kasih tanpa batas. Hal ini perlulah kita contoh dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempraktekkan cinta kasih dapat dipastikan kita dapat terhindar dari fenomena-fenomena alam yang membahayakan seperti fenomena gempa bumi, gunung meletus, dll. Lalu Ia bertanya apakah kita sudah sanggup menyebarkan cinta kasih tanpa batas. Hal ini perlu kta renungkan sehingga kita semakin terpacu untuk memancarkan cinta kasih tanpa batas di dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu praktek memancarkan cinta kasih adalah dengan memberikan maaf kepada orang lain. Kita kadang sering kali berpikir bahwa dengan memberikan maaf berarti kita telah kehilangan sesuatu karena telah memberikan sesuatu kepada orang lain. Pemikiran ini salah karena sesungguhnya tidaklah demikian. Sesungguhnya dengan memberi maaf kita mendapatkan sesuatu untuk batin kita. Dengan memberikan maaf berarti kita telah mengurangi sifat dosa dalam diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai akhir dari sharing dhammanya, saudara Fery mengatakan bahwa kesimpulan dari sharing dhammanya adalah bahwa kita harus waspada karena nilai-nilai moral, cinta kasih dan susila telah merosot. Oleh Karena itu tebarkanlah “Metta”. Jadilah umat Buddha yang sejati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah Sharing Dhamma pada kebhaktian umum 10 Juli 2009. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2771775859940331450?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2771775859940331450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/fery-karsilo-nilai-moral-asusila-telah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2771775859940331450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2771775859940331450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/fery-karsilo-nilai-moral-asusila-telah.html' title='Fery Karsilo : Nilai Moral &amp; Asusila telah merosot'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sl0yMOXulcI/AAAAAAAAAdo/MCUVyqcress/s72-c/5070_1164777966114_1427827056_454566_3348090_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-674175652080068426</id><published>2009-07-13T14:05:00.006+07:00</published><updated>2009-07-15T08:49:51.754+07:00</updated><title type='text'>Yogi Gunawaro Diskusi : Pancasila Buddhis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Slrc0nIVL7I/AAAAAAAAAdg/4U-0bFeSCoc/s1600-h/_42394852_fisherman_ap416.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Slrc0nIVL7I/AAAAAAAAAdg/4U-0bFeSCoc/s200/_42394852_fisherman_ap416.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357837503125860274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian Remaja 11 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id-id.facebook.com/people/Tommi-Effendi/1566471217" target="_blank"&gt;Tommi Effendi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;( Facebook )   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada : Nanda &amp;amp; Mira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengarah Diskusi : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id-id.facebook.com/people/Yogi-Gunawaro/1685675131" target="_blank"&gt;Yogi Gunawaro&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian kali sungguh menarik, seminggu sebelumnya sudah direncanakan akan diisi oleh saudara Errick atau Saudara Putu, apabila Errick tidak bisa hadir, tapi lagi-lagi Saudara Errick tidak dapat hadir dan sehari sebelum kebaktian, saudara Putu pun mengonfirmasi tidak dapat mengisi kebaktian remaja di Vihara Surya Adhi Guna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi sangat beruntung Kebaktian remaja kali ini tetap kedatangan tamu dari Vihara Buddha Dhamma karawang, Yogi Gunawaro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yogi adalah salah satu remaja di Vihara Buddha Dhamma yang sangat aktif untuk membabarkan Dhamma, keliling dari satu vihara ke vihara lain nya di kabupaten karawang, dengan dukungan dari sang ayah, Romo Khanti Guna, Yogi mendapatkan banyak ilmu dalam menyampaikan Dhamma dan berbicara di depan. Beberapa hari yang lalu, Yogi mengikuti Silacarini, Anagarika di wisma Kusalayani yang diadakan oleh Y.M. Ayya Santini, banyak ilmu dan pengalaman yang Yogi dapatkan, dan salah satunya yang Ia bawakan menjadi Sharing &amp;amp; diskusi Dhamma pada kebaktian kali ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tema yang dibawakan Yogi bukanlah tema yang berat, tapi sering kali kita sebagai umat Buddha melalaikannya. Kali ini Yogi membahas tentang Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam Agama Buddha tentu kita mengenal lima latihan kemoralan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ( Pancasila):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Panatipata Veramani Sikkhapadam samadiyami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Adinnadana Veramani Sikkhapadam samadiyami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Kamesu micchacara Veramani Sikkhapadam samadiyami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Musavada Veramani Sikkhapadam samadiyami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Sura-meraya-majja-pamadatthana Veramani Sikkhapadam samadiyami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada diskusi kali ini, para umat yang hadir diminta memecahkan berbagai macam kasus, untuk meneliti kasus tersebut termasuk pelanggaran sila ke-berapa dan bagaimana solusinya,&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari sekitar 40 orang umat yang hadir, dibagi menjadi 5 kelompok besar, dan masing-masing kelompok mendapatkan 2 kasus dari 10 kasus yang ada di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;a. Seseorang yang bekerja sebagai nelayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kasus ini setiap kelompok setuju bahwa Nelayan adalah pekerjaan yang melanggar sila. Tapi ada pertanyaan yang timbul dari kelompok Grace Chandra, “bagaimana dengan nelayan ikan hias? Apa melanggar sila? Kan sesuai dengan syarat-syarat pelanggaran sila pertama, salah satunya adalah matinya makhluk tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah dirundingkan, kasus ini, sebagian menjawab , tetap melanggar sila pertama, karena sudah ada cetana dan usaha serta merupakan salah satu factor pendorong kematian ikan-ikan tersebut mati saat proses penangkapan ataupun pada saat dijual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi sebagian ada sanggahan, “bagaimana jika proses penangkapannya dilakukan dengan sangat hati-hati?..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok Andriyan menjawab, “ Ya diliat dari cetana nya juga, kalo tujuan nya untuk menyelamatkan binatang tersebut dari habitatnya yang sudah kurang bagus, ya tidak melanggar sila.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;b. Hukuman Mati ( Pengeksekusi hukuman mati )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok Dwi, menjawab bahwa Algojo pengeksekusi hukuman mati tersebut tidak lah melanggar sila pertama, dengan alasan tidak adanya cetana untuk membunuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok Antoni menjawab : “ Eksekusi matinya dimana dulu? Kalo di Arab Saudi eksekusi mati dilakukan dengan hukuman pancung, tapi kalo di Indonesia eksekusi mati dilakukan oleh 7 orang snipper yang salah satu penembaknya mempunya peluru, sedangkan yang lainnya tidak. Jadi pengeksekusi mati di Indonesia setidaknya tidak mengetahui siapa yang akan membunuh pengeksekusi, sedangkan yang dilakukan dengan hukuman pancung, sudah jelas. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;c. Seseorang yang melakukan hubungan sex dengan binatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nanda menjawab, “seseorang yang melakukan sex dengan binatang adalah melanggar sila, karena walaupun tidak termasuk dalam syarat-syarat pelanggaran, tapi dilihat dari tujuan sila ke-3 dipraktekan adalah untuk terbebas dari penyakit kelamin, lalu harus sesuai dengan Norma masyarakat. Nah, dengan seseorang melakukan sex dengan binatang, otomatis tujuan dari pelaksanaan sila ke – 3 tidak akan tercapai.“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok Antoni menyanggah : “ Melanggar sila yang mana dulu? Kalo Dasa ( 10 ) sila atau Atha (8) sila sudah pasti melanggar. Tapi kalo diliat dari sisi pancasila, tidak melanggar. Tapi yang harus dipertimbangkan oleh Umat awam yang melaksanakan pancasila, perbuatan sex yang menyimpang adalah perbuatan yang memperbesar LOBHA ( Keserakahan ) jadi hendaknya, umat awam menghindari perbuatan yang menambah LOBHA, DOSA dan MOHA”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya bertanya kepada semua kelompok untuk didiskusikan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“ Apakah Onani yang biasa dilakukan oleh pria, melanggar sila ke 3? ”..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah seorang umat ( Wanita ) menjawab : “ Onani melanggar sila ke 3 dalam pancasila, karena ada cetana.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Antoni menjawab : “ Jawaban nya sama dengan pertanyaan pada sex pada binatang, tidak melanggar sila ke 3 dalam pancasila dengan alas an, tidak ada orang/objek lain, perbuatan dilakukan oleh diri sendiri. Untuk umat awam tidak, tapi untuk para samana dan orang yang melatih diri, hal ini adalah pelanggaran sila ke-3 yakni menghindari perbuatan yang tidak suci. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;d. Berbohong demi kebaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berbohong demi kebaikan adalah 2 perbuatan yang berbeda, berbohong tetap lah berbohong dan melanggar sila, tapi berbuat dengan tujuan kebaikan, tetap kebaikan, maka hasil dari kebaikan tetap akan mendapatkan hasil yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;e. Berdongeng untuk mengarang cerita yang tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok Grace Chandra menjawab: “ Apabila berdongeng hal-hal mistis yang kurang bermanfaat dan dapat menimbulkan masalah, maka hal tersebut adalah pelanggaran sila. Tapi jika berdongeng untuk menghibur dan memberikan pendidikan kepada anak-anak. Hal tersebut tidak melanggar sila.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;f. Seorang Wanita PSK ( Bekerja untuk menghidupi keluarganya )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal ini juga merupakan perbuatan yang berbeda, melakukan perbuatan asusila adalah pelanggaran sila, tapi menyokong anak dan keluarga adalah perbuatan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;g. Meminjam Barang dari orang lain tapi lupa mengembalikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalo ada niat dengan sengaja tidak dikembalikan ya termasuk pelanggaran sila, tapi jika lupa, lalu setelah ingat lalu dibicarakan baik-baik dengan yang punya barang, hal itu tidak melanggar sila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;h. Menemukan uang Rp. 50,000 di rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalo uang tersebut diambil lalu dipakai tanpa bertanya pada orang seisi rumah, hal tersebut adalah pelanggaran sila. Tapi apabila setelah ditanyakan pada seisi rumah, dan orang-orang dirumah tidak ada yang mengakui uang tersebut, maka hendakanya uang tersebut digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti berdana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;i. Meminum sake saat acara Tahun baru Imlek hanya secangkir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;j. Merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga Bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-674175652080068426?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/674175652080068426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/diskusi-pancasila-buddhis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/674175652080068426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/674175652080068426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/diskusi-pancasila-buddhis.html' title='Yogi Gunawaro Diskusi : Pancasila Buddhis'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Slrc0nIVL7I/AAAAAAAAAdg/4U-0bFeSCoc/s72-c/_42394852_fisherman_ap416.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5518214890817533545</id><published>2009-07-06T13:17:00.005+07:00</published><updated>2009-07-07T09:17:53.873+07:00</updated><title type='text'>Ivana M.K. : Semangat Biji Teratai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlGXU5ZounI/AAAAAAAAAdY/KDrTVyixWXs/s1600-h/Ivana+MK+di+Surya+Adhi+Guna+5+Juli+2009+%2817%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlGXU5ZounI/AAAAAAAAAdY/KDrTVyixWXs/s200/Ivana+MK+di+Surya+Adhi+Guna+5+Juli+2009+%2817%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355227817181756018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian Remaja, 4 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemimpin kebaktian : Melisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada : Andryan &amp;amp; Sidhi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sharing Dhamma : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/ivana.m.k" target="_blank"&gt;Ivana Miharja Kusuma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=3615&amp;amp;id=1818101493&amp;amp;l=f764a171e0" target="_blank"&gt;Foto perjalanan Iva di Wilayah 3 klik di sini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian kali ini sungguh istimewa bagi anak-anak remaja Vihara surya adhi guna, karena kedatangan tamu spesial dari Bandung, Ivana Miharja Kusuma, bagi kalangan SEKBER PMVBI Pemuda Buddhayana Jawa Barat, nama Iva, sapaan akrabnya, berada pada bangku nomor satu, yakni Ketua SEKBER PMVBI Jawa Barat masa bakti 2009-2012.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengangkatannya yang terbilang belum ini, memotivasi Iva untuk berkunjung ke daerah-daerah Jawa Barat. “ Saya sangat senang kalo berkunjung   ke daerah, apalagi ke Rengasdengklok, karena bisa makan Surabi kunti.“ Cerita Iva kepada para pengurus PMV Vihara Surya Adhi Guna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sharing kali ini diawali dengan simulasi dengan pertanyaan, “ Sebutkan 3 nama binatang yang anda sukai.. dan masing-masing berikan alasannya. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada simulasi kali ini, Yessica F.S. dan Tommi Effendi bersedia maju ke depan untuk &lt;div class="fullpost"&gt; menjadi contoh teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Binatang pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yessi menjawab, Binatang yang paling ia sayangi adalah kucing. Alasan nya adalah : Lucu,Imut,bulunya halus sedangkan Tommi menjawab, binatang yang paling ia sayang &amp;amp; sukai adalah Anjing, karena bersahabat sama manusia, lucu dan setia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari jawaban-jawaban diatas, Ivana mengatakan, konon sifat-sifat binatang yang paling disayang seseorang, itu adalah sifat dirinya menurut dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi kalau Yessi bilang lucu, enak untuk dielus, berarti yessi menilai dirinya sendiri seperti sifat yang dimiliki oleh binatang kesayangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Binatang ke-dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yessi dan Tommi menjawab kebalikan dari yang mereka pikirkan sebelumnya, Tommi menjawab Kucing dan Yessi menjawab Anjing untuk binatang Ke-dua yang paling mereka suka.Alasan dari jawaban mereka, juga hamper sama dengan apa yang Tommy dan Yessi katakana sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan Konon jawaban sifat dari binatang ke-dua, menurut Iva, ialah sifat seseorang menurut teman-teman mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Binatang ke Tiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yessi dan Tommi menjawab sama, yakni Burung, karena bisa terbang bebas, dan hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Konon sifat dari binatang ke-tiga menggambarkan sifat mereka yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Simulasi ini adalah pembuka Sharing Dhamma yang Iva bawakan, mungkin untuk menarik perhatian teman-teman PMV SAG pada awal sharing untuk membuat teman-teman yang lain untuk tetap menyimak apa yang akan Iva bawakan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sharing Iva diawali dengan cerita mengenai Biji Bunga teratai, di Plum Village di sebuah tempat di Perancis, seorang Guru Meditasi ternama tinggal, Thic Nhat Han, ada kolam yang dipenuhi dengan bungan teratai yang sangat indah. Kolam tersebut berawal hanya dari sebuah biji bunga teratai yang kecil mungil. Untuk menanam sebuah biji teratai, sebelum ditanam, biji tersebut haruslah dibukakan celah pada cangkang biji agar, air dapat masuk kedalam inti biji, setelah itu, biji dimasukan ke dalam tanah atau kolah berlumpur yang banyak airnya. Setelah beberapa waktu, biji tersebut akan tumbuh menjadi Tunas dan menjadi pohon bunga teratai yang indah. Setelah itu, pohon akan menjalar ke seluruh bagian kolam dan menghiasi permukaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjalan biji bunga teratai sama seperti dengan perjalan karir Iva, sampai pada saat ini menjadi Ketua Sekber Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dimasa kecil, Iva bukan tipe anak yang pandai bicara seperti sekarang, dulu Iva termasuk anak yang pendiam&amp;amp;malu-malu. Tapi karena keaktifannya di Vihara, membuahkan hasil hingga sekarang ini. Ayah Iva, adalah orang tua single parent, karena Ibunda Iva meninggal sewaktu Iva masih kecil. Tapi dengan dukungan dari sang Ayah, Iva terus melanjutkan kuliah ke Universitas Maranatha, Bandung. Semasa SD sampai dengan SMA, pendidikan agama yang Iva dapat di sekolahan adalah pendidikan agama non-Buddhis, sempat beberapa kali berminat untuk mengikuti jejak teman-temannya pergi ke gereja, tapi ayahnya tetap menyarankan untuk ke Vihara, sampai pada akhirnya Iva mengikuti MUNAS di Cipayung, waktu itu Iva masih SMP, tapi semangat untuk ikut rapat yang berskala nasional ini. Di mulai saat itulah, Iva mulai jatuh cinta pada Buddhis hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjalan Karir organisasi Iva, tidak tiba-tiba melonjak menjadi Ketua, tapi dibina dari kecil, seperti proses biji teratai yang tumbuh sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya memenuhi seluruh permukaan kolam. Di bangku kuliah, Iva aktif di Vihara Vimala Dharma Bandung, menjadi wakil ketua, adalah modal yang cukup baik untuk menjadi ketua SEKBER Jabar sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pesan Iva, kita sekarang mempunyai 3 harta yang tiada taranya, yakni:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Terlahir sebagai manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Terlahir pada masa ajaran Buddha masih ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Mempunyai kesempatan untuk belajar &amp;amp; mempraktekan Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sungguh sulit untuk mempunyai kesempatan seperti ini, jadi jangan disia-siakan kehidupan kita yang berharga ini. Jalani dengan membuat sesuatu yang bermanfaat untuk banyak makhluk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Acara selanjutnya dilanjutkan dengan Games dan foto bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5518214890817533545?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5518214890817533545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/ivana-mk-semangat-biji-teratai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5518214890817533545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5518214890817533545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/ivana-mk-semangat-biji-teratai.html' title='Ivana M.K. : Semangat Biji Teratai'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlGXU5ZounI/AAAAAAAAAdY/KDrTVyixWXs/s72-c/Ivana+MK+di+Surya+Adhi+Guna+5+Juli+2009+%2817%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6068257977850905080</id><published>2009-07-06T09:21:00.005+07:00</published><updated>2009-07-15T08:50:32.596+07:00</updated><title type='text'>Y. M. Bhante Citavaro:Tujuan Luhur Umat Buddha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlFgveDHmHI/AAAAAAAAAdQ/R4yu9lMyV50/s1600-h/jalan+vihara+surya+adhi+guna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlFgveDHmHI/AAAAAAAAAdQ/R4yu9lMyV50/s200/jalan+vihara+surya+adhi+guna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355167800556492914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian umum, 03 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan lilin Altar : Bpk. Aen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pambacaan Dhammapada : Ibu Vinah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Gatha 256, 257, dan 258&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : Y. M. Bhante Citavaro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Dari Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;" href="http://id-id.facebook.com/people/Grace-Chandra/1695458826" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ( Facebook )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa (3 X) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam ini sungguh merupakan berkah karena kita dapat berkumpul bersama dengan tujuan yang sama yaitu untuk mengikuti kebhaktian. Pada malam ini kita berkumpul dengan adanya suatu tujuan, begitu pula dalam mengarungi kehidupan ini kita pastilah mempunyai tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai contoh seorang seniman ketika ditanya tujuan hidupnya adalah untuk menghasilkan karya seni. Berbeda lagi dengan ilmuwan, tujuan mereka adalah menghasilkan suatu formula/fenomena baru yang berguna. Kalau eksekutif muda tujuannya adalah meneruskan usaha orang tua sehingga suatu saat nanti dapat menjadi Direktur yang handal. Sedangkan orang memiliki tujuan biasa tujuannya agar keluarganya dapat hidup dengan layak. Setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Lalu apakah tujuan kita sebagai manusia sesuai dengan Buddhis???.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita tinjau dulu siapakah manusia itu dan asal manusia menurut agama Buddha???. Manusia adalah &lt;div class="fullpost"&gt; gabungan dari Nama (Bathin) dan Rupa (Jasmani). Menurut kitab Aganna Sutta terbentuknya bumi beserta makhluk awal di bumi (Manusia) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Setelah berlalunya suatu masa yang sangat lama, dunia ini mengerut. Pada masa pengerutan tersebut , makhluk-makhluk kebanyakan dilahirkan di alam surga Abhassara (surga ke-12). Mereka berdiam disana dan rupa mereka tercipta dari pikiran. Mereka hidup bukan dari makanan, melainkan dari kebahagiaan pikiran. Tubuh mereka memancarkan cahaya sendiri serta melayang di udara, dan keadaan ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Tetapi setelah berlalunya waktu yang sangat lama, dunia ini mulai mengembang kembali. Pada masa pengembangan tersebut, kebanyakan para makhluk dari alam Abhassara, setelah habis masa kehidupannya disana, dilahirkan kembali di dunia. Di sanalah tempat tempat kediaman mereka yang baru dan rupa mereka masih tercipta dari pikiran. Mereka hidup bukan dari makanan, melainkan dari kebahagiaan batin. Masih seperti di alam Abhassara tubuh mereka bercahaya sendiri serta melayang di udara. Keadaan ini juga berlangsung dalam waktu yang sangat lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Pada masa itu, semuanya merupakan suatu dunia yang terdiri saria irm gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi yang keliatan, siang maupun malam belum ada, bulan maupun pertengahan bulan belum ada, tahun-tahun maupun musim-musim belum ada, laki-laki maupun wanita belum ada. Makhluk-makhluk hanya dikenal sebagai makhluk-makhluk saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Setelah berlangsungnya waktu yang sangat lama, sejenis lapisan zat yang enak (rasa pathavi) muncul dan menyebar di atas permukaan air. Lapisan zat itu kelihatannya seperti kulit yang terbentuk sendiri di atas permukaan susu panas yang telah menjadi dingin. Zat itu memiliki warna seperti warna mentega, bebauan, dan rasa (sangat manis seperti madu liar yang murni).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Di antara para makhluk ada yang memiliki sifat rakus yang menggunakan jari tangannya untuk mencicipi zat tersebut. Karenanya, lahirlah nafsu keinginan berupa kecanduan. Selanjutnya satu persatu dari mereka ikut mencicipi zat tesebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Dari hasil pencicipan yang terus menerus, membuat sinar yang dipancarkan dari tubuh mereka sirna secara perlahan-lahan. Dengan sirnanya sinar mereka sendiri, dan disebabkan oleh karma kolektif mereka, maka tampaklah bulan dan matahari, malam dan siang dibedakan, bulan dan tahun dengan musimnya. Dari sini mulai terjadi evolusi di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Dan makhluk-makhluk itu berlanjut mencicipi makanan enak tersebut dalam waktu yang sangat lama, sehingga tubuh mereka pada gilirannya menjadi makin tergantung pada makanan itu dan memenuhi kebutuhan gizi darinya. Akhirnya, tubuh mereka semakin kasar, padat dan berat, serta perbedaan kecantikan tubuh menjadi semakin kentara. Yang cakap menghina yang jelek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Dan setelah dijadikan makanan, zat itu perlahan-lahan menghilang dan diganti peranannya oleh semacam cendawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Kemudian, setelah sekian waktu memakan cendawan itu, jenis makanan itu tidak muncul lagi, digantikan oelh sejenis tumbuhan menjalar yang dapat langsung dimakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Kemudian, setelah sekian waktu, tumbuhan menjalar itu pun lenyap, digantikan oleh sejenis pepadian yang pada awalnya masih dapat langsung dimakan, tetapi dengan berlangsungnya dengan evolusi degradasi kebajikan, maka degenerasi padi pun terjadi. Pada awalnya, padi itu dapat tumbuh sangat cepat, dan matang dua kali sehari, tanpa harus ada yang bekerja keras di lading. Namun, dengan memburuknya kekuatan karma,  maka diperlukan usaha keras untuk mendapatkan beras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Semasa proses pencicipan pepadian, organ seks wanita dan pria semakin berkembang disebabkan oleh hawa nafsu keinginan, serta didorong oleh aneka kecondongan dan keadaan pikiran emosional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Demikian, selama proses tersenut, derajat perbedaan fisik semakin kentara, sehingga terdapat perbedaan antara yang jelek dan yang cantik, antara yang jelek dan yang cantik, antara yang berjenis kelamin wanita dan berkelamin pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;• Maka aktivitas seks pun terjadi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah asal usul manusia menurut Buddhis. Setelah mengetahui asal-usul kita sebagai manusia, marilah kita tinjau kembali “Apakah Tujuan Hidup Kita Sebagai Manusia??.” Jika direnungkan dan diselidiki tidak lain tujuan kita sebagai manusia adalah memperoleh kebahagiaan. Lalu bagaimana caranya agar tujuan kita yaitu mencapai kebahagiaan ini dapat dicapai??.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal yang pertama harus kita lakukukan adalah tidak melakukan perbedaan antar manusia. Sekarang ini sering terjadi timbulnya perselisihan antar sesama manusia hanya karena adanya sifat-sifat membeda-bedakan antar sesama. Kita sering membedakan orang lain dengan menganggap mereka berbeda “Status/Predikat” dengan diri kita. Orang itu orang miskin, orang bodoh, orang tak beriman dan seterusnya. Kita memberikan suatu status/predikat yang lain kepada orang lain. Seharusnya kita mengganggap orang lain sebagai seorang MANUSIA sama seperti diri kita sendiri yaitu seorang MANUSIA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sungguh ironis sebenarnya jika kita membeda-bedakan orang lain dengan diri kita. Mengapa??. Hal ini dikarenakan sebenarnya kita tidaklah pernah mempermasalah perbedaan yang ada dalam diri kita sendiri, lalu untuk apa kita mempermasalahkan perbedaan yang ada di dalam diri orang lain. Kita tidak pernah mempermasalahkan tangan kanan yang berbeda dengan tangan kiri kita, kita tidak pernah mempermasalahkan dada sebelah kiri dengan dada sebelah kanan kita, dst.. Sebenarnya diri kita sendiri sudah mempunyai perbedaan-perbedaan dan terbiasa dengan perbedaan itu. Jadi janganlah mempermasalahkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam diri orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tips selanjutnya untuk memperoleh kebahagiaan adalah dengan selalu berusaha melatih/mengembangkan semangat. Berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperoleh apa yang kita cita-citakan. Dengan melakukan usaha ini kita akan mencapai suatu kebahagiaan karena mendapatkan sesuatu. Kita pasti bergembira jika sesuatu yang kita inginkan tercapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain kebahagiaan dapat dicapai karena mendapat sesuatu, maka kebahagiaan juga dapat dicapai dengan memberikan. Menurut Anguttara Nikaya, untuk memberikan sesuatu kita harus mempunyai kerelaan, kemoralan dan konsentrasi. Dengan memiliki sifat kerelaan maka kebahagiaan akan semakin dekat dengan kita. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berkata, “kenapa saya hanya sesukses ini?, kenapa saya hanya memperoleh sebesar ini?, kenapa dan kenapa??.” Dengan sikap yang tidak pernah bersyukur dan kerelaan untuk menerima apa yang dapat kita peroleh maka kita akan menderita dan semakin jauh dari kebahagiaan. Seharusnya kita bersyukur dengan yang kita peroleh dan berkata “Ya inilah yang mampu saya dapatkan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Moralitas adalah pengendalian diri untuk mencapai kebahagiaan. Jika kita mempunyai moralitas maka diri kita akan mempunyai harga diri dan diri akan dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Selain itu memiliki moralitas yang baik membuat diri kita mempunyai nama terkenal, banyak rejeki (mendapat kekayaan lahir dan batin), dapat memotong kilesa dan pada kelahiran selanjutnya akan terlahir di alam bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan konsentrasi kita dapat mengontrol diri kita. Sebagai contoh ketika kita akan marah, kita dapat meredam kemarahan kita. Konsentrasi membuat kita mengamati segala sensasi yang timbul di dalam diri kita karena faktor luar. Kita mengamati sebuah sensasi hanya sebagai sesuatu hal yang timbul, lenyap dan padam. Konsentrasi juga dapat meredam sifat keegoisan kita, sehingga kita dapat hidup berbahagia di tengah-tengah masyarakat. Konsentrasi dapat dikembangkan dengan berlatih meditasi. Konsentrasi pun dapat dipupuk dengan sikap yang selalu melakukan keputusan dengan tidak tergesa-gesa dan penuh pertimbangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diakhir Dhammadesananya Y. M. Bhante Citavaro bercerita tentang perbincangan seorang pemuda yang tak terpelajar dengan seorang profesor yang pintar sekali di sebuah kapal pesiar. Malam pertama sang pemuda tak terpelajar datang mendatangi kamar profesor. Mereka berbincang-bincang dan akhirnya profesor bertanya, “Apakah kamu mempelajari tentang Oceanografi?”. Pemuda tak terpelajar menjawab, “Tidak, saya tidak pernah mempelajarinya. Memangnya Oceanografi ilmu tentang apa??.” Sang profesor menjawab, “Wah, sayang sekali. Oceanografi adalah ilmu yang mempelajari tentang kelautan. Sungguh kasihan diri kamu tidak mempelajarinya. Berarti 25 % hidupmu telah terbuang sia-sia karena tidak pernah mempelajari ilmu Oceanografi.” Pemuda terpelajar akhirnya kembali ke kamarnya dengan sedih dan tidak dapat tidur karena memikirkan bahwa 25 % hidupnya telah terbuang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akan tetapi, sang pemuda tidak patah semangat dan malam berikutnya (malam kedua) pemuda tersebut kembali mendatangi kamar profesor. Pada malam ini profesor kembali bertanya, ““Apakah kamu pernah mempelajari tentang Geologi?”. Pemuda tak terpelajar menjawab, “Tidak, saya tidak pernah mempelajarinya. Memangnya apa yang dipelajari dari ilmu Geoleogi?” Sang profesor menjawab, “Wah, sayang sekali. Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi. Sungguh kasihan diri kamu tidak mempelajarinya. Berarti 25 % lagi dari hidupmu telah terbuang sia-sia karena tidak pernah mempelajari ilmu Geologi.” Pemuda terpelajar kembali bersedih karena saat ini 50 % dari hidupnya telah terbuang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keesokan harinya kembali pemuda tersebut kembali mendatangi kamar profesor. Pada malam ketiga ini profesor bertanya, ““Apakah kamu pernah mempelajari tentang Meteorologi dan Geofisika?”. Pemuda tak terpelajar menjawab, “Tidak, saya tidak pernah mempelajarinya. Memangnya apa yang dipelajari dari ilmu Meteorologi dan Geofisika?” Sang profesor kembali menjawab, “Wah, sayang sekali. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perbintangan dan  cuaca. Sungguh kasihan diri kamu tidak mempelajarinya. Berarti 25 % lagi dari hidupmu telah terbuang sia-sia karena tidak pernah mempelajari ilmu tersebut.” Pemuda terpelajar kembali bersedih karena saat ini 75 % dari hidupnya telah terbuang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keesokan harinya tiba-tiba kapal pesiar yang mereka tumpangi menabrak sebuah karam dan membuat kapal bocor dan akan segera tenggelam. Melihat keadaan ini secara spontan pemuda tersebut lari dan cepat-cepat mengetuk pintu kamar profesor. Sang profesor akhirnya membukakan pintu dan berkata, “Ada-apa nih, pagi-pagi kamu mengetuk pintu saya?. Memangnya ada apa?.” Pemuda tersebut berkata, “Prof, sekarang giliran saya yang bertanya kepada prof. Apakah prof pernah mempelajari tentang “Swimmologi”?.” Profesor itu bingung dan menjawab, “Saya tidak pernah mendengar dan mempelajari ilmu itu. Memangnya imu tentang apa “Swimmologi”?” Sang pemuda menjawab, “Wah sungguh kasihan sekali profesor ini, hidup prof  100 % telah terbuang sia-sia. “Swimmologi” adalah ilmu tentang bagaimana caranya kita berenang. Sang profesor menjawab, “Oh.., itu mah tidak penting. Ilmu itu tidak penting untuk apa saya mempelajari ilmu seperti itu. Kita tidak perlu dapat berenang untuk mengarungi lautan, sekarang kan sudah ada kapal pesiar untuk menyebrangi lautan. Pemuda berkata, “Oh.., prof salah besar ilmu itu sangat penting, terutama pada saat sekarang ini. Sekarang kapal kita akan tenggelam dan kita harus berenang mengarungi lautan agar selamat menuju daratan. Hidup prof 100 % telah terbuang sia-sia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah cerita tentang sang pemuda tak terpelajar dengan sang profesor. Semoga dengan cerita ini dapat membuat diri kita tersadar untuk segera belajar “BERENANG” untuk mengarungi lautan kehidupan menuju daratan yaitu pantai Nibbana dengan selamat. Hal ini dikarenakan tubuh kita akan segera tenggelam karena usia kita yang makin tua. Kelapukan sedikit demi sedikit telah menghampiri tubuh kita. Olahlah batin kita dan praktekkan dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara inilah kita dapat sampai ke daratan dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan Dhammadesana kebhaktian umum tanggal 03 juli 2009. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6068257977850905080?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6068257977850905080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/tujuan-luhur-umat-buddha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6068257977850905080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6068257977850905080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/07/tujuan-luhur-umat-buddha.html' title='Y. M. Bhante Citavaro:Tujuan Luhur Umat Buddha'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SlFgveDHmHI/AAAAAAAAAdQ/R4yu9lMyV50/s72-c/jalan+vihara+surya+adhi+guna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2279845364951306170</id><published>2009-06-27T23:22:00.008+07:00</published><updated>2009-07-30T09:30:43.963+07:00</updated><title type='text'>Yessica F.S. : Dana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZHXswqxxI/AAAAAAAAAdA/qmjSGOTBCeg/s1600-h/giving.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZHXswqxxI/AAAAAAAAAdA/qmjSGOTBCeg/s200/giving.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352043679654266642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kebaktian Remaja, Sabtu 27 Juni 2009&lt;br /&gt;Protokol : Nanda &amp;amp; Ratnasari&lt;br /&gt;Dhammapada : Widya &amp;amp; Nira&lt;br /&gt;Sharing Dhamma : &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.facebook.com/people/Yesiica-Felicia/1428063061" target="_blank"&gt;Yessica FS&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.facebook.com/kho.tommy" target="_blank"&gt;Tommy Kho&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaktian pada malam hari ini sungguh padat dan berisi, padat karena liburan sekolah, beberapa umat yang sudah jarang kelihatan, hari ini menghadiri kebaktian, dan berisi karena sharing Dhamma yang dipimpin oleh saudari Yessi sungguh amat bermanfaat. Pada kebaktian kali ini acara yang disuguhkan sungguh komplit, karena sesuai tradisi Buddha, ada tradisi 3 besar yang sangat baik dilakukan oleh umat Buddha yakni Mengulang Sabda Buddha ( Membaca Paritta ), Membahas Dhamma ( Sharing &amp;amp; diskusi ) dan meditasi. Pada kabaktian kali ini sungguh lengkap 3 tradisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhammadesana kali ini Yessi membahas tentang Berdana. Seperti biasa para umat diminta untuk duduk melingkar agar suasana  akrab&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; hangat antara para umat yang hadir dapat terasa.&lt;br /&gt;"Apa yang anda sekalian ketahui tentang berdana?".. tanya Yessi membelah keheningan awal Sharingnya. Meta menjawab : " Berdana adalah memberi sesuatu pada seseorang."&lt;br /&gt;Yessi: " Ya benar, Berdana adalah memberi sesuatu untuk pihak lain.Dana Adalah beramal atau menolong makhluk lain yang sedang berada dalam kesulitan." Lalu Yessi meminta jawaban dari teman-teman yang lain untuk ikut berbicara.&lt;br /&gt;Setelah waktu dibatasi, tak kunjung juga teman-teman yang lain memberikan komentar, akhirnya yessi bercerita tentang kisah tentang Dana, " Tak berharap Kembali "&lt;br /&gt;Suatu ada seorang anak perempuan yang kira-kira berumur 10 tahun menderita sakit. Karena kelangkaan jenis darah tertentu, keluarganya mencari donor darah kesana kemari, tapi tetap tak menemukan sang pendonor. Lalu diketahui adik laki-lakinya yang berumur 7 tahun memiliki jenis darah yang sama, sehingga satu-satunya harapan adalah sang adik harus rela mendonorkan darahnya untuk sang kakak.&lt;br /&gt;Dokter dan ibunya meminta kepada sang adik untuk bersedia mendonorkan darahnya untuk menyalamatkan sang kakak. Tapi anak laki-laki tersebut meminta waktu kepada dokter untuk memikirkannya terlebih dahulu. Setelah 2 hari berpikir, akhirnya sang adik memutuskan untuk mendonorkan darahnya untuk sang kakak, " Mama, aku siap! " tegas sang adik sesaat sebelum mendonorkan darahnya. Lalu mereka pun bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk mendonorkan darahnya. Sesampai di rumah sakit, dokter langsung mengambil darah untuk segera ditransfusikan pada kakaknya. Melihat hal tersebut sang adik tersenyum, lalu memanggil dokter untuk bertanya : " dokter, apa sekarang saya akan langsung mati? ".. &lt;div class="fullpost"&gt;Dokter tersentak kaget dengan pertanyaan tersebut. Anak tersebut rupanya tidak paham tentang donor darah, ia berpikir bahwa jika mendonorkan darahnya untuk kakaknya, ia akan meninggal. Tapi dengan niat tulus dan ikhlas, ia rela meninggal untuk kakaknya, walaupun sebenarnya donor darah sama sekali tidak menyebabkan pendonor meninggal.&lt;br /&gt;Sungguh dana yang luar biasa dari sang adik untuk kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana ada 3 jenis, yakni:&lt;br /&gt;1. Amisadana&lt;br /&gt;Dana yang berupa materi, contohnya : Uang, makanan, obat-obatan dll&lt;br /&gt;2. Abhyadana&lt;br /&gt;Dana yang berupa menyelamatkan hidup, contohnya : berdana organ tubuh dll&lt;br /&gt;3. Dhammadana&lt;br /&gt;Dana yang diberikan dengan penerangan atau pengetahuan tentang Dhamma.&lt;br /&gt;contohnya : Dhammadesana, mengajak teman ke vihara, atau pun membantu agar terciptanya kegiatan belajar Dhamma.&lt;br /&gt;Dhammadana merupakan Dana yang tertinggi dan paling besar jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha Bersabda :&lt;br /&gt;" Sabbadanam Dhammadanam jinati "&lt;br /&gt;artinya: Dari semua dana, Dana Dhamma, adalah dana yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana adalah kebajikan paling mendasar yang dapat dilakukan oleh semua orang, dengan berdana, orang dapat melanjutkan ke pelatihan kemoralan sebagai jalan untuk mencapai penerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Seandainya saja para makhluk tahu,&lt;br /&gt;Demikian jata Guru Agung&lt;br /&gt;bahwa memberi itu&lt;br /&gt;memberikan buah yang demikian besar,&lt;br /&gt;maka dengan pikiran gembira,&lt;br /&gt;yang terbebas dari noda kekikiran,&lt;br /&gt;pasti mereka akan memberi orang-orang luhur&lt;br /&gt;yang menyebabkan pemberian itu membuahkan hasil.&lt;br /&gt;Setelah memberikan makanan sebagai persembahan&lt;br /&gt;Kepada mereka yang amat pantas menerima persembahan,&lt;br /&gt;Para pemberi akan masuk ke alam surga&lt;br /&gt;Saat meninggalan kehidupan sebagai manusia.&lt;br /&gt;Dan dialam surga mereka bersukacita&lt;br /&gt;Dan menikmati kesenangan disana.&lt;br /&gt;Orang yang tidak mementingkan diri sendiri akan memperoleh buah&lt;br /&gt;dari tindakan memberi secara murah hati pada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Terdapat 8 alasan orang berdana, yaitu:&lt;br /&gt;Berdana karena kasih sayang, atau dalam suasana hari yang marah, atau karena kebodohan, atau karena takut, atau karena berpikir, " persembahan seperti ini dahulu telah dilakukan oleh mereka sebelumnya, maka tidaklah pantas kalau menghentikan tradisi keluarga yang dilakukan oleh ayahku, kakekku dan hal itu juga telah dilakukan oleh mereka sebelumnya. "Atau dengan berpikir "dengan memberikan persembahan ini, aku akan terlahir di alam surga setelah kematian" atau  " hatiku akan gembira " , atau seseorang berdana karena memuliakan pikiran dan memperindah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terdapat 8 alasan seseorang berdana, yakni:&lt;br /&gt;Berdana karena spontan&lt;br /&gt;Berdana karena takut&lt;br /&gt;Berdana karena berpikir " Ia telah memberiku hadiah "&lt;br /&gt;atau Berdana karena berpikir " Ia akan memberiku hadiah "&lt;br /&gt;atau Berdana karena berpikir berdana itu baik&lt;br /&gt;Berdana karena berpikir "aku memasak, dan mereka (pertapa) tidak" maka dari itu tidak pantas jika aku tidak memberikan kepada mereka yang tidak memasak.&lt;br /&gt;Berdana karena berpikir " Dengan memberikan persembahan namaku akan harum "&lt;br /&gt;atau seseorang berdana karena memuliakan pikiran dan memperindah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kutip dari: " Dharma Ajaran Mulia Sang Buddha, Magabudhi, 2008 "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace Chandra menambahkan : Berdana harus dengan bijaksana, ada sebuah cerita yang pernah saya dengar dari samanera Abhasaro, :&lt;br /&gt;Dahulu ada 2 oran sahabat yang sama-sama sering berdana, sebutlah yang satu bernama A dan B, si A selalu berdana dengan kurang bijaksana, dengan menghamburkan uang, berfoya-foya dan lain-lain. Tapi si B berdana dengan bijak, untuk kepentingan yang bermanfaat, pada kehidupan selanjutnya, si A terlahir sebagai Gajah, Tapi gajah istana yang memakai emas permata karena perbuatannya berdana, tapi tidak bijak, maka dari itu ia terlahir kembali menjadi seekor gajah istana yang hidup pebuh kemewahan.&lt;br /&gt;Lain hal nya dengan si B, si B telahir sebagai pajabat istana yang terhormat, karena hasil dari perbuatannya, berdana dengan bijak,si B lahir sebagai manusia yang baik, mempunyai harta,tahta dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermafaat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2279845364951306170?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2279845364951306170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/dana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2279845364951306170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2279845364951306170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/dana.html' title='Yessica F.S. : Dana'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZHXswqxxI/AAAAAAAAAdA/qmjSGOTBCeg/s72-c/giving.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4180196834315184685</id><published>2009-06-27T23:11:00.003+07:00</published><updated>2009-07-30T09:31:37.352+07:00</updated><title type='text'>Bpk. Indra Metta : Kebahagian pada kehidupan sehari-hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZE-vTemjI/AAAAAAAAAc4/7GhvIbTpWXQ/s1600-h/Wooden_wall_clock.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZE-vTemjI/AAAAAAAAAc4/7GhvIbTpWXQ/s200/Wooden_wall_clock.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352041051817155122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kebhaktian umum, 26 Juni 2009&lt;br /&gt;Protokol                     : Ibu Lilayani&lt;br /&gt;Penyalaan Lilin Altar         : Ibu Watinah&lt;br /&gt;Pembacaan Dhammapada     : Ibu Cuilan&lt;br /&gt;                   (Gatha 197,198, dan 199)&lt;br /&gt;Dhammadesana            : Bpk. Indra Metta&lt;br /&gt;                       dan Bpk. Abeng&lt;br /&gt;Penulis                    : &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.facebook.com/people/Silvia-Indrajaya/1790051901" target="_blank"&gt;Silvia Indra Jaya&lt;/a&gt; (facebook)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, Bapak Indra Metta mengawali session Dhammadesana ini dengan topik "Kebahagiaan Dalam Kehidupan Sehari-hari.". Pada awal Dhammadesananya, beliau bertanya kepada umat yang hadir, "Apakah semua umat yang hadir disini bahagia??." Ya.., Kita semua berbahagia karena dapat berbuat baik dengan berkumpul di Vihara saat ini. Berbuat baik itu sulit contohnya seseorang rencana pergi ke Vihara kadang gagal karena adanya banyak hambatan/masalah.&lt;br /&gt; Semua orang pasti mengharapkan kebahagiaan, contohnya dalam lingkup kecil yaitu kebahagiaan keluarga. Kebahagiaan ini dapat tercapai jika antara suami-istri (sesuai dengan janji perkawinan) harus saling menghormati, saling menghargai, saling membantu, dan saling percaya. Belajarlah untuk mulai mengikis ego diri sendiri untuk kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt; Apakah seseorang yang sukses selalu bahagia??? Jawabannya adalah &lt;div class="fullpost"&gt; teryata TIDAK. Bapak Indra Metta bercerita bahwa Beliau pernah berjumpa dengan seorang pedagang elektronik yang sangat laku, namun sang pedagang menjadi stress karena barang dagangannya sangat laku sekali. Pedagang tersebut stress karena Ia tidak dapat makan dengan tenang, selalu ada gangguan entah itu konsumennya menawar barang atau mencoba pasang telepon, faks,TV dll. Pedagang tersebut berpikir bahwa Ia bisa mati muda kalau situasi ini berjalan terus seperti itu.&lt;br /&gt; Ternyata manajement waktu juga sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan ini. Kita harus pintar-pintar mengatur waktu yang berguna untuk kebahagiaan diri sendiri juga. Makan yang teratur sangatlah penting. Untuk apa kita memiliki uang yang banyak tetapi sakit-sakitan sehingga harus ke Dokter, Apa gunanya uang banyak jika seperti itu???.&lt;br /&gt; Marilah kita pupuk karma baik dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik dan juga kalau ada masalah jangan stress. Belajarlah menerima keadaan dengan apa adanya. Bersyukur itu adalah kunci kebahagiaan. Materi bukanlah segalanya, apa gunanya jika memiliki uang banyak tetapi keluarga tidak harmonis?, Bagaiman jika keadaaan sakit-sakitan/tidak sehat?. Jadi materi bukanlah hal yang terpenting.&lt;br /&gt; Marilah kita dapat membagi waktu untuk kebahagiaan diri sendiri, kebahagiaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bapak Abeng melanjutkan Dhammadesana ini dengan memberikan beberapa anjuran yaitu:&lt;br /&gt;- Mengharapkan kita mau saling bertegur sapa dengan umat&lt;br /&gt;- Mengharapkan kita mau mengajak teman/keluarga untuk dapat mengikuti kebhaktian di Vihara&lt;br /&gt;- Mengharapkan agar ada yang mau belajar untuk Sharing Dhamma di Vihara, agar tunas-tunas Dhamma dapat terus tumbuh setidaknya kita mempunyai Duta Dhamma di kalangan kita sendiri. Coba kita bayangkan jika Vihara yang ada semakin banyak sedangkan Duta Dhammanya terbatas. Jangan sampai hal ini terjadi.&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan Dhammadessana tanggal 26 Juni 2009. Semoga Bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4180196834315184685?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4180196834315184685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/kebahagian-pada-kehidupan-sehari-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4180196834315184685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4180196834315184685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/kebahagian-pada-kehidupan-sehari-hari.html' title='Bpk. Indra Metta : Kebahagian pada kehidupan sehari-hari'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SkZE-vTemjI/AAAAAAAAAc4/7GhvIbTpWXQ/s72-c/Wooden_wall_clock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-8292355874301733401</id><published>2009-06-22T20:51:00.005+07:00</published><updated>2009-06-22T21:19:08.660+07:00</updated><title type='text'>Games : Bermain sambil belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sj-STaNyeJI/AAAAAAAAAcw/SoWpNGlYvAU/s1600-h/games+22+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sj-STaNyeJI/AAAAAAAAAcw/SoWpNGlYvAU/s400/games+22+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350155744491763858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Remaja, 20 juni 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol   : Melisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar   : Andriyan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembacaan Dhammapada : Widya dan Andriyan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Games    : Yessica F. S. &amp;amp; Grace C.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id-id.facebook.com/people/Grace-Chandra/1695458826" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Kebhaktian remaja kali ini berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Malam ini kebhaktian diisi dengan acara games yaitu games cerdas cermat. Acara ini diikuti oleh 27 orang dan semuanya mengikuti acara games ini dengan bersemangat dan antusias. Tujuan dari acara games ini adalah untuk menambah keakraban sesama umat remaja Vihara Surya Adhi Guna dan untuk bergembira bersama sambil belajar Dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada awal acara semua peserta mengambil undian pembagian kelompok. Setelah undian dilakukan akhirnya terbentuklah tiga kelompok yang terdiri dari kelompok Sila, Samadhi dan Panna. Pada sesi pembagian kelompok ini juga diberitahukan bahwa diharapkan semuanya jujur akan semua hasil undiannya dan tidak diperkenankan untuk mengubah anggota kelompoknya. Selain itu juga diharapkan semuanya mau menerima hasil games apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketiga kelompok masing-masing menerima lima pertanyaan wajib pada awal sesi tanya jawab. Setelah melewati sesi lima pertanyaan wajib kemudian dilanjutkan dengan sesi rebutan yang terdiri atas delapan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan mencakup pengetahuan tentang riwayat hidup Buddha, pengetahuan bahasa pali, pengetahuan paritta, pengetahuan umum tentang buddhis, dan vihara gita. Pada pertanyaan mengenai vihara gita, setiap kelompok akan diberi sebuah penggalan lagu buddhis dan kelompok tersebut harus memberi tahu judul lagu tersebut dan menyanyikan lagu tersebut secara lengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya acara ini diselesaikan dengan baik dan menghasilkan pemenang yaitu kelompok Sila dengan nilai 900. Untuk juara ke dua diraih oleh kelompok Panna dan juara ketiga diraih oleh kelompok Samadhi. Demikianlah ringkasan cerita mengenai games yang telah kami lakukan. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-8292355874301733401?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/8292355874301733401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/games-bermain-sambil-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8292355874301733401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/8292355874301733401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/games-bermain-sambil-belajar.html' title='Games : Bermain sambil belajar'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sj-STaNyeJI/AAAAAAAAAcw/SoWpNGlYvAU/s72-c/games+22+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-5623546947972678920</id><published>2009-06-20T09:30:00.006+07:00</published><updated>2009-07-30T09:32:05.097+07:00</updated><title type='text'>Y. M. Bhante Sumanggalo : Harta di alam dewa tidak mampu membayar keberuntungan kita di terlahir di alam manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVQf7mSI/AAAAAAAAAb4/XVXSHtViFfI/s1600-h/Hell+associatedcontent.com+WQ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVQf7mSI/AAAAAAAAAb4/XVXSHtViFfI/s200/Hell+associatedcontent.com+WQ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349232186475911458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Umum, 19 juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar : Bapak Aen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Murniati (Gatha 258 dan Gatha 259)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana :Y. M. Bhante Sumanggalo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Dari Vihara Ekayana Graha, Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id-id.facebook.com/people/Grace-Chandra/1695458826" target="_blank"&gt;Grace Chandra&lt;/a&gt; ( Facebook )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bhante Sumanggalo mengatakan bahwa beliau banyak sekali mendengar tentang keluh-kesah orang lain yang merasa dirinya sungguh tidak beruntung. Mereka merasa tidak beruntung karena mereka merasa dirinya dilahirkan dengan kekurangan materi, kekurangan badan jasamani (cacat fisik), susah dapat jodoh dan lainnya. Perasaan merasa tidak beruntung ini kadang membuat diri kita menjadi minder, tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seharusnya kita jangan merasa minder dan merasa sungguh tidak beruntung walaupun kita terlahir di alam manusia ini dengan suatu kekurangan tertentu. Guru Beliau pernah berkata, “ Sungguh beruntung kita terlahir dialam manusia walaupun kita terlahir dengan segala kekurangan. Jika seluruh harta yang ada di alam dewa dan di alam manusia dikumpulkan pun tidak mampu membayar keberuntungan kita karena terlahir di alam manusia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam ini, Bhante Sumanggalo akan mengupas tentang beberapa hal yang harus direnungkan bahwa sebenarnya kita beruntung terlahir di alam manusia. Renungan-renungan ini diharapkan agar kita merasa beruntung terlahir di alam manusia dan juga mampu memotivasi kita untuk melaksanakan dhamma dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan kita saat ini. Kita harus merasa bersyukur terlahir dialam manusia karena :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1.Dengan terlahir di alam manusia berarti pada saat ini kita terbebas dari alam neraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apabila kita terlahir di alam neraka kita akan mengalami suatu penderitaan yang luar biasa. Alam neraka sungguh panas sekali. Panasnya seperti jika kita berada di suatu ruangan yang sempit yang bagian atas, bawah dan sampingnya dikelilingi oleh api. Terlalu panasnya neraka membuat setiap makhluk yang terlahir disana tidak dapat mempraktekkan dhamma sedetikpun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akan tetapi kita sebagai manusia yang terlahir di daerah yang tidak sepanas neraka masih saja sering berpikir, “Terlalu panas sehingga kita malas ke Vihara, Terlalu panas sehingga kita malas berbuat kebajikan dst..” Dalam kehidupan sehari-hari kita merasa enggan untuk membantu seorang nenek menyebrangi jalan hanya karena hari itu hari yang panas. Padahal jika kita renungkan panasnya siang hari tidaklah sepanas neraka. Janganlah hanya rintangan panas membuat diri kita mengalami kemunduran dalam pelaksanaan dhamma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terdapat juga diantara kita yang berpikir,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;“Terlalu dingin sehingga malas untuk bangun pagi, apalagi jika pada pagi tersebut sedang hujan.” Diri kita merasa terlalu dingin untuk bangun di pagi hari dan melakukan sesuatu yang positif pada pagi hari. Padahal perlu diketahui sesuatu yang positif dapat di awali dengan suatu motivasi yang baik di pagi hari. Janganlah rintangan dingin membuat kita malas karena perlu kita renungkan juga dingin yang kita rasakan tidaklah sedingin penyiksaan kita jika terlahir di alam neraka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bhante Sumanggalo pernah melakukan suatu posting di internet yang bertujuan untuk menyindir orang-orang yang malas bangun pagi. Posting itu berisi tentang lima langkah yang dilakukan di pagi hari yaitu: Bangun di pagi hari, Langkahkan kaki ke arah jendela, Buka jendela lebar-lebar, Tarik napas panjang-panjang untuk menikmati segarnya udara pagi dan yang kelima Tidur lagi ah…!. Beliau menulis hal ini untuk menyadarkan kita bahwa sikap kita yang malas bangun pagi adalah salah. Beliau merasa bahwa sebenarnya waktu yang terbaik selama satu hari penuh adalah waktu di pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seharusnya kita rajin bangun pagi untuk merasakan betapa segarnya udara pagi hari dan betapa tenangnya suasana di pagi hari. Pada keadaan yang tenang ini kita dapat melakukan praktek meditasi yang baik. Perlu diketahui pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bermeditasi. Hal ini dikarenakan di pagi hari segala beban masalah kita sudah terendapkan selama kita tidur dan diri kita pun sudah merasa segar setelah tidur semalaman. Pada kondisi yang lebih tenang dan segar ini kita dapat bermeditasi dengan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVopxL8I/AAAAAAAAAcA/CKI-HJXdW4E/s1600-h/ghost.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVopxL8I/AAAAAAAAAcA/CKI-HJXdW4E/s200/ghost.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349232192959623106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Dengan terlahir di alam manusia berarti pada saat ini kita terbebas dari alam peta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di alam ini dalam jangka waktu beribu-ribu tahun atau berkalpa-kalpa baru dapat menemukan sebutir makanan untuk dimakan. Mereka merasakan kelaparan yang sungguh dasyat sehingga mereka tidak mampu berpikir tentang praktek dhamma. Pernah diceritakan bahwa Yang Ariya Moggallana pun tidak mampu memberikan makanan secara langsung kepada ibunya yang terlahir di alam neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Laparnya diri kita di alam manusia tidaklah selapar jika kita terlahir di alam peta. Walaupun demikian kita masih saja berpikir, “Terlalu lapar sehingga malas ke Vihara, Terlalu lapar sehingga malas bermeditasi dst…” Perbuatan yang seperti ini adalah salah dan sungguh ironis. Seharusnya kita jangan suka menunda-nunda melakukan suatu perbuatan yang baik hanya karena makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVmnki1I/AAAAAAAAAcI/83IC0cmRluY/s1600-h/animal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVmnki1I/AAAAAAAAAcI/83IC0cmRluY/s200/animal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349232192413535058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Dengan terlahir di alam manusia berarti pada saat ini kita terbebas dari alam binatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sama seperti dengan alam neraka dan alam peta, di alam binatang juga kita tidak dapat mempraktekan dhamma. Hal ini dikarenakan karena binatang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dhamma. Bhante bercerita bahwa ada seekor burung kakaktua yang dapat menlafalkan Om Mani Padme Hum. Burung ini dapat melafalkan Om Mani Padme Hum karena burung itu selalu mendengar majikannya selalu melafalkan mantra itu. Burung itu melafalkan mantra tanpa mengerti makna dari kata-kata yang diucapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita yang terlahir di alam sebagai manusia sungguh beruntung karena dapat melafalkan paritta atau mantra dengan mengerti maknanya. Selain itu kita juga mempunyai kemampuan untuk belajar dhamma dengan baik. Seharusnya kita mensyukuri kelebihan-kelebihan kita sebagai manusia ini dengan selalu giat mempraktekkan dhamma dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada akhir dhammadesana Y.M Bhante Sumanggalo juga menjelaskan bahwa sering kita terlalu melebih-lebihkan permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita melebih-lebihkan kondisi keadaaan cacat fisik yang kita miliki, kekurangan harta, kedinginan, kepanasan dan kelaparan yang kita alami. Sikap melebih-lebihkan membuat diri kita mengalami kemarahan yang merupakan kelainan jiwa yang timbul karena kita tidak mampu menghadapi kenyataan hidup yang terjadi. Selain itu keadaan ini membuat diri kita menjadi lembek dan tidak mampu melaksanakan dhamma dengan baik di kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dahulu ketika beliau akan kembali ke Indonesia, Guru Beliau bertanya, “Apakah nanti kamu diperbolehkan pakai jubah seperti ini (jubah tradisi Tibet) jika pulang ke Indonesia?.” Bhante Sumaggalo menjawab bahwa tidak masalah, pasti boleh. Lalu Sang Guru kembali berkata dan menjelaskan bahwa apabila tidak boleh memakai jubah seperti itu pun tidak apa-apa karena Sang Guru meperbolehkan muridnya memakai jubah yang lain. Dalam kasus cerita ini dapat dilihat bahwa Guru Beliau tidak melebih-lebihkan masalah tentang jubah. Guru Beliau menganggap masalah jubah hanyalah jubah, tidak usah dilebih-lebihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah dhammadesana dari Y. M. Bhante Sumanggalo. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Apakah orang yang terlahir dengan kecacatan fisik pada kehidupan yang akan datang akan kembali terlahir dengan memiliki kecacatan fisik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak, tergantung dari karmanya. Jika ia selalu berbuat bajik ada kemungkinan ia akan terlahir dengan kondisi yang lebih baik. Orang yang terlahir dengan cacat fisik dikarenakan pada kehidupan yang lampau orang tesebut sering melakukan perbuatan jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Apakah boleh melafalkan mantra Om Mani Padme Hum di kamar tidur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Boleh. Alangkah indahnya jika sebelum tertidur kita melafalkan Om Mani Padme Hum dengan penuh cinta kasih. Dengan melakukan hal ini berarti kita tidak menyia-nyiakan waktu sedetikpun untuk mempraktekkan dhamma. Selain itu dapat dipastikan tidur kita pun akan nyenyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Bagaimana caranya kita dapat membacakan paritta dengan penuh keyakinan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebaiknya sebelum membaca paritta kita merenungkan dahulu keagungan dari Buddha, Dhamma dan Sangha. Jika kita sudah menyadari sepenuhnya bahwa betapa agung dan luhurnya Buddha, Dhamma, dan Sangha maka kita akan membaca paritta dengan penuh keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Apakah seorang burung yang dapat melafalkan suatu paritta dapat terlahir sebagai manusia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belum dapat dipastikan apakah burung itu akan terlahir di alam manusia. Semua ini tergantung dari karma yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Bagaimana seharusnya yang kita lakukan dengan berbagai tradisi ajaran Buddha yang kita miliki?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika anda adalah praktisi Theravada maka jadilah praktisi Theravada yang baik, Jika anda adalah praktisi Mahayana maka jadilah praktisi Mahayana yang baik dan begitu juga jika anda adalah praktisi Tantrayana jadilah praktisi Tantrayana yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Janganlah mencampur adukkan praktek ajaran tradisi yang ada dan janganlah suka merasa bahwa tradisi yang anda pegang adalah yang lebih baik sehingga anda mencela tradisi yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan dhammadesana pada kebhaktian umum 19 Juni 2009. Semoga Dhammadesana ini bermanfaat bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-5623546947972678920?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/5623546947972678920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/harta-di-alam-dewa-tidak-mampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5623546947972678920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/5623546947972678920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/harta-di-alam-dewa-tidak-mampu.html' title='Y. M. Bhante Sumanggalo : Harta di alam dewa tidak mampu membayar keberuntungan kita di terlahir di alam manusia'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjxKVQf7mSI/AAAAAAAAAb4/XVXSHtViFfI/s72-c/Hell+associatedcontent.com+WQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6420567385456039723</id><published>2009-06-13T08:59:00.008+07:00</published><updated>2009-07-30T09:32:16.412+07:00</updated><title type='text'>Romo Pannajayo : 3 Cara pemujaan terhadap Guru Buddha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjPJnYdxzkI/AAAAAAAAAaA/3kHItsWO_PI/s1600-h/worship.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjPJnYdxzkI/AAAAAAAAAaA/3kHItsWO_PI/s200/worship.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346838861038341698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian Remaja Sabtu 13 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Dewi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada : Dwi &amp;amp; Sidhi ( Gatha 304 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sumber : Buku Pedoman Pokok-pokok Dasar Buddha Dhamma ( Bag.2 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyusun : Dody Herwidanto, S.Ag.,M.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : Tommy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian kali ini lagi-lagi tidak begitu banyak yang hadir, tapi beberapa orang terlihat antusias dari minggu-minggu sebelumnya untuk tetap mengikuti kebaktian di Vihara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kebaktian kali ini, yang diisi oleh Romo Pannajayo, beliau mengambil tema “ 3 Cara Pemujaan tehadap Guru Buddha”, pada kebaktian kali ini memang telihat tidak biasanya Romo Pannajayo membawa sebuah buku , beliau mengatakan bahwa Dhamma adalah ajaran yang sungguh luhur, harus dengan hati-hati dalam mengamalkannya, bisa-bisa salah, jadi pada kebaktian kali ini Romo sengaja membawa buku panduannya untuk Dhammadesananya di kebaktian remaja. Yakni buku Pedoman Pokok-pokok Dasar Buddha Dhamma milik Dhamma Study Group Karawang yang sengaja difotokopi untuk pegangan romo pannajayo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam agama Buddha juga terdapat ajaran tentang ‘ Pemujaan ’. Namun, pemujaan dalam agama Buddha ditujukan pada objek yang benar ( Patut ) dan didasarkan pada pandangan benar. Menurut naskah pali – Dukanipata,Anguttara Nikaya. Sutta Pitaka, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada 3 cara pemujaan / penghormatan yaitu : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;A. Amisa Puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Makna Amisa Puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Secara harafiah berarti pemujaan dengan persembahan. Kitab Mangalatthadipani menguraikan empat hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan Amisa Puja ini yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Sakkara  :  Memberikan persembahan materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Garukara  :  Menaruh kasih serta bakti terhadap nilai-nilai luhur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c. Manana  :  Memperlihatkan Rasa Percaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;d. Vandana  :  Menguncarkan ungkapan atau kata persanjungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain itu ada 3 hal yang harus diperhatikan agar amisa puja  dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya. Ketiga hal tersebut yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Vatthu Sampada : Kesempurnaan Materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Cetana Sampada : Kesempurnaan kehendak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c. Dakkhineyya Sampada : Kesempurnaan dalam objek pemujaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sejarah Amisa Puja berasal dari kebiasaan Bhikkhu Ananda yang selalu merawat Guru Buddha. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;B. Pariyati Puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yakni pemujaan atau penghormatan dengan mempelajari apa yang sudah diajarkan oleh junjungan kita, yakni Tathagatha. Membaca paritta, belajar Dhamma, adalah salah satu contoh dari pariyati puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;C. Patipatti Puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Secara Harafiah berarti pemujaan dengan pelaksanaan, sering juga disebut sebagai Dhammapuja. Menurut kitab Paramatthajotika, yang dimaksud ‘pelaksanaan’ dalam hal ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Berlindung pada Tiga perlindungan (Buddha,Dhamma dan Ariya Sangha)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Bertekad untuk melaksanakan pancasila Buddhist ( Lima kemoralan )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yakni pantangan untuk tidak membunuh, mencuri, berbuat asusila, berkata tidak benar dan minum minuman yang memabukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c. Bertekad melaksanakan Athanga Sila ( delapa sila ) pada hari-hari uposatha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;d. Berusaha melaksanakan kemurnian sila, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;i. Pengendalian diri dalam tata tertib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ii. Pengendalian 6 indra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;iii. Mencari nafkah kehidupan secara benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;iv. Pemenuhan kebutuhan hidup yang layak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Manfaat dari Patipatti Puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam Sutta Pitaka bagian Anguttara Nikaya, Dukanipata, dengan sangat jelas Buddha Gaotama menandaskan demikian : “ Duhai para Bhikkhu ada 3 cara pemujaan , yaitu Amisa Puja , Pariyati Puja dan Dhamma Puja. Diantara 3 cara pemujaan, Dhamma Puja adalah yang paling unggul”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan demikian sudah selayaknya jika umat Buddha lebih menekankan pada pelaksanaan Dhammapuja. ( Patipatti Puja  ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sejarah Patipatti Puja:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita tentang Bhikkhu Tissa yang bertekad berpraktek Dhamma hingga berhasil 4 bulan menjelang Buddha parinibbana. Dalam hal tersebut Guru Buddha bersabda : “ Para Bhikkhu, barang siapa mencintai-Ku, ia hendaknya bertindak seperti Tissa. Karena, mereka yang memuja-Ku dengan persembahan bunga, wangi-wangian dan lain-lain, sesungguhnya belumlah bisa dikatakan memujaku dengan cara terluhur. Sementara itu, seseorang yang melaksanakan Dhamma secara benar itulah yang patut dikatakan telah memuja-Ku dengan cara terluhur. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi Penghormatan tertinggi pada Guru Buddha adalah mempraktekan ajaran Beliau untuk mencapai pembebasan sejati dari kebencian, keserakahan dan kebodohan bathin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6420567385456039723?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6420567385456039723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/3-cara-pemujaan-terhadap-guru-buddha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6420567385456039723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6420567385456039723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/3-cara-pemujaan-terhadap-guru-buddha.html' title='Romo Pannajayo : 3 Cara pemujaan terhadap Guru Buddha'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjPJnYdxzkI/AAAAAAAAAaA/3kHItsWO_PI/s72-c/worship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-6147114099042282026</id><published>2009-06-12T21:27:00.010+07:00</published><updated>2009-06-13T11:57:28.541+07:00</updated><title type='text'>Bpk. Cornelis Wowor : Kerjakanlah Tugas Kita Sekarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjMH-uFyiKI/AAAAAAAAAZM/xQQeoXzLnEI/s1600-h/Cornelis+Wowor+12+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjMH-uFyiKI/AAAAAAAAAZM/xQQeoXzLnEI/s320/Cornelis+Wowor+12+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346625956724508834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjMH-5G02FI/AAAAAAAAAZU/aQ3FHCRpEIY/s1600-h/Ibu+Lilayani+12+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjMH-5G02FI/AAAAAAAAAZU/aQ3FHCRpEIY/s320/Ibu+Lilayani+12+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346625959681644626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Umum, 12 juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol   : Saudari Wawah S.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar   : Bapak Aen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembacaan Dhammapada : Ibu Lilayani (Gatha 256 dan Gatha 257)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana  : Bapak Cornelis Wowor&lt;br /&gt;Penulis : Grace Chandra&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malam ini merupakan malam yang spesial, karena pada malam ini dhammadesana kebhaktian umum Vihara Surya Adhi Guna diisi oleh salah satu orang penceramah terkenal yaitu Bapak Wowor. Kebaktian hari ini, ruang dhammasala dipenuhi oleh umat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, muda-mudi dan orang tua. Mereka semua menanti-nantikan dhammadesana dari Bapak Wowor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor memberikan dhammadesana dengan topik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Kerjakanlah Tugas Kita Sekarang Ini, Siapa Tahu Besok Kita Mati.” &lt;/span&gt;Kehidupan kita di dunia ini tidaklah pasti, tapi kematian itu pasti. Saat ini banyak orang yang meninggal mendadak, contohnya: kecelakaan helikopter yang terjadi pada bulan lalu dan hari ini. Tahun lalu pun terjadi kecelakaan pada pesawat yang akan take off. Kecelakaan tersebut banyak memakan korban jiwa, salah satunya yaitu seorang Gubernur yang baru saja menjalani masa kepemimpinan selama satu tahun. Bapak Wowor mengkaji bahwa orang yang sudah mempunyai karma baik dapat menjadi Gubernur saja meninggal apalagi kita-kita yang hanya orang biasa. Kematian pasti suatu saat mendatangi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dahulu pada zaman Buddha, ada seorang Permaisuri Raja yang bertanya kepada Buddha, “Bhante mengapa ada orang yang hidup berusia pendek tetapi ada juga orang yang berusia panjang?.” Lalu Buddha menjawab, “Orang berusia pendek karena pada kehidupan lampaunya,&lt;div class="fullpost"&gt; Ia suka membunuh makhluk hidup sedangkan orang berusia panjang karena pada kehidupan lampaunya, Ia tidak pernah melakukan pembunuhan dan malah sering berbuat kebaikan.” Jadi bila kita ingin berusia panjang pada kehidupan ini kita harus melaksanakan sila pertama pancasila buddhis yaitu tidak melakukan pembunuhan. Setelah itu kita juga harus sering melakukan perbuatan kebaikan seperti menyelamatkan hidup makhluk hidup (Fangshen). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perbuatan fangshen tidak hanya dapat dilakukan kepada binatang saja, kita juga dapat melakukan fangshen kepada sesama manusia. Fangshen kepada manusia contohnya: Kita membantu seseorang yang nyawanya terancam jika tidak segera dibawa ke Rumah Sakit. Kita menolong orang tersebut secara pribadi atau ramai-ramai dengan yang lainnya dengan mengumpulkan uang agar orang tersebut dapat ke Rumah Sakit. Dengan cara ini kita telah menyelamatkan jiwa seorang manusia. Selain perbuatan di atas, membelikan obat untuk yang sakit dan donor darah juga merupakan contoh fangshen kepada sesama manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor lalu bercerita tentang kisah nyata mengenai manfaat fangshen. Di Kalimantan Timur bagian Utara tepatnya di kota Tarakan, terdapat suatu keluarga yang anak lelakinya menderita penyakit leukemia. Anak laki-laki  tersebut berumur sekitar 12-13 tahun dan merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut. Anak laki-laki ini lebih disayang dibandingkan dua saudara perempuannya karena menurut tradisi keluarga tersebut anak laki-laki adalah pembawa nama keluarga (Seh keluarga). Ketika anak laki-laki ini divonis bahwa penyakit leukimianya makin parah karena darah merah sudah kalah jumlahnya dengan darah putih, tentu saja papa, mama dan saudara-saudara perempuannya sangat sedih sekali. Semua cara dilakukan agar anak laki-laki tersebut dapat sembuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada suatu hari Romo yang cukup terkenal di kota Tarakan datang mengunjungi keluarga tersebut. Papa anak laki-laki tersebut memohon agar Romo membantu anak laki-lakinya agar dapat sembuh dari penyakitnya.  Romo pun berkata, “Saya akan membantumu tapi ada persyaratannya yaitu semua keluarga termasuk kamu, istri kamu, anak laki-laki dan kedua anak perempuan kamu harus tidak membunuh makhluk hidup dan melakukan fanghen secara terus menerus. Apakah kamu bisa menaati persyaratan ini?.” Papa anak laki-laki ini pun menyanggupinya. Akan tetapi sang Papa bingung bagaimana caranya anak laki-lakinya dapat melakukan fangshen sendiri karena untuk bangun saja dia tidak bisa (Badan anak laki-lakinya sudah lemas). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Romo itu menjelaskan orang sakit berbadan lemas pun dapat melakukan fangshen dengan jalan berbicara. Romo berkata, “Berikanlah uang pada anakmu dan ketika uang itu sudah ada di tangan anak laki-lakimu katakanlah bahwa uang itu miliknya.” Lalu, biarkan anak laki-lakimu berkata dengan mulutnya sendiri untuk memerintahkan keluarganya agar menggunakan uang tersebut dalam fangshen. Anak laki-lakimu juga harus bertekad dalam dirinya, “Semoga jasa kebajikan yang saya lakukan ini dapat membuat diri saya sembuh dari penyakit yang saya derita saat ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya keluarga itu melakukan nasehat Romo itu dan selang beberapa lama kemudian anak itu menunjukan tanda-tanda kesembuhan. Darah merah anak laki-laki tersebut mulai meningkat dan akhirnya anak laki-laki tersebut sembuh dari penyakitnya. Semenjak saat itu, keluarga anak laki-laki tersebut semakin yakin dengan Agama Buddha. Keluarga tersebut sekarang rajin ke Vihara dan sering berbuat kebajikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor juga mengatakan dia menceritakan kisah ini bukan berarti menjamin bahwa bila ada orang yang sakit keras pasti sembuh jika dia melakukan fangshen. Jadi apabila seseorang melakukan fangshen ternyata tidak berbuah pada saat ini, janganlah kecewa. Fangshen adalah perbuatan yang baik, jadi walaupun usaha kita tidak membuahkan hasil sekarang pasti pada kehidupan selanjutnya akan berbuah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah dhammadesana dari Bapak Wowor, selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan dari umat Vihara Surya Adhi Guna adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Ada umat yang pernah bermimpi bahwa dia melihat papa dan mamanya senang dan ada juga umat yang bermimpi bahwa dia melihat orangtuanya kehausan dan minta minum kepadanya. Mereka semua bertanya, “apakah arti dari mimpi ini dan apa yang harus dilakukan oleh kami selaku buddhis?.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sungguh beruntung jika di dalam mimpi kita melihat orang tua kita yang telah meninggal berbahagia karena ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan orang tua kita telah terlahir di alam yang berbahagia. Akan tetapi, jika di dalam mimpi kita melihat Almarhum orang tua kita menderita maka ada kemungkinan kalau orang tua kita terlahir di alam peta. Jika orang tua kita memohon minum di dalam mimpi kita, sebaiknya kita berdana minuman kepada seseorang. Setelah melakukan jasa kebajikan tersebut kita limpah kepada orang tua kita, “Semoga dengan jasa kebajikan yang saya lakukan ini semoga orang tua saya tidak menderita kehausan lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Bagaimana karma dari seorang perampok yang selalu merampok harta orang kaya lalu membagikannya kepada orang miskin?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang tersebut memiliki karma yang mendua. Hal ini dikarenakan ketika Ia merampok orang kaya maka Ia mempunyai karma buruk dan ketika Ia membagi-bagikan harta kepada orang miskin maka Ia melakukan karma baik. Jadi sebetulnya tidak ada yang namanya orang jahat, yang ada orang yang pernah melakukan perbuatan buruk. Tidak ada pula orang baik, yang ada orang yang pernah melakukan perbuatan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Apakah orang gila pasti terlahir menjadi orang gila lagi? Dan apakah orang yang banci terlahir akan terlahir menjadi banci?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang gila terlahir menjadi orang gila lagi atau tidak tergantung dari karma yang sebelumnya ia lakukan. Orang gila itu mempunyai kesadaran seperti kita tetapi yang membedakannya Ia tidak tahu malu dan tidak dapat mengontrol dirinya. Apabila orang gila itu sadar maka segala perbuatannya itu pastilah menghasilkan suatu buah perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Begitu juga dengan orang banci, terlahir atau tidaknya ia sebagai banci tergantung dari karma yang dilakukannya selama ia terlahir menjadi banci. Apabila banci tersebut selama hidupnya melakukan perbuatan yang tidak baik seprti menjual diri, maka pada kehidupan selanjutnya kemungkinan terlahir lebih parah lagi. Bisa saja banci tersebut terlahir sebagai hemaprodit (mempunyai jenis kelamin dua). Orang yang terlahir banci biasanya karena dahulunya Ia pernah melakukan perbuatan asusila, melanggar sila yang ketiga dalam pancasila buddhis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Apakah baru niat membunuh tapi tidak membunuh dapat dikatakan perbuatan dan apakah menghasilkan suatu buah perbuatan?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Niat membunuh berarti kita sudah berbuat walaupun memang tidak melanggar sila. Sesuatu yang sudah dilandasi oleh kehendak dapat dikatakan suatu perbuatan dan akan menghasilkan suatu buah perbuatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Apakah yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari musibah yang akan menimpa kepada kita?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perbanyaklah kebajikan. Dan ketika sudah berbuat bajik, bertekadlah dalam diri bahwa semoga dengan kebajikan yang telah saya lakukan ini semoga bila terjadi suatu mara bahaya semoga saja saya tidak berada di tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;6. Bagaimana caranya agar kita tidak kesal apabila ada orang yang berutang kepada kita tidak mau melunasi hutangnya?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesal karena kejadian tersebut adalah wajar. Hal ini dikarenakan kita masih umat awam dan belum mancapai tingkat kesucian. Yang bisa kita lakukan adalah melatih sedikit demi sedikit agar dapat mengontrol diri kita. Apabila kita bertemu orang seperti itu yang dapat kita lakukan adalah melakukan pendekatan pada orang itu. Kita berkata, ‘Setor dulu hutangnya pak/ibu, kalau sudah lunas baru boleh berhutang lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;7. Apakah pendapat Romo Wowor mengenai perbuatan membunuh nyamuk demam berdarah karena saat ini banyak sekali orang yang terkena penyakit ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perbuatan membunuh demi keselamatan anak-anak kita adalah perbuatan yang terpaksa dilakukan. Sama seperti seorang tentara yang terpaksa membunuh di medan perang. Perbuatan membunuh pastilah menghasilkan buah yang tidak baik. Oleh sebab itu kita juga harus banyak-banyak berbuat kebajikan agar buah kejahatan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;8. Mengapa terkadang di acara kebhaktian atau upacara kadang selalu diucapkan semoga Sang Buddha melindingi kita?, Bukankah yang dapat melindungi diri kita adalah diri kita sendiri yaitu perbuatan kita?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itu hanyalah bahasa upacara saja sebenarnya memang dalam kehidupan ini yang menolong diri kita adalah perbuatan kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;9. Apa yang harus kita lakukan menghadapi surat-surat berantai yang mengatakan bahwa ini merupakan mantra kebahagiaan jika tidak memfotokopi dan menyebarkan akan mengalami musibah?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor mejawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Janganlah kita meneruskan surat berantai tersebut dan jangan takut akan acaman-ancaman yang ada di dalam surat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;10. Mengapa terkadang kita dapat bermimpi melafalkan suatu paritta dan apakah betul suatu paritta dapat membantu kita agar tidak diganggu makhluk lain?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Wowor menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itu terjadi karena kita sudah terbiasa dan sering melafalkan paritta tersebut sehingga dalam mimpi pun kita dapat melafalkan paritta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pelafalan paritta dapat membantu kita agar tidak diganngu oleh makhluk halus. Hal ini pernah saya alami ketika saya menginap di suatu hotel yang kamarnya memiliki penunggunya. Setiap orang yang tinggal di kamar tersebut pasti diganggunya akan tetapi saya tidak mengalami gangguan tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum tidur saya selalu membaca paritta. Saya mempunyai tekad bahwa sebelum tidur (Secapai apapun) saya harus membaca paritta terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan dhammadesana pada kebhaktian umum 12 Juni 2009. Semoga Dhammadesana ini bermanfaat bagi kita semua. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-6147114099042282026?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/6147114099042282026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/cornelis-wowor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6147114099042282026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/6147114099042282026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/cornelis-wowor.html' title='Bpk. Cornelis Wowor : Kerjakanlah Tugas Kita Sekarang'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SjMH-uFyiKI/AAAAAAAAAZM/xQQeoXzLnEI/s72-c/Cornelis+Wowor+12+Juni+2009+Vihara+Surya+Adhi+Guna+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-7320528550390359052</id><published>2009-06-07T00:58:00.005+07:00</published><updated>2009-07-30T09:32:31.326+07:00</updated><title type='text'>Y. M. Bhante Upasammo : Sungguh Sulit untuk bisa terlahir sebagai manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiyWTgjEAdI/AAAAAAAAAYs/bqNEyYWugCY/s1600-h/human_resources.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiyWTgjEAdI/AAAAAAAAAYs/bqNEyYWugCY/s200/human_resources.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344812119680614866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Umum, 05 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol   : Ibu Lilayani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan lilin Altar  : Bapak Aen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembacaan Dhammapada : Bapak Hasan Medang Asem (Gatha 167 dan 168)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana  : Y. M. Bhante Upasammo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  ( Dari Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : Grace Chandra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa (3 X)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kicho Manussa Ti Pati Labho, Sungguh Sulit Terlahir Sebagai Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada kebhaktian malam ini dhammadesana diisi oleh Y. M. Bhante Upasammo . Beliau berasal dari Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Dalam dhammadesananya Yang Mulia Bhante membahas tentang sungguh sulit terlahir sebagai manusia. Pernyataan ini terdapat dalam sutta penyu buta. Dalam sutta ini dijelaskan bahwa sulitnya terlahir di alam manusia lebih sulit dibayangkan, dibandingkan dengan sulitnya  kemungkinan seekor penyu buta yang muncul ke permukaan laut hanya 100 tahun sekali dan ketika muncul ke permukaan kepalanya masuk ke dalam gelang-gelang yang terapung di permukaan lautan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di Indonesia jumlah manusia yang ada ± 250 juta orang, sedangkan di dunia jumlah manusia yang ada ± 6 Milyar orang. Apabila menilik angka ini, kita pasti berpikir bahwa jumlah manusia yang ada di bumi ini sungguhlah banyak. Memang jumlah ini banyak, tetapi jumlah manusia masih kalah banyak jumlahnya dibandingkan jumlah makhluk hidup yang terlahir di alam kehidupan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hal ini telah diterangkan oleh Buddha dalam sutta seujung kaki. Dalam sutta seujung kaki sang Buddha bertanya pada muridnya.., “Oh para bhikkhu menurut kalian lebih banyak mana debu yang ada di ujung kakiku atau debu yang ada di dunia ini?.” Muridnya menjawab, “Tentu saja lebih banyak debu yang ada di dunia.” Sang Buddha lalu berkata, “Oh para bhikkhu, begitu pula dengan makhluk yang terlahir di alam manusia lebih sedikit seperti debu yang ada di ujung kakiku dan begitu banyak makhluk yang terlahir di alam bukan manusia sama seperti debu yang ada begitu banyak di dunia ini.” &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kita terlahir di alam manusia berarti kita sedang memetik karma baik yang sudah kita tanam. Janganlah terlena karena kondisi yang baik ini. Kita haruslah selalu memperbanyak melakukan karma baik, karena karma baik inilah yang akan menjadi pelindung bagi kita. Kebajikan yang kita lakukan sebaiknya terus-menerus, sepanjang hidup kita. Hal ini sesuai dengan bunyi dhammapada gatha 53 yang brbunyi: “Seperti rangkaian bunga yang terdiri dari kumpulan bunga-bungaan, begitulah hendaknya kebajikan-kebajikan dilakukan orang sepanjang hidupnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya terlahir sebagai manusia kesempatan kita untuk berbuat lebih banyak kebajikan lebih banyak dibandingkan jika kita terlahir di alam kehidupan yang lain. Para Dewa saja jika ingin melakukan kebajikan turun ke bumi untuk dapat berbuat bajik kepada manusia. Dahulu di jaman Buddha pernah ada seorang Raja Sakha turun ke bumi hanya agar dapat berdana untuk Maha Kassapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Para Dewa ingin berbuat bajik karena mereka tahu bahwa mereka terlahir sebagai Dewa karena adanya simpanan karma baik. Saat ini mereka sedang memetik buah dari karma baik yang telah mereka lakukan. Jika mereka tidak melakukan perbuatan baik lagi (hanya selalu menikmati hasil karma baik yang lalu) maka lama kelamaan simpanan karma baiknya akan habis. Berbuat kebajikan terus menerus dapat memungkinkan dirinya jika meninggal nanti terlahir dialam yang lebih baik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang Dewa yang akan meninggal mempunya lima tanda. Lima tanda kelapukan yeng menandakan Dewa akan lenyap adalah sebagai berikut: Bunganya layu, pakaiannya kotor, Badannya berkeringat, Auranya/sinar tubuhnya memudar, dan dia sudah tidak bahagia lagi di singgasananya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apabila seorang Dewa memiliki tanda-tanda seperti ini, maka Dewa yang lain akan menghibur Dewa yang akan lenyap tersebut. Mereka berkata tiga hal kepada Dewa yang akan lenyap , yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Pergilah ke alam yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;      Maksudnya Terlahirlah di alam Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Apabila sudah di alam yang baik, perolehlah hal yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksudnya jika Dewa yang lenyap tersebut telah terlahir di alam manusia maka perolehlah Dhamma dan Vinaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Sudah memperoleh yang baik, mantapkanlah dirimu didalamnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maksudnya jika sudah memperoleh Dhamma dan Vinaya, maka perkuatlah dirimu di dalam Dhamma dan Vinaya. Mantapkanlah dirimu di dalam Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam Anguttara Nikaya juga dijelaskan tentang empat hal yang menandakan bahwa sekalipun kita terlahir di alam manusia tetapi kita tidak beruntung. Kempat hal tersebut yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Kita dikatakan tidak beruntung terlahir sebagai manusia jika kita tidak mengenal sasana. Sasana diartikan dalam agama Buddha adalah Dhamma dan Vinaya, Kitab suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Kita dikatakan tidak beruntung terlahir sebagai manusia jika kita memiliki keyakinan yang salah. Keyakinan salah contohnya: Jika kita berpikir bahwa tidak ada gunanya berbuat baik dan malah berpikir bahwa berbuat jahat tidak ada buahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam agama Buddha semua perbuatan pastilah ada buahnya. Kita tidak mengenal adanya pengampunan dosa. Oleh sebab itu jika seseorang telah melakukan kejahatan dan menyadari kesalahannya itu. Maka yang dapat ia lakukan adalah banyak perbuat kebajikan. Kebajikan-kebajikan yang ia lakukan ini akan membuat efek dari buah kejahatan yang ia lakukan tidak terlalu terasa efek negatifnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebajikan di analogikan sebagai air dan kejahatan dianalogikan sebagai garam. Jika kebajikan banyak kita lakukan maka garam yang tadinya berada dalam segelas air akan terencerkan dengan air yang bertambah banyak. Setelah berbuat bajik yang sangat banyak dan terus menerus maka garam bukanlah berada di dalam segelas air melainkan terlarut di dalam air yang banyaknya seperti air di lautan luas. Dengan begitu rasa asin pun tidak terlalu terasa lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Kita dikatakan tidak beruntung terlahir sebagai manusia jika kita tidak memiliki kebijaksanaan. Kita tidak peduli akan perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan baik/jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Kita dikatakan tidak beruntung terlahir sebagai manusia jika kita terlahir sebagai manusia bukan di dalam era jaman Buddha. Saat ini kita beruntung terlahir sebahai manusia di era jaman Buddha yaitu era Buddha Gotama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah ringkasan dhammadesana pada kebhaktian umum 05 Juni 2009. Semoga Dhammadesana ini bermanfaat bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-7320528550390359052?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/7320528550390359052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/sungguh-sulit-untuk-bisa-terlahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7320528550390359052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/7320528550390359052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/sungguh-sulit-untuk-bisa-terlahir.html' title='Y. M. Bhante Upasammo : Sungguh Sulit untuk bisa terlahir sebagai manusia'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiyWTgjEAdI/AAAAAAAAAYs/bqNEyYWugCY/s72-c/human_resources.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4161772721823819214</id><published>2009-06-07T00:39:00.004+07:00</published><updated>2009-07-30T09:32:47.492+07:00</updated><title type='text'>Grace Chandra : Khotbah di luar dinding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiqqSc9nehI/AAAAAAAAAWM/W3jgy0E0x-4/s1600-h/20080828113047.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiqqSc9nehI/AAAAAAAAAWM/W3jgy0E0x-4/s200/20080828113047.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344271141817514514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebaktian remaja – Sabtu, 6 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Nanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lilin Altar : Yessica F.S.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada : Niraja &amp;amp; Nita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadesana : Grace Chandra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis : Tommy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti minggu-minggu sebelumnya, umat remaja yang hadir pada hari ini tidak terlalu banyak, hanya sekitar 20 an. Tapi semangat belajar Dhamma begitu terasa tatkala Grace terus memotivasi para remaja untuk terus belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada pembukaan Dhammadesananya, Grace meminta para umat untuk duduk melingkar untuk menciptakan kesan kebersamaan antar umat yang hadir. Alih-alih umat bersiap-siap mendengarkan, Grace memulainya dengan pernyataan : “ Baru-baru ini kita semua merayakan hari makan bacang. Orang tua kita sengaja setiap tahun melakukan upacara persembahyangan untuk para leluhur. Temen-temen ada yang tau, apa tujuan persembahyangan untuk leluhur? ”.. Para remaja yang hadir, terdiam sejenak. Lalu Grace memulai ceritanya dengan membuka sebuah buku yang ia dapat dari Y.L. Samanera Abhasaro, yakni sebuah buku yang merupakan bagian dari Sutta-pitaka, Khuddkapatha pada bab VII Tirokuddasuttam mengenai khotbah di luar dinding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari ketika Guru Buddha memasuki Rajagaha, Raja Bimbisara mengundang Yang Terberkahi untuk menerima dana dari Raja Bimbisara. Setelah menyerahkan dana kepada Yang terberkahi, &lt;div class="fullpost"&gt;Sang Raja sibuk memikirkan di mana seharusnya Guru Buddha tinggal, apa yang harus Sang Raja lakukan untuk yang terberkahi, Pada malam harinya, Raja Bimbisara Mendengar suara raungan sedih yang menakutkan hingga pada pagi hari nya, Sang Raja yang merasa terganggu membicarakan hal tersebut pada Guru Buddha, “Yang mulia Bhante, saya mendengar suara sedemikian rupa semalam, apa yang akan terjadi padaku?” Lalu yang terberkahi menjawab, “ Jangan takut Raja yang agung. Tak ada celaka yang datang dari hal itu. Yang terjadi adalah, ada sanak saudaramu di masa lampau yang telah terlahir kembali di antara makhluk halus. Dan selama satu interval Buddha mereka selalu mengharapkan engkau memberikan dana kepada yang tercerahkan dan kemudian membaktikan jasa kebajikan itu kepada mereka. Namun kemarin engkau tidak melakukannya. Karena mendapati harapan mereka telah sirna, mereka mengeluarkan lengkingan yang mengerikan itu. ” Lalu Yang terberkahi menceritakan tentang khotbah diluar dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh siapa khotbah itu diucapkan? Di mana? Kapan? Dan mengapa demikian? Dapat dinyatakan bahwa khotbah tersebut disampaikan oleh yang terberkahi. Dan tempatnya adalah Rajagaha [202] sehari setelah [ kedatangan beliau di Rajagaha] dengan tujuan memberikan berkah Nya untuk Raja Magadha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;92 Kalpa yang lalu ada sebuah kota bernama Kasi. Raja nya bernama Jayasena, sedangkan ratunya bernama Sirima. Seorang Bodhisatta ( Makhluk yang bertekad untuk mencapai pencerahan ) bernama Phussa berada dalam kandungan Ratu. Setelah akhirnya Bodhisatta itu mencapai pencerahan penuh, Raja Jayasena menjadi sangat melekat pada pemikiran “ Putra ku telah meninggalkan keduniawian yang agung. Dia telah menjadi Buddha ( yang tercerahkan ). Buddha adalah milikku, Dhamma adalah milikku, Sangha adalah milikku. Sepanjang waktu, Raja sendirilah yang melayani beliau, dan tak seorangpun diberi kesempatan untuk melakukan hal itu.Tiga adik tiri dari ibu lain berpikir, Para Buddha muncul untuk manfaat seluruh dunia, bukan untuk manfaat satu orang saja. Tetapi ayah kami tidak memberikan kesempatan kepada siapapun untuk melayani beliau. Bagaimana kami dapat merekayasa agar kami bisa melayani yang terberkahi? ” Lalu mereka membuat seolah-olah ada pergolakan di daerah perbatasan dan Raja mengirimkan ketiga putranya itu untuk mengamankan daerah tersebut. Setelah berhasil Raja pun merasa senang dan menawarkan hadiah kepada mereka, “ Apapun yang kalian inginkan, ambilah! ” Kata Raja, Mereka menjawab : “ Kami ingin melayani yang terberkahi.” “Ambil lainnya kecuali itu” mereka bersikeras, “ kami tidak menginginkan apapun lainnya.”,“Kalau demikian, ambilah! Tapi tentukan batas waktunya.“ Mereka meminta 7 tahun, tetapi Raja tidak mengijinkannya, mereka meminta secara berturut-turut, 6,5,4,3,2,1 tahun ,  7 ,6,5,4 bulan sampai akhirnya menurun menjadi 3 bulan. Kemudian Raja berkata : “ Kalian boleh mengambilnya, ” dan ketiga putra diijinkan untuk melakukan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah permohonannya dikabulkan, ketiga saudara tiri Yang terberkahi sangat puas. Mereka mendatangi Yang terberkahi dan memberikan hormat kepada Beliau, mereka berkata, “ Yang mulia, kami ingin melayani yang terberkahi selama tiga bulan masa musim hujan ini. ” Yang terberkahi memberikan persetujuan dengan berdiam diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Maka mereka mulai mengirimkan surat pada pegawai Negara untuk membangun suatu tempat tinggal dan menyiapkan kebutuhan Yang terberkahi. Setelah mengenakan pakaian berwarna kuning, bersama dengan dua ribu lima ratus abdi, ketiga putra raja itu mengiringi Yang terberkahi kesana dan melayani Yang terberkahi dengan penuh perhatian. Bendahara mereka seorang putra perumah tangga yang sudah menikah adalah orang kepercayaan dan memiliki keyakinan. Maka dia pun mengurus dan memberikan materi untuk dana bagi Sangha yang di pimpin oleh Yang terberkahi. Pejabat itu menerima semua yang dikirimkan, dan bersamaan dengan sebelas ribu orang dari daerah pedesaan dia menyuruh agar dana makanan disiapkan dengan seksama. Namun beberapa dari orang-orang ini bukan orang yang setia. Orang-orang ini menghalangi permberian makanan, bahkan mereka sendirilah yang makan makanan yang seharusnya diberikan, dan malah membakar ruang makan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Raja, Putra Raja, Si Pejabat dan Si Bendahara meninggal pada saatnya. Dengan para pengikutnya, mereka terlahir kambali di surga, sedangkan orang-orang yang tidak setia itu terlahir kembali di neraka-neraka. Demikianlah 92 kalpa berlalu, sementara dua kelompok itu masing-masing terus terlahir dari surga ke surga dan dari neraka ke neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sampai pada akhirnya di kalpa yang membawa keberuntungan ini, pada zaman Buddha Kassapa. Mereka yang tidak setia itu terlahir kembali di antara makhluk halus. Ketika manusia memberikan dana makanan untuk sanak saudara mereka yang telah meninggal, mereka membaktikan jasa kebajikannya demikian : “ Biarlah ini untuk sanak- keluarga kami. ” Dengan cara demikian sanak – keluarga itu memperoleh keelokan. Ketika makhluk-makhluk halus itu melihat hal tersebut mereka mendatangi Buddha Kassapa dan bertanya pada Beliau : “Yang Mulia Bhante, bagaimana caranya agar kami juga bisa memperoleh keelokan seperti itu? ” Buddha Kassapa menjawab: “ Di masa depan, akan ada yang tercerahkan yang bernama Gaotama. Pada zaman Yang terberkahi Gaotama itu, akan ada seorang raja yang bernama Bimbisara. 92 Kalpa yang lalu itu, dia adalah sanak – saudaramu. Setelah memberikan dana makanan kepada yang tercerahkan, raja Bimbisara akan membaktikan jasa kebajikannya untuk kalian. Pada saat itulah kalian akan memperolehnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari cerita Yang Terberkahi itu kemudian Raja Bimbisara meminta Yang terberkahi untuk menerima undangan pada hari berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keesokan harinya, setelah dana makanan disiapkan, Yang terberkahi membuat para makhluk halus tersebut tampak kelihatan oleh raja Bimbisara dan semuanya tampak terlihat oleh Raja. Ketika membaktikan kebajikannya : “Biarlah ini untuk sanak-saudara”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada waktu itu juga kolam yang tertutup teratai muncul bagi para makhluk halus. Mereka pun mandi dan minum, akhirnya kelelahan dan kehausan mereka mereda dan berubah menjadi keemasan. Ketika memberika bubur, hidangan dan makanan, Raja juga membaktikan jasa kebajikannya itu. Dan pada saat yang sama itu juga, makanan surgawi muncul bagi mereka. Begitu juga pada saat membaktikan tempat tinggal dan pakaian. Stelah makan Yang Terberkahi mengucapkan syair diluar dinding mereka berdiri dan menunggu” dengan tujuan memberikan berkah pada Raja Magadha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari cerita di balik dinding tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa, perbuatan apapun yang kita lakukan, perbuatan baik yang sedikit akan berakibat besar, begitu juga dengan perbuatan jahat yang kita lakukan, akan berbuah besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan perlu diingat bahwa setiap kebajikan yang kita lakukan, kita limpahkan jasa kebajikan tersebut pada sanak-keluarga yang sudah meninggal dengan harapan apabila ada sanak-saudara yang lahir di alam halus, sanak-keluarga kita dapat menikmati jasa-jasa yang kita limpahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4161772721823819214?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4161772721823819214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/khotbah-di-luar-dinding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4161772721823819214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4161772721823819214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/khotbah-di-luar-dinding.html' title='Grace Chandra : Khotbah di luar dinding'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiqqSc9nehI/AAAAAAAAAWM/W3jgy0E0x-4/s72-c/20080828113047.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-2584623853834800835</id><published>2009-06-05T09:56:00.005+07:00</published><updated>2009-06-08T10:40:24.116+07:00</updated><title type='text'>Liputan Waisaka Puja Candi Jiwa Batu Jaya</title><content type='html'>Lihat :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.scribd.com/full/16135631?access_key=key-1y7n09grzg9fkpu412d7" target="_blank"&gt;Pesan waisak Sangha Theravada Indonesia 2553 B.E./2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.scribd.com/full/16135640?access_key=key-2ewv2mdtpqxq4ysjy03f" target="_blank"&gt;Sambutan Bupati Karawang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.scribd.com/full/16135635?access_key=key-k42yelwbi825wf5on98" target="_blank"&gt;Sambutan Dirjen PEMBIMAS Agama Buddha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.scribd.com/full/16135638?access_key=key-chkwm3s9vqgtxe49nqx" target="_blank"&gt;Sambutan Ketua Panitia Waisak bersama candi Jiwa - Jabar 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;penulis : Grace Chandra&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfPrPlcI/AAAAAAAAAVU/X9hK6v-57eU/s1600-h/100_3411.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfPrPlcI/AAAAAAAAAVU/X9hK6v-57eU/s200/100_3411.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999770566104514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari minggu kemarin tepatnya tanggal 31 Mei 2009, kami umat Buddha se-Provinsi Jawa Barat merayakan Puja Bakti Waisak 2553 B. E . di Candi Jiwa untuk kedua kalinya dengan tema “Kehadiran Buddha Sumber Keharmonisan dan Keutuhan Bangsa.” Tahun lalu kami pun pernah melakukan kegiatan Puja Bakti Waisak di Candi Jiwa. Perayaan tahun ini tak kalah meriah dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini dapat dilihat dari jumlah umat yang sudah datang menghadiri acara sejak pukul jam 13.00 WIB. Selain itu, banyak juga dari para pejabat instansi pemerintah dan tokoh-tokoh agama yang menghadiri kegiatan ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tenda-tenda dan atribut-atribut perlengkapan acara terpasang dengan rapi dan terkesan megah. Di depan Candi Jiwa juga terdapat Altar Buddha yang begitu menyejukkan hati. Sungguh mengagumkan situasi di Candi Jiwa saat itu. Sebuah Candi yang terletak di antara sawah diubah menjadi sebuah tempat perayaan puja bakti yang sangat khidmat dan syahdu. Di bagian jalan menuju terdapat banyak penjual makanan dan tenda makanan khas Karawang yang selain menjajakan makanan juga terdapat penjelasan tentang sejarah Karawang dan Candi Jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Acara Perayaan puja Bakti Waisak di Candi Jiwa dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Acara dibuka dengan acara posesi puja yang di awali oleh petugas pembawa bendera merah putih dan bendera buddhis, dikuti oleh anggota sangha, tim persembahan dan tim paritta. Saat proses prosesi dilakukan semua umat diminta untuk berdiri. Setelah proses prosesi selesai dilaksanakan kemudian acara dilanjutkan dengan acara penyalaan lilin merah, lilin lima warna dan dupa oleh Y.M. Bhante Sri Subala Ratano Maha Thera. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Puja bhakti Bhakti Waisak pun dibuka dengan Namaskara Gatha yang dipimpin oleh Romo Tanti Guna yang kemudian dilanjutkan dengan permohonan Trisarana dan Pancasila. Setelah itu &lt;div class="fullpost"&gt; tim paritta melanjutkan dengan pembacaan Bala Sutta dimana saat paritta ini dibacakan para Petugas Panitia Puja Bhakti Waisak 2553 B. E. di Candi Jiwa mulai membagikan hio yang sudah menyala kepada umat. Hio ini akan digunakan pada saat pembacaan Vesakha Puja Gatha yang dipimpin oleh Bhikkhu Sangha. Terjemahan dari Vesakha Puja Gatha pun dibaca secara bersama dengan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah acara pembacaan paritta selesai dilakukan maka acara dilanjutkan dengan acara meditasi yang dipimpin oleh anggota Bhikkhu Sangha. Cuaca panas yang begitu terik ternyata tidak menghalangi kehendak para umat Buddha untuk melakukan meditasi di acara puja bhakti ini. Semua umat bermeditasi dengan baik dan hening. Mereka selalu berusaha menjaga konsentrasi pikirannya. Sungguh begitu menakjubkan!.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah itu, sekitar pukul 15.05 WIB, Bapak Bupati Kabupaten Karawang dan rombongan memasuki pelataran Candi Jiwa. Semua umat dan penjabat instansi yang sudah berada di dalam pelataran Candi Jiwa berdiri untuk menyambut kedatangan Beliau. Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara sambutan dari Ketua Panitia, Bp Yayang. Lalu dilanjutkan dengan Dhammadesana Waisak (Pesan Waisak) yang diberikan oleh Y. M. Bhante Joti Dhammo Maha Thera. Setelah pesan waisak diberikan, lalu perwakilan umat Buddha memberikan amisa puja kepada Bhikkhu Sangha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya acara sampai kepenghujung acara yaitu acara sambutan dari Bupati Karawang, Bp Drs. H. Dadang S, Muchtar (sekaligus dipukulnya gol sebagai tanda pencanangan tahun wisata kota karawang 2009) dan acara sambutan dari DIRJEN BIMAS AGAMA BUDDHA R I, Bp. Budi Setiawan. Setelah mendengarkan sambutan dari Bapak Bupati dan Bapak Dirjen, acara dilanjutkan dengan acara blessing. Dan acara Puja Bhakti pun ditutup dengan pembacaan Ettavata yang dilanjutkan dengan Namaskara Patha. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah sekelumit gambaran mengenai Prosesi Puja Bhakti Waisak 2553 B. E Tahun 2009 di Candi Jiwa, Karawang. Semoga bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-2584623853834800835?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/2584623853834800835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/ringkasan-waisaka-puja-candi-jiwa-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2584623853834800835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/2584623853834800835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/06/ringkasan-waisaka-puja-candi-jiwa-batu.html' title='Liputan Waisaka Puja Candi Jiwa Batu Jaya'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfPrPlcI/AAAAAAAAAVU/X9hK6v-57eU/s72-c/100_3411.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3298279889354260905</id><published>2009-05-31T21:42:00.013+07:00</published><updated>2009-05-31T22:40:20.377+07:00</updated><title type='text'>Waisaka Puja Candi Jiwa - Batujaya 2009</title><content type='html'>Klik &lt;a style="color: rgb(255, 102, 102);" href="http://galeri-vsag.blogspot.com/2009/05/waisaka-puja-candi-jiwa-batujaya-2009.html"&gt;di sini&lt;/a&gt; untuk Melihat Foto Lainnya&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKZaX2_EDI/AAAAAAAAAVs/6i00wsCktqM/s1600-h/100_3308.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKZaX2_EDI/AAAAAAAAAVs/6i00wsCktqM/s200/100_3308.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342000786375118898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfiTpDrI/AAAAAAAAAVk/bVA0cV5vtBU/s1600-h/100_3331.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfiTpDrI/AAAAAAAAAVk/bVA0cV5vtBU/s200/100_3331.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999775567384242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfbG_cVI/AAAAAAAAAVc/zTr0faf7nXE/s1600-h/100_3312.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfbG_cVI/AAAAAAAAAVc/zTr0faf7nXE/s200/100_3312.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999773635277138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfPrPlcI/AAAAAAAAAVU/X9hK6v-57eU/s1600-h/100_3411.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYfPrPlcI/AAAAAAAAAVU/X9hK6v-57eU/s200/100_3411.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999770566104514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYe6dnYII/AAAAAAAAAVM/YWPaC3y_2gM/s1600-h/100_3264.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYe6dnYII/AAAAAAAAAVM/YWPaC3y_2gM/s200/100_3264.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341999764871798914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKaq1Z15lI/AAAAAAAAAV8/3f_Hj-WTBtM/s1600-h/100_3360.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKaq1Z15lI/AAAAAAAAAV8/3f_Hj-WTBtM/s200/100_3360.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342002168695481938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Klik &lt;a href="http://galeri-vsag.blogspot.com/2009/05/waisaka-puja-candi-jiwa-batujaya-2009.html"&gt;di sini&lt;/a&gt; untuk Melihat Foto Lainnya&lt;br /&gt;Waisaka Puja se Jawa Barat Candi Jiwa - Batujaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;31 Mei 2009.. Kegiatan ini di dukung oleh banyak pihak, baik dari pihak pemerintah kabupaten karawang, para simpatisan Buddhis dan umat Buddha di Kabupaten Karawang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKYe6dnYII/AAAAAAAAAVM/YWPaC3y_2gM/s1600-h/100_3264.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3298279889354260905?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3298279889354260905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/waisaka-puja-candi-jiwa-batujaya-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3298279889354260905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3298279889354260905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/waisaka-puja-candi-jiwa-batujaya-2009.html' title='Waisaka Puja Candi Jiwa - Batujaya 2009'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiKZaX2_EDI/AAAAAAAAAVs/6i00wsCktqM/s72-c/100_3308.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-4494148731361122384</id><published>2009-05-30T23:34:00.004+07:00</published><updated>2009-07-30T09:33:36.972+07:00</updated><title type='text'>Ferry Karsilo : Jasa Mama &amp; Papa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiFhOAEuFfI/AAAAAAAAAVE/jNRX1QUIILw/s1600-h/CKD-Family.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiFhOAEuFfI/AAAAAAAAAVE/jNRX1QUIILw/s200/CKD-Family.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341657526203979250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Kebaktian Remaja – Sabtu, 30 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemimpin Kebaktian = Ratnasari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammapada = Dwitya &amp;amp; Nanda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembicara = Ferry Karsilo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis = Tommy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini yang datang kebaktian sangat sedikit, hanya 21 orang.. Tapi beruntung remaja Vihara Surya Adhi Guna kedatangan pembicara yang sangat baik, yakni Ferry Karsilo, Pembicara yang sudah banyak dikenal di kalangan Buddhist se-kabupaten Karawang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada awal mula sesi,  Ferry melontarkan pertanyaan: “ Apa tujuan anda semua datang ke Vihara? ” ..Dharma menjawab:”supaya bisa berdana”.  “Motivasi yang sangat baik”, sambut  ferry,Pertanyaan seperti ini sebenarnya adalah pertanyaan untuk kita semua. Banyak orang datang ke vihara karena banyak motivasi. Lalu Ferry bertanya kembali : “ Semua yang hadir, siapa yang sudah punya KTP? ”.. Hampir sebagian besar yang hadir sudah memiliki KTP, “ Pasti di KTP tersebut tertulis Agama = Buddha” lanjut Ferry, kenapa kita beragama Buddha? Kebanyakan orang beragama Buddha karena memang sudah dari kecilnya ( karena orang tua ). Banyak orang beragama Buddha Seumur hidup, tapi apa kita benar-benar tahu bahwa agama Buddha benar-benar cocok dengan kita? Bagaimana mengukur kecocokan diri kita dengan agama-agama yang ada?apa tolok ukurnya? Mendengar pertanyaan seperti itu saya pun terenyuh, berpikir apa tolok ukur kita betul-betul cocok beragama Buddha?..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah beberapa saat, Ferry memberikan jawaban, tolok ukur nya adalah, &lt;div class="fullpost"&gt;“ kita harus renungkan sendiri pada diri kita, apa dengan beragama Buddha, pola hidup kita menjadi lebih baik? Apa dengan semakin banyak belajar Dhamma, emosi kita bisa lebih terkendali?apa dengan mengenal ajaran Buddha, hidup kita menjadi lebih bermanfaat untuk banyak orang?” Kalo jawabannya tidak, berarti jawabannya tidak cocok. Kalo setelah beragama Buddha, kehidupan anda tak kunjung membaik, apabila setelah belajar Dhamma emosi anda lebih tidak terkendali, sebaiknya saya sarankan anda untuk memilih agama lain.” Jawaban tersebut memberikan saya pencerahan, seumur hidup saya beragama Buddha, tapi tidak pernah merenungkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jawaban tersebut dilanjutkan dengan cerita dari Ajahn Brahm, Ada seorang Ayah yang sangat sibuk bekerja. Pergi pagi-pagi sekali disaat anaknya masih tidur, dan pulang larut malam saat anaknya sudah tidur, kesibukan sang ayah membuat anaknya sangat merindukan sang ayah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu saat dikala senggang, ketika ada waktu antara sang anak dan Ayahnya bertemu, Sang anak bertanya pada sang Ayah, “Ayah berapa gaji mu?”.. Sang ayah merasa aneh anaknya bertanya demikian, Ia hanya menggelengkan kapalanya, beberapa saat kemudian, sang anak bertanya lagi “berapa gaji ayah se-jam?”.. Mendengar pertanyaan tersebut sang ayah menjadi marah dan membentak sang anak, “tidur sana, anak kecil gak perlu tahu urusan orang dewasa, lebih baik kamu naik dan tidur.” Beberapa saat kemudian sang Ayah berpikir, “Kasian juga ya, kenapa saya harus marah?” Lalu sang Ayah bergegas naik ke lantai atas menuju kamar anaknya. Dia temui anaknya yang sedang menangis, lalu dia berkata, “maafin ayah ya nak, Gaji ayah Rp.100 Ribu perjam..Memang ada apa kamu tanya gaji ayah?” Seketika sang anak berhenti menangis dan mulai tersenyum, lalu sang anak berkata pada ayahnya, “Ayah, saya minta uang!” “Loh, habis nangis kok minta uang?” tapi dengan maksud agar anaknya tidak sedih lagi, sang ayah bertanya, “berapa uang yang kamu mau?”.. sang anak menjawab: “ Rp 50 ribu ”.. “ Wah banyak sekali, untuk apa? ” jawab sang Ayah, tanpa berlama-lama, sang ayah langsung memberikan uang tersebut. Lalu diambilnya uang tersebut, si anak bergegas menuju lemarinya dan mengambil uang Rp 50 ribu, disatukannya uang tersebut dengan uang yang diminta pada ayahnya, hingga jumlahnya genap menjadi Rp 100 Ribu, Lalu disodorkannya uang tersebut pada sang Ayah, “ Ayah uang ini untuk membayar waktu ayah selama satu jam, untuk menemani saya bermain! ”...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita ini mungkin sudah banyak didengar oleh banyak orang.. tapi hal yang Ferry tekankan adalah Sang ayah yang bersedia meminta maaf pada anaknya.  Sesaat Ferry bertanya pada umat yang hadir, “ siapa diantara kalian yang Ayahnya pernah dengan berjiwa besar meminta maaf pada anaknya, disaat melakukan kesalahan?”.. Dari 21 orang yang hadir, hanya seorang yang menyatakan bahwa ayahnya pernah meminta maaf pada anaknya, yakni Dwitya. Ayah kita adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita. “Jadi pada anda sekalian yang ayahnya masih ada, sayangilah beliau, karena disaat beliau sudah tidak ada, anda akan menyesal dan tidak bisa berbuat apa-apa.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita mengenai mengenai bakti kepada orang tua, tidak berhenti sampai disitu.. Ada sosok yang sama pentingnya dalam hidup kita, bahkan sangat penting, yakni mama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada seorang Ibu yang sangat menyayangi anaknya, ia merawat anaknya dari kecil dengan penuh kasih sayang, menyuapi makan, menyusui, memakaikan baju, memandikan dan sebagainya.. beranjak umur 6 tahun, di bangku sekolah dasar, anak tersebut mulai bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Bantuan ibunya yang ia butuhkan agak berkurang, ia sudah mulai bisa memakai baju sendiri, makan sendiri dan mandi sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, sang anak semakin dewasa, sampai pada akhirnya anak tersebut berkata : “Mama terima kasih, saya sudah bisa mandiri sekarang,saya tidak mau merepotkan mama lagi.” Di satu sisi pernyataan tersebut membuat pekerjaan sang Ibu menjadi lebih ringan, lebih sedikit, tapi sang ibu malah menangis, kenapa? Ia bersedih karena beliau sudah tidak mempunyai kesempatan untuk melayani anaknya. Anak yang ia sayangi, Sang ibu rela melayani sang anak walau dia sudah besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Di dunia ini adakah orang lain yang rela mati untuk kita?” Pastinya tidak ada seorang pun yang rela mati untuk kita, Tapi ada satu orang, yaitu Mama kita. Ia bertaruh nyawa saat melahirkan kita, saat kritis melahirkan, apabila ia bisa memilih siapa yang selamat antara Bayi dan dirinya, mama lebih rela memilih dirinya yang mati ketimbangan sang anak. Bagi yang masih memiliki mama, setelah pulang dari vihara ini, di rumah, lihat lah mama mu, dia lah orang yang rela mati untuk mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pesan utama dari cerita-cerita ini, adalah sayangi orang tua kita dengan sepenuh hati. Berbakti bagi yang orang tua nya masih ada. Dan lakukanleh pelimpahan jasa, pada orang tua yang telah meninggal dengan cara yang terbaik. Mungkin yang kita tahu pelimpahan jasa adalah dengan membubuhkan nama almarhum/ah orang tua kita pada buku paritta yang kita sumbang, tapi sebenarnya ada cara yang lebih baik untuk melakukan pelimpahan jasa, yakni dengan mengikuti nasehat baik orang tua kita yang sudah meninggal semasa hidup. Menjadikannya tauladan, apabila orang tua kita adalah pekerja keras, kita juga harus pekerja keras, apabila orang tua kita mempunyai silla yang baik, kita juga harus memiliki silla yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terima kasih , Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-4494148731361122384?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/4494148731361122384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/mama-papa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4494148731361122384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/4494148731361122384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/mama-papa.html' title='Ferry Karsilo : Jasa Mama &amp; Papa'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiFhOAEuFfI/AAAAAAAAAVE/jNRX1QUIILw/s72-c/CKD-Family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-3515310043796676339</id><published>2009-05-29T20:45:00.009+07:00</published><updated>2009-05-29T21:01:26.162+07:00</updated><title type='text'>Launching Buletin Setetes Embun</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Kebaktian Umum: Jumat, 29 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sh_nnD6au4I/AAAAAAAAAUs/w008VU8ntec/s1600-h/100_3237.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sh_nnD6au4I/AAAAAAAAAUs/w008VU8ntec/s200/100_3237.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341242341335939970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sh_nncEO4qI/AAAAAAAAAU0/xGO-HDmXSHs/s1600-h/100_3236.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sh_nncEO4qI/AAAAAAAAAU0/xGO-HDmXSHs/s200/100_3236.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341242347819557538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu berkah, di suasana bulan waisak..banyak acara digelar dan satu lagi tak ketinggalan kado bingkisan manis dari hasil jerih karja keras Grace Chandra &amp;amp; anak-anak remaja membuahkan hasil " Setetes Embun " yang menyegarkan dan bermanfaat untuk banyak orang khususnya umat Buddha Vihara Surya Adhi Guna Rengasdengklok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-3515310043796676339?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/3515310043796676339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/launching-buletin-setetes-embun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3515310043796676339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/3515310043796676339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/launching-buletin-setetes-embun.html' title='Launching Buletin Setetes Embun'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/Sh_nnD6au4I/AAAAAAAAAUs/w008VU8ntec/s72-c/100_3237.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-654165259152677537</id><published>2009-05-25T09:11:00.009+07:00</published><updated>2009-07-30T09:34:02.206+07:00</updated><title type='text'>Bapak Rajiman : Bekal Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/ShlWk6QykjI/AAAAAAAAAUc/phA_I-HQg0I/s1600-h/Keranjang+Kebajikan+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/ShlWk6QykjI/AAAAAAAAAUc/phA_I-HQg0I/s200/Keranjang+Kebajikan+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339394025339392562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Kebaktian remaja, 23 Mei 2004&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Indra &amp;amp; Dwi&lt;br /&gt;Lilin Altar  : Sidhi&lt;br /&gt;Dhammadesana : Bapak Rajiman&lt;br /&gt;Penulis : Tommy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu, kenapa? Karena di jadwal, saudara Errick yang akan mengisi ceramah di kebaktian remaja kali ini. Tapi sayang beliau berhalangan hadir, karena ada urusan keluarga, kenapa saya sangat menunggu-nunggu giliran saudara Errick ceramah? Alasan ini akan terjawab saat beliau sudah mengisi ceramah di Kebaktian Remaja Vihara Surya Adhi Guna nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sangat beruntung remaja Vihara Surya Adhi Guna, kedatangan Guru Agama Buddha yang sudah tidak asing lagi Di kabupaten Karawang, Yakni Bapak Rajiman. Beberapa orang memanggil bapak rajiman dengan sebutan romo, tapi anak-anak sekolah agama memanggil beliau dengan sebutan Bapak Rajiman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Rajiman: “Saya kagum,pada remaja yang hadir pada malam hari ini, harusnya malam minggu adalah malam yang spesial bagi kaum remaja, tapi kalian rela meninggalakan televisi, hiburan dan lain-lain untuk datang ke vihara berbuat baik. Mungkin berbeda – beda antara orang yang satu dengan orang yang lain, Mungkin Sidhi datang ke vihara dengan motivasi untuk .. &lt;div class="fullpost"&gt; berdana, begitu juga dengan Irwin, kalo Tasya mungkin mempunyai motivasi datang ke vihara untuk bertemu dangan Angga, dan lain sebagainya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bapak Rajiman Memulai ceramah ini bukan dengan dhammadesana, melainkan dengan sebuah renungan tentang kehidupan. “ Sampai kapan kita hidup? ”  pertanyaan ini jarang sekali dipertanyakan oleh banyak orang, apalagi bagi anak remaja. Banyak orang berpikir, hidup saya masih lama, 80 tahun? Atau 75 tahun rata-rata, umur manusia sekarang ini. Yang perlu direnungi adalah kematian bisa dating kapan saja. Kematian adalah kekasih yang paling sabar menunggu kita. Kalo kekasih seperti biasanya, malas menunggu, tapi kematian adalah kekasih yang palin setia menunggu kita sampai akhir hayat. Tak ada cara untuk menghindar dari kematian. Bahkan Guru Buddha pun mengalami kematian. Kematian adalah hal paling baik untuk kita renungi. Bekal apa saja yang sudah kita persiapkan untuk menyambut kematian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perbuatan baik apa yang sudah kita tanamkan untuk bekal di kehidupan selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“ Sungguh beruntung kita sebagai umat Buddha, bisa mengenal Dhamma, Mungkin kalian ( Para Remaja ) sudah belajar Dhamma dari kecil, kalo saya, kenal agama Buddha di tahun 1991. Waktu itu tidak ada vihara di kampung saya, ada sebuah rumah umat yang digunakan untuk kebaktian. Saat itu Ada Bhikkhu Joti Dhammo, yang sekarang adalah Y.M. Bhikkhu Joti Dhammo Mahathera, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, hari pertama saya mengikuti kebaktian adalah saat Khatina Puja, saat itu Bhante Joti yang ceramah, awalnya saya belum begitu tertarik, tapi lama kelamaan saya merasakan seperti menemukan jalan yang saya cari selama ini. 7 tahun saya belajar dengan Bhante Joti, beliau adalah Guru Spiritual saya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasa ketertarikan Bapak Rajiman pada Buddha Dhamma tidak berhenti sampai disitu sampai sekarang beliau bekerja di Departemen Pemerintah sebagai Guru Agama Buddha di kabupaten Karawang. Di pemerintahan, di Kabupaten Karawang, hanya ada 2 orang yang beragama Buddha, kalo ditanya, agama apa? Bapak Rajiman menjawab tanpa minder :” Saya Agama Buddha.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman-teman beliau, tapi beliau selalu menjawabnya dengan tanpa emosi,sabar dan bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pesan Terakhir dari Bapak Rajiman: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“ Sungguh beruntung kita lahir sebagai manusia dan sebagai umat Buddha, persiapkanlah bekal dalam bentuk perbuatan bajik, jadikanlah Guru Buddha sebagai tauladan kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga renungan saya bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6781529592657283787-654165259152677537?l=suryaadhiguna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/feeds/654165259152677537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/bekal-kehidupan_25.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/654165259152677537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6781529592657283787/posts/default/654165259152677537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suryaadhiguna.blogspot.com/2009/05/bekal-kehidupan_25.html' title='Bapak Rajiman : Bekal Kehidupan'/><author><name>vihara Surya Adhi Guna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01644381527434688898</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SeDTXQHwxlI/AAAAAAAAANY/sv1hfx4kgpE/S220/vihara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/ShlWk6QykjI/AAAAAAAAAUc/phA_I-HQg0I/s72-c/Keranjang+Kebajikan+Vihara+Surya+Adhi+Guna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6781529592657283787.post-1146928031167681286</id><published>2009-05-25T09:11:00.008+07:00</published><updated>2009-07-30T09:33:51.146+07:00</updated><title type='text'>Sdri. Rita : Manfaat Cinta Kasih tanpa batas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiX-3tkgmnI/AAAAAAAAAWE/uhLzui6Tz8E/s1600-h/fang+shen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c7eWmsy5vQs/SiX-3tkgmnI/AAAAAAAAAWE/uhLzui6Tz8E/s200/fang+shen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342956766023948914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kebhaktian Umum, 17 Mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Protokol : Romo Pannajayo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penyalaan Lilin Altar : Bpk. Embeng Sutiono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pembacaan Dhammapada : Upasika Sumiati (Ibu Soan Karuna Susanto)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dhammadessana : Sdri. Rita dari Karawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namo Buddhaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada awal dhammadessananya Saudari Rita menceritakan dua kisah nyata tentang manfaatnya fangshen. Kisah pertama mengenai sebuah keluarga yang ibunya menderita kencing manis dan memiliki luka kaki yang sangat parah sehingga kakinya pun diamputasi. Luka bekas amputasi sang ibu tersebut selalu basah dan selalu dikerubungi oleh semut. Suatu hari anak sang Ibu berhasil membujuk ibunya untuk mau melakukan fangshen. Setelah beberapa kali melakukan kegiatan fangshen dengan itikad sendiri akhirnya &lt;div class="fullpost"&gt; lambat laun luka sang ibu pun kering dan tidak dikerubungi atau digigit semut lagi. Sedangkan kisah kedua mengenai seseorang yang divonis terkena leukemia dapat sembuh setelah melakukan fangshen secara rutin. Padahal seperti yang kita ketahui penyakit leukemia sangat sulit disembuhkan. Dapat kita lihat bahwa kekuatan cinta kasih yang kita pancarkan saat melakukan fangshen dapat membuat diri kita menjadi lebih sehat dalam spiritual dan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam dhammapada syair 221 diterangkan seharusnya kita membuang kemarahan karena kemarahan bersifat merusak. Dalam dhammapada attakatha syair 221 diterangkan bahwa pada saat Anuruddha Thera mengunjungi keluarganya ada salah satu familinya yang tidak menemuinya karena familinya tersebut menderita sakit kusta. Anuruddha Thera mengatakan agar familinya tersebut melakukan kebajikan. Setelah melakukan kebajikan, saudara Anuruddha thera tersebut berangsur pulih dari penyakit kusta yang dideritanya. Mengapa saudara Anuruddha thera dapat menderita kusta??. Ternyata pada kehidupannya yang lalu saudara Anuruddha thera 
